Permainan Tradisional yang sudah jarang dimainkan dimajunya zaman (2)

Tulisan ini adalah kelanjutan pada judul yang sama sebelumnya, bila anda belum membacanya silahkan klik disini

13.  Permainan Tutu

http://3.bp.blogspot.com/_2Jm7x_QJfio/SIFLhYjab3I/AAAAAAAAZNA/X9H3etMqGE4/s400/100_1761.jpgEntah apa maksud dari nama “Tutu” ini, yang jelas sewaktu aku kecil permainan ini sering kumainkan saat mandi di sungai Kapuas. Permainan Tutu ini hanya bisa dimainkan di air yang dalam, misalnya sungai ataupun kolam air.  Jumlah minimal pemain adalah 2 orang, dan maksimal terserah.

Cara bermainnya adalah dengan menggunakan sebuah batang kayu kecil sebesar jari kelingking yang dapat timbul di air.  Batang kayu kecil itu dijepit di sela-sela kaki, kemudian pemain terjun kedalam air dengan posisi kaki lurus kebawah, sesampai di kedalaman tertentu… pemain melepaskan kayu tersebut sehingga timbul ke permukaan air.

Pemain lain harus menemukan kayu yang timbul tersebut, siapa yang berhasil menemukannya maka ia lah yang selanjutnya menenggelamkan kayu tersebut.  Pemenangnya ditentukan dari siapa yang berhasil lebih tinggi tingkatannya.  Nah ini agak lucu, tingkatan permainannya ditentukan dari tingkat 1 sampai dengan 6… cara menyebutkan tingkatannya yaitu dengan “Tutu anakku kelas satu…” lalu terjun melompat kedalam air sambil membawa kayu tersebut.. Bila ia berhasil menemukan kayu ketika pemain lain yang menenggelamkan, maka ia naik tingkat sehingga ketika giliran ia yang menenggelamkan kayu maka ia berkata “Tutu anakku kelas dua…” begitulah hingga kelas 6 maka ia pemenangnya.

14.  Anjung Tapah

Permainan ini juga sering dimainkan oleh anak2 di pinggiran sungai Kapuas tempat masa kecilku.  Permainan ini hanya bisa dilakukan saat air sungai sedang surut atau di kolam yang airnya tidak dalam (kira2 sepinggang kita).  Permainan ini terdiri dari seorang yang menjadi anjungan (pelontar) dan pemain lain menjadi orang yang dilontarkan.

Caranya adalah dengan berdiri diatas pundak penganjung (pelontar), sang penganjung kemudian jongkok hingga tenggelam kedalam air… selanjutnya berdiri dengan cepat sambil melontarkan pemain yang berada diatas pundaknya dengan kencang.  Pemain yang terlontar akan melompat tinggi dan terjatuh ke air… mengasyikkan rasanya seperti terbang.

15.  Ular naga panjang

http://adiriyadi.files.wordpress.com/2010/02/ularnaga.jpg?w=413&h=308Ular naga panjangnya bukan kepalang,

Berjalan-jalan selalu riang gembira

umpan yang elok itulah yang dicari

inilah dia yang terbelakang

Kira-kira seperti itu nyanyian dari permainan ini, saya agak lupa tapi begitulah kira2… :D Permainan ini harus dimainkan dengan jumlah lebih 5 orang, bila kurang maka tidak asyik dan bentuk ularnya nggak terbentuk.. lha iyalah.

Ada dua pemain yang sebagai penangkap ular, sedangkan sisa pemain lainnya membuat satu barisan rapi sehingga membentuk ular.  Dua orang penangkap saling berhadapan dan saling memegang kedua tangan sambil mengangkat kedua tangannya keatas.. Orang yang tertangkap saat tangan diturunkan akan berada ditengah2 pegangan tangan mereka.  Ular tersebut berkeliling2 dibawah dua orang penangkap sambil bernyanyi lagu diatas, saat lagu habis maka penangkap akan menurunkan tangannya dan menangkap yang berada dibawahnya.  Orang yang tertangkap akan dikenakan hukuman.

16.  Lempar dan tampik batu

Lempar dan tampik batu adalah permainan dengan menggunakan batu kerikil yang bisa didapat ditanah.  Jumlah pemainnya hanya dua orang yang saling bersaing. Jumlah batu yang dimainkan ada 5 buah. Permainan ini dilakukan dengan cara melempar dan menyambut batu dan mengumpulkannya di genggaman tangan.

  • Tingkatan pertama batu diambil dan dilempar satu persatu, semua batu harus terkumpul di genggaman
  • Tingkatan kedua, batu diambil dua buah sekaligus dan melemparkannya keatas sambil mengambil satu batu selanjutnya
  • Tingkatan ketiga, batu diambil tiga buah sekaligus dan melemparkannya keatas sambil mengambil satu batu selanjutnya
  • Tingkatan keempat dan kelima sama dengan sebelumnya namun jumlah batu yang diambil sekaligusnya yang berbeda.
  • Tingkatan kelima, melempar dan menangkap batu sambil menyentuh lantai
  • Bagian terakhir adalah melempar dan menyambut kelima batu dengan bagian punggung tangan, jika batu tersebut jatuh dari punggung tangan maka pemain dinyatakan gagal.

17.  Congklak

Permainan ini sering dimainkan dimana saja di Indonesia, jumlah pemainnya hanya dua orang… Peralatan yang digunakan adalah sebuah kayu yang telah dibolongi sebanyak 14 bolongan yang bulat, yaitu 6 lobang dikanan, 6 lobang dikiri, dan satu lobang dimasing2 ujungnya.  Lobang2 ini diisi dengan batu kecil, kerang, atau biji kopi… namun kebanyakan sudah ada yang terbuat dari plastik dan dijual di pasaran.

Pertama setiap pemain harus memilih lobang besar miliknya masing2, 6 lobang kecil didepannya adalah daerah kekuasaannya dan satu lobang besar disebelah kanannya adalah goal atau lobang besar miliknya.

Pemain harus berjalan dan mengisi masing2 lobang kecil dengan batu yang ada dilubang yang dipilihnya secara memutar dan harus kembali ke lobang daerah kekuasaannya, tujuan akhirnya harus mengisi lubang besar miliknya dengan sebanyak-banyaknya.  Pemain yang berhasil mengumpulkan batu paling banyak dilubang besar miliknya maka dialah pemenangnya.

Jika pemain berhenti di lobang yang kosong maka ia mati dan dilanjutkan dengan pemain berikutnya.

18.  Tapok Pipit (petak umpet)

Tapok artinya sembunyi…Permainan ini sangat asyik bila dimainkan secara beramai-ramai, dan tidak dianjurkan dilakukan pada malam hari.  Konsepnya adalah ada yang menjadi penjaga dan penyerang, penyerang harus bersembunyi dan penjaga harus mencari penyerang sebelum ia berhasil menyerang kandang miliknya. Disebut tapok pipit,  karena pada saat pemain yang bersembunyi menyerang kandang penjaga maka ia menepuk tangannya sambil menyebut “pipit..!!”

  • Pertama harus ditentukan areal persembunyian, tidak boleh terlalu jauh
  • Tentukan dinding atau pohon sebagai kandang penjaga
  • Untuk menentukan siapa yang jaga harus dilakukan Hom Pim Pah
  • Penjaga harus menghadap gawang dan menutup matanya dengan sebelah tangan sambil berhitung dari 1 sampai 10 sementara yang lainnya mencari tempat sembunyi, pada hitungan ke 10 penjaga akan membuka matanya dan mencari persembunyian penyerang
  • Penyerang harus bersembunyi dari incaran penjaga, sambil berusaha merayap menuju gawang penjaga.  Bila penyerang berhasil menepuk gawang dan menyebut “Pipit..!!” maka sang penjaga kena giliran jaga lagi
  • Bila penjaga berhasil mendapatkan seorang penyerang, maka ia kembali ke gawang dan menepukkan gawang tersebut sambil menyebut nama penyerang yang ditemukannya sambil menambah kata Pipit.. Misalnya “Bujang, Andi, Iwan Pipit..!!”
  • Bila penjaga berhasil mendapatkan semua penyerang maka yang pertama kali dapat lah yang giliran jaga

19.  Tapok belek (petak umpet dengan kaleng)

Konsepnya sama dengan tapok kaleng, hanya saja yang menjadi gawangnya adalah beberapa kaleng yang disusun tinggi.  Penyerang harus menendang kaleng tersebut hingga berantakan, dan sang penjaga harus menjaga kaleng tersebut sambil mencari persembunyian penyerang.  Setelah penyerang berhasil membuat kaleng berantakan maka ia harus bergegas untuk bersembunyi kembali.  Penjaga harus menyusun kembali kaleng yang ditendang tadi seperti semula dan kembali mencari penyerang.

20.  Sumpit Buluh

Sama seperti sumpit yang biasa kita kenal, hanya saja ini terbuat dari bambu kecil yang panjangnya kira2 selengan kita.  Peluru yang digunakan adalah tanah liat yang dibulat2 kecil dan dimasukkan kedalam lubang sumpit.  Sumpit ini digunakan untuk menembak apa saja

21.  Permainan Lak

Lak adalah sebuah mainan yang pipih terbuat dari plastik dan berbentuk bermacam2 model, bisa berbentuk manusia, hewan, atau benda lainnya.  Pada zaman dahulu, lak dimainkan dari batang kayu yang pipih dan panjang (tonton film ipin upin episode dokter gigi).

Cara bermainnya yaitu dengan melempar lak milik kita dan harus mengenai lak pemain lawan yang berada di tanah atau lantai.  Lak yang terkena lemparan kita akan menjadi milik kita.  Pemain ditentukan dari banyaknya lak yang dikumpulkan.

22.  Tepuk Kartu

Sebenarnya permainan ini dulu dimainkan dengan selembar daun, tetapi karena kemajuan jaman diganti dengan kartu bergambar.  Kartu bergambar biasanya dijual dipasaran pada zaman masa kecil saya, bagian depannya adalah gambar yang berwarna bisa gambar pahlawan atau tokoh kartun anak2, dan bagian belakang tidak berwarna biasanya gambar rambu2 lalu lintas.

Pemain salin menepukkan sebuah kartu milik mereka masing2, kartu yang sudah ditepukkan dengan kedua tangan pemain akan terjatuh ke lantai.  Kartu yang tertutup berarti kalah, dan berhak menjadi milik kartu yang terbuka.

23.  Main Marong

Marong maksudnya adalah bual-bualan atau pura-pura… jumlah pemainnya terserah.  Permainan pura2 ini biasanya tergantung jalan cerita, misal main masak-masakan, main keluarga dimana ada yang jadi anak, suami, dan istri.  Intinya permainan ini berpura2 menjadi siapa saja yang diinginkan tergantung karakternya.

24.  Suit Gajah Semut Manusia

Permainan ini dimainkan oleh dua orang saja, dengan menggunakan ibu jari, telunjuk, dan jempol.  Ibu jari diibaratkan sebagai gajah yang bisa mengalahkan manusia dan gajah lainnya tetapi kalah melawan semut.  Jari telunjuk diibaratkan sebagai manusia yang bisa mengalahkan semut dan manusia lainnya.  Jari kelingking diibaratkan semut yang bisa mengalahkan gajah dan semut lainnya.

Gajah kalah melawan semut

Manusia kalah melawan gajah

Semut kalah melawan manusia

Pertama-tama kedua pemain saling menjulurkan tangan yang berbentuk metal (jari tengah dan jari manis ditutup).

Pemain pertama memilih jari mana yang ingin dikalahkan, misal ia ingin mengalahkan jari telunjuk maka ia menggunakan jari jempol untuk melawannya yaitu dengan cara disentuh saja.  Jari yang dikalahkan harus dikatup sehingga menyisakan jari lainnya.  Pemenang ditentukan dari jari terakhir yang saling berlawanan, bila jari terakhir kita adalah kelingking dan jari terakhir lawan adalah jari jempol maka kitalah yang menang.

25.  Pangkak Biji Karet (Adu Biji Karet)

http://ibnujafar86.files.wordpress.com/2010/01/676521karetmw6.jpg?w=201&h=157Setiap air pasang di sungai kapuas biasanya banyak sekali biji karet yang hanyut terbawa aru sungai kapuas.  Anak2 di tepian sungai kapuas sering mengambil biji karet ini untuk diadu dengan milik anak lainnya.  Caranya yaitu dengan saling menimpakan biji karet milik kita ke pemain lainnya, setelah biji ditimpa dengan tepat maka pukul sekuatnya dengan tujuan menghancurkan biji karet lawan.  Bila milik lawan pecah berarti kita yang menang, bila punya kita pecah kita kalah.

Untuk memukul dan memegang biji karet ini juga membutuhkan trik tersendiri, bila salah maka tangan kita akan menjadi korban karena pecahan biji karet cukup tajam.  Anak2 biasanya memainkan permainan ini di tepi sungai atau jamban (meting).

26.  Adu Keranji (Adu Buah Keranji)

Buah keranji adalah buah yang berwarna hitam kulitnya dan isinya berwarna orange, rasanya asam manis.  Disaat musim buah keranji anak2 suka memainkan permainan adu keranji.  Cara bermainnya adalah dengan mempertemukan bagian belakang buah (pantat buah) ke buah pemain lainnya.  Biasanya diletakkan diatas tempat yang datar seperti lantai atau meja.  Kemudian kedua pemain saling mendorong buah keranji miliknya, bila buah keranji miliknya pecah maka ia kalah.

27.  Gonggong

Gonggong maksudnya adalah tarik menarik, permainan ini menggunakan tali plastik atau benang jahit yang diikatkan ke batang kayu kecil biasanya bekas potongan kayu untuk membuat tiang rumah.  Kedua pemain saling mengait dan memutar2 tali gonggong miliknya dan selanjutnya mereka tarik tarikan untuk saling memutuskan tali gonggongnya.  Pemain yang talinya putus dia yang kalah.

28.  Keriang Bandong

Keriang bandong adalah permainan yang terbuat dari kertas minyak yang tembus cahaya.  Biasanya dimainkan pada saat bulan ramadhan… Bentuknya juga bermacam2 mulai dari pesawat, mobil, dan aneka bentuk lainnya.  Agar menarik, didalamnya diletakkan lilin yang dinyalakan sehingga napak terang seperti lentera.

29. Top Tap

Toptap adalah permainan dari bambu. Bambu sepanjang satu ruas yang dipotong. Biasanya dipakai bambu jenis piasak yang memiliki ruas cukup panjang. Bentuknya seperti pipa yang panjangnya bisa mencapai 30 centimeter. Untuk mendorong pelurunya, bisa menggunakan kayu bulat dengan ukuran lebih kecil dari diameter lubang bambu. Pelurunya bisa dari buah tanaman hutan atau kertas yang dibasahkan dengan air.  Bila di tekan dengan kuat maka akan berbunyi Tap!!!

Selain dari itu saya lupa dan tidak tahu, mungkin masih banyak permainan tradisional lainnya yang biasa dimainkan di kampung halaman saya Kalimantan Barat.  Bagaimana dengan daerah anda?? Indonesia memang kaya akan budaya…

Irfan, 2 April 2010

http://www.fansmania.wordpress.com

About these ads

14 pemikiran pada “Permainan Tradisional yang sudah jarang dimainkan dimajunya zaman (2)

  1. wah banyak juga ya. bedanya permainan dulu dgn sekarang, kalo dulu tu banyak aktifitas fisik, mungkin itu yg buat orang2 dulu sehat2. sekarang kan cuma goyang2 jari doang hihihi

    • iya yah kngen ma massa kecil aku
      massa kecil sangat menyenangkan, seru, asyik lagi
      aku ingin menjadi anak kecil lagi

  2. @Wahyu : Iya nih, kangen juga ngeliat anak2 main kayak dulu lagi

  3. bagus postingnya..banyak infonya yang unik disini. saya penasaran dengan urutan jendral karen algi rame2 nya jendral di TV..eh ada disini..tq

  4. hehehe… ituuuuu… ular naga n congklak, mainan ksukaanku.. sampe sekarang aq masih suka main congklak… ^^

  5. 30. Tapok Blek; komang2 mirah2 inuk kaki padai nerajang blek ah.. nyaman kah, besusun 5 tingkat 6 tingkat.. tapi jara’ am nang menjadi, kopak nyusun agik, apai gik ntik sampai ngelentong.. :D

  6. Hahahahaha….jadi inget masa kecil dulu….
    dulu aku sering main top tap, main tutu….ahhhhhhhhh
    thank dah ngingetin dengan masa kecil…..

  7. Mohon ijin copy link ke fesbuk ya :) terimakasih :)

  8. jadi… inget masa kecil dulu.. thanks

  9. Ternyata hampir semuanya adalah permainan yg udah lazim di daerah-daerah lainnya di Indonesia. Banyak permainan serupa di daerah saya (Jawa), hanya saja namanya berbeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s