Tumbang Titi Journey

Posted on Updated on

crim0027Sebuah perjalanan yang panjang…tumbang titi, desa kecil di kabupaten Ketapang Kalbar dengan jalan yang penuh lumpur dan lubang..mungkin bisa kukatakan sebagai ‘kubangan yang dijadikan jalan’ . Tak dapat dengan mudah dilalui mobil, maka kendaraan yang cocok adalah sepeda motor yang tentunya siap tempur di medan perjalanannya.

Kenapa harus kesana ?

Desember 2007 hari Kamis tanggal 20, kumulai dengan mengarungi laut dari Pontianak menuju kota Ketapang..sebelumnya aku nggak pernah kekota itu, Dengan menaiki kapal penumpang dan menempuh sekitar 16 jam perjalanan akhirnya esok paginya aku baru tiba dikota itu…”Tanah Kayong” itu julukan kota ini.., ramai, banyak sarang walet..asyik juga.

Kenapa harus kekota ini? harus ngumpul duit, bolos kerja? karena ada seseorang yang harus kutemui, rindunya hati ini membuatku harus datang kekota ini…2 bulan yang lalu ia baru dinyatakan lulus di BRI dan ditempatkan di Tumbang Titi, duh sedihnya hati ini setelah 4 tahun slalu bersama akhirnya terpisahkan jarak seperti ini. Seorang gadis yang kini menjadi istriku…

Jalan berlubang

Siang itu selesai sholat Jumat aku turun dari Ketapang menuju Tumbang Titi dengan seorang Ojeker handal bernama panggilan Andak, gesit dan lincah..motor yang dipacunya melesat seperti berjalan di aspal mulus, padahal medan yang kutempuh adalah tanah kuning dan pasir. Busyeetttt…bukan hanya itu..kubangan!!! wealah…apa itu..lubang yang terisi oleh air setinggi pinggang??? ini sungai ditengah jalan !!?? “Iya bang, ni sekarang lagi banjir, emang biasanya begini..tapi kita bisa lewat meting (jembatan sementara dari kayu)..” begitu kata Andak sang ojeker. “Ini tidak lama, paling sekitar beberapa kubangan lagi..” tambahnya. Namun yang kulewati rasanya lebih dari 10 kubangan besar yang kulalui dalam jarak sekitar 2 km, nggak tau mau berapa lobang lagi di beberapa kilometer kedepan.

Gile bener, saking dalamnya lobang sampai2 saat banjir lobang ini jadi sungai…blub blub blub ngeeeengg mantap benar si Andak melewati kubangan air tanpa mati mesin. Dijalan kami beberapa kali berhenti karena rupanya si Andak ini orang yang baik hati sering membantu orang2 yang mogok dijalan karena motornya kemasukan air..

Hujan Deras Di Tanah Kuning yang Licin

Akhirnya kubangan2 itu sudah kami lalui, dan saatnya jalan lurus… ngeeennggg sang ojeker melaju dengan kecepatan 90 km/jam sementara aku mencengkeram kuat pinggangnya.. Betapa tidak, jalan yang kulalui bukan aspal… tapi pasir!!! meleset sedikit aja sudah pasti terpelanting, ya Allah aku pasrah dan aku percaya dengan sang ojeker yang handal ini. Akhirnya pasir2 ini kami lewati, hatiku sedikit lega..tapi tak berapa lama dari itu jalan yang harus kulalui adalah tanah kuning yang licin…

Byurrr serrrr…hujan lebat mengguyur kami sampai mataku aja susah melihat kearah depan. Tetapi si Andak bukannya malah pelan eh malah disikat ampe kecepatan 100 km/jam aduuuuhhh nyaliku jadi ciut…

Desa kecil di tengah hutan yang rindang

Akhirnya…tepat adzan magrib aku tiba disebuah desa yang kecil…tidak banyak penduduk, sepi, tetapi asyik. Tibalah kami disebuah rumah yang bagus dan besar, sebuah mobil jeep terparkir didepan rumahnya.. Itulah tempat tinggal sang bidadari hatiku.. “Ini rumah Pak Zarkasi, kepala dinas pendidikan disini..” kata Andak. Deg-degan juga akhirnya setelah lebih 2 bulan tak bertemu kini didepan mataku terlihat sosok gadis berkulit putih cantik dan mempesona…dialah kini yang menemani hidupku..Lena, istriku.

crim0002Perjalanan panjang, Tumbang Titi… sebuah kesungguhan cinta, bukti cinta itu ada, ingin kuberkata “Aku tak ingin kau ditempat ini, aku ingin kau bersamaku, dirumahku, dikota kita…Ya Allah, izinkan aku tuk slalu bertemu istriku…”

4 thoughts on “Tumbang Titi Journey

    Edo said:
    29 Agustus, 2009 pukul 6:28 am

    He..he….

    Abg ny Ria yh

    bomi said:
    8 November, 2010 pukul 6:20 am

    itu kota yang ku banggakan bg he…heee

      fansmaniac responded:
      29 November, 2010 pukul 2:01 pm

      @bomi : mantap bomi!!

    Nimuspangkoras.com said:
    13 Januari, 2012 pukul 3:42 pm

    mantaf, bnget critanya hnya kkuatn cinta sejati yg bza mmprtemukn sprti i2. . .he. .he. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s