Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional

Posted on

Di dalam Buku Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (2007) ditegaskan bahwa sekolah/madrasah bertaraf internasional adalah sekolah/madrasah yang sudah memenuhi seluruh standar nasional pendidikan dan diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan sehingga memiliki daya saing di forum internasional.

Di Provinsi Kalimantan Barat, untuk program tahun 2009 ini ditetapkan sebanyak 8 sekolah sebagai RSBI, yaitu SMAN 2 Pontianak, SMPN 3 Pontianak, SMKN 1 Mempawah, SMPN 3 Singkawang, SDN 1 Singkawang Tengah, SDN 4 Nagur, SMAN 1 Sanggau, dan SMPN 1 Sanggau. Sejumlah program rintisan dalam bentuk kebijakan, program, dan kegiatan telah diupayakan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekolah-sekolah tersebut sehingga semakin berpotensi untuk menjadi sekolah bertaraf internasional.

LPMP Provinsi Kalimantan Barat sebagai unit pelaksana teknis Ditjen PMPTK Depdiknas, merencanakan program-program yang dapat mendukung sekolah-sekolah RSBI dalam rangka menumbuhkembangkan kemampuan kompetensi dan kualifikasi pendidik serta kemampuan manajerial dan kepemimpinan tenaga kependidikan dalam mengembangkan sekolahnya menjadi sekolah bertaraf internasional. Program-program dimaksud adalah program pembinaan RSBI dan program Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan RSBI. Untuk program pembinaan RSBI sudah dimulai satu kali yaitu kegiatan pemetaan pada tanggal 4 s.d. 5 Mei 2009 dan untuk pembinaan dijadwalkan ada 4 (empat) kali pertemuan sampai dengan bulan Desember 2009 di masing-masing 8 (delapan) sekolah RSBI. Tugas pendamping pada program pembinaan ini adalah melakukan pandampingan agar RSBI dapat menuju indikator mutu Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan RSBI telah dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 2 s.d. 5 Juni 2009, dengan pola 32 jam. Materi yang disampaikan pada kegiatan workshop ini meliputi Kompetensi Manajerial, Strategi/Model Pembelajaran, Standar Penilaian, Kompetensi Sosial dan Kepribadian, Pembelajaran Berbasis ICT, Kurikulum Internasional, serta Bahasa Inggris. Sasaran peserta pada kegiatan ini adalah 5 orang dari masing-masing sekolah RSBI, terdiri dari masing-masing 1 orang kepala sekolah, pengawas, guru, tenaga administrasi dan komite sekolah. Pada pelaksanaannya peserta yang hadir seluruhnya berjumlah 35 orang dari 40 orang yang direncanakan. Untuk mewujudkan pencapaian target menjadi sekolah bertaraf internasional, sekolah RSBI harus memenuhi indikator kinerja kunci tambahan. Oleh karena itu, dengan pelaksanaan kegiatan Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan RSBI ini diharapkan pendidik dan tenaga kependidikan sekolah RSBI dapat mencapai indikator kinerja kunci tambahan.

Di dalam Buku Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (2007) lebih lanjut ditegaskan, bahwa khusus pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah bertaraf internasional, selain harus memenuhi standar nasional kepala sekolah dan pendidikan, juga memenuhi standar (indikator kinerja kunci) tambahan, antara lain : untuk kepala sekolah di sekolah bertaraf internasional harus berpendidikan minimal S2 dari perguruan tinggi yang program studinya terakreditasi A dan telah menempuh pelatihan kepala sekolah dari lembaga pelatihan kepala sekolah yang diakui oleh pemerintah, mampu berbahasa Inggris secara aktif, dan memiliki visi internasional. Sedangkan untuk guru di sekolah bertaraf internasional, minimal 10% berpendidikan S2/S3 dari perguruan tinggi yang program studinya terakreditasi A untuk SD/MI, minimal 20% berpendidikan S2/S3 dari perguruan tinggi yang program studinya terakreditasi A untuk SMP/MTs, minimal 30% berpendidikan S2/S3 dari perguruan tinggi yang program studinya terakreditasi A untuk SMA/SMK/MA/MAK, mampu memfasilitasi pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan mampu mengampu pembelajaran kelompok sains, matematika, dan inti kejuruan dengan berbahasa Inggris.

Sehubungan dengan standar tambahan seperti diuraikan di atas, dapat kita ketahui bersama bahwa pendidik dan tenaga kependidikan di rintisan sekolah bertaraf internasional belum sepenuhnya siap, sebagian besar dari mereka masih perlu mendapat pembinaan yang serius, agar pada akhir tahun 2009 sekolah-sekolah RSBI mampu menjadi sekolah bertaraf internasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (Ud)

Iklan

10 thoughts on “Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional

    fachrurozzy said:
    3 Februari, 2010 pukul 4:08 am

    pak saya mau tau cara -cara atau syarat-syarat sekolha agar bisa menjadi RSBI dan SBI secara lebih detail lagi
    terimakasih

    marcus sameaputty said:
    1 Maret, 2010 pukul 12:02 am

    saya ingin petunjuk dan syarat-syarat sekolah berstandar internasional

    siti nurjanah said:
    27 April, 2010 pukul 5:39 am

    saya senang dan ingin dapat info lebih banyak dan menantang bagi perkembangan dunia pendidikan masa depan

      fansmaniac responded:
      27 April, 2010 pukul 8:42 am

      @siti nurjanah: mari kita dukung rencana pemerintah dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan kita 😀 trims bu atas kunjungannya

    rais jaya rachman said:
    1 Mei, 2010 pukul 5:14 am

    sebenarx RSBI sngat tidak efektif untk diterapkan scara mnyeluruh pada slurh daerah di indonesia, mslhx mnurut saya dgn kondisi daerah saya sngt tdk memungkinkan krn RSBI justru memisahkan antara siswa yg lebih dan kurang dari sudut IQ; justru lbh bgs klo kt sepakat untk menerapkan secra mnyeluruh di indonesia tntang uu pendidikan 20% krn yg hrs hrs diakui bhw msh byk daerah di negara kt yg berada di bawah garis kemiskinan

      fansmaniac responded:
      1 Mei, 2010 pukul 7:44 am

      @Rais Jaya Rachman : Saya setuju dengan pendapat pak rais, sepertinya RSBI tidak efektif

    Nyoman jimbaran_bali said:
    15 Juli, 2010 pukul 7:56 am

    Mas……anak saya sekarang sekolah di SMPN 1 Jakarta tahun kemaren dia sekolah di SD Katholik Soverdi Tuban, Kuta, Badung, propinsi Bali……jadi ini membuktikan bahwa sekolah swasta pun dapat bersaing dengan baik dan benar sepanjang kurikulum pelajarannya diajarkan dengan konsekwen dan pihak sekolahpun memeperhatikan pelajaran tersebut,..terimakaseeh pak

      fansmaniac responded:
      15 Juli, 2010 pukul 10:23 am

      @nyoman : sebenarnya sekolah itu hanyalah tempat untuk menggali potensi, tetapi yang menentukan sendiri adalah bagaimana kita mendidik anak dan menggali potensinya. Tidak perlu lihat swasta atau negeri semua sama…

    hamdani said:
    14 Maret, 2011 pukul 6:22 am

    program rsbi tetap kita dukung…karena dapat mendongkrak mutu pendidikan….semua itu butuh proses

    Sudrajad.SPd.MM said:
    24 Maret, 2011 pukul 11:34 pm

    RSBI perlu kita dukung karena akan meningkatkat mutu di sel RI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s