Mimpi yang terbeli

Posted on Updated on

Setiap orang pasti memiliki mimpinya masing2, dan tentunya yang namanya mimpi selalu aja aneh2 dan kadang kurang masuk akal…  Misalnya pengen jadi orang terkaya didunia, pengen jadi pejabat, pengen jadi artis dan sebagainya.  Sesungguhnya segala sesuatu itu selalu menjadi mungkin, namun seberapa kuat usaha orang tersebut untuk meraih mimpinya adalah indikator untuk tercapainya sebuah mimpi.  Banyak orang menghalalkan segala cara untuk meraih mimpinya, yang pengen jadi kaya terkadang sanggup menjalani pesugihan atau bahkan membuka usaha secara besar2an… Ada juga yang pengen jadi pejabat berusaha untuk suap sana sini untuk mendapatkan jabatannya.  Namun mimpi yang dibeli dengan cara yang tidak baik akan berakhir tidak baik pula, akan tetapi mimpi yang berhasil diraih dengan cara yang halal dan benar pun tidak selamanya berakhir dengan baik pula. So… semuanya bergantung pada nasib dan garis tangan masing2…

Dulu aku terlalu banyak bermimpi, cita2ku waktu kecil adalah ingin jadi manusia super kayak superman atau ultraman jadi bisa nolong banyak orang sekaligus jadi paling hebat.  Sewaktu beranjak remaja aku pingin sekali jadi artis biar banyak duit dan cewek2 juga pada dekatin.  Lain halnya waktu kuliah, aku malah bermimpi ingin jadi pemain gitar dan punya group band paling terkenal sekelas Slank atau PeterPan gitu… haha namanya juga mimpi nggak pandang bulu meskipun kita sudah dewasa.  Dan sekarang mimpiku adalah ingin bahagia bersama keluarga kecilku, hidup sehat dan sejahtera serta menjadi orang yang sukses namun nggak sibuk serta banyak waktu buat nyantai dirumah.  Namun jika disimpulkan ada beberapa mimpi yang sangat ingin kuraih, yakni ingin nikah bersama wanita impianku, kerja kantoran, punya barang2 yang lumayan mahal namun kubeli dengan uangku sendiri, serta ingin jadi pengusaha yang sukses.

Terlalu banyak mimpi membuatku menjadi stress dan sakit2an… aku dulu seorang yang sangat2 agresif dan aktif, semua kegiatan aku ikuti dan semua kegiatan tersebut jarang sekali aku jadi anggota yang sekedar nimbrung… pasti slalu ada jabatannya.  Semua itu membuat aku kurang waktu dan makan tak teratur, akhirnya aku selalu kurang tidur dan kecapean.  Dikampus bahkan aku paling jago tidur namun mata terbuka dan duduk dengan santai kayak orang yang lagi serius mendengarkan penjelasan dosen.  Seiring dengan waktu, ternyata ada sesuatu yang bersemayam ditubuhku dan siap menjadi musuh terberatku saat ini.

Sejak kuliah, aku bertekad untuk menjadi pengusaha sukses…namun ternyata dunia bisnis itu sangat kejam, kita harus mengejar omzet mati2an agar mendapatkan untung serta tidak rugi, belum lagi aksi licik konsumen maupun kompetitor lainnya yang membuat kita harus lolos keluar dari labirin bisnis… bahkan aku pernah berhutang banyak karena salah strategi sehingga aku rugi besar.  Akan tetapi aku tidak lari, sedikit demi sedikit akhirnya hutang itu terlunasi…lolos dari hutang masalah baru pun muncul, wanita impianku yang sudah 6 tahun kupacari harus tugas keluar kabupaten dan membuat kami jauh dan susah untuk bertemu seperti sebelumnya.  Tentu saja resah, betapa tidak pengalaman teman2ku yang pacaran jarak jauh selalu berakhir dengan putus dan akhirnya jalan masing2 dan meninggalkan kekecewaan disebelah pihak.  Bersamaan dengan itu, aku pun lulus kuliah… cukup senang namun terkadang ngiri juga melihat teman2 satu letting sudah pada kerja dikantor2, terkadang mereka datang bersama seragamnya dan hidupnya pun senang serta terlihat makmur… sedangkan aku? penampilan lusuh dan murung sebab kurang tidur karena mengejar omzet dan baju kaos biasa nggak pake seragam. Terdengar lucu, tapi aku rasa pasti ada juga orang yang merasa hal yang sama sepertiku…

Dengan segala upaya aku berhemat sehemat2nya, bahkan lauk makanku sehari2 juga kukurangi agar bisa menabung… segala cara untuk mendapatkan uang kujalani alias serabutan… sedikit demi sedikit kuhimpun uang untuk biaya kawin… karena aku harus segera menikahi wanita impianku agar gak ‘direbut’ orang yang jaraknya lebih dekat dengannya saat ini (karena sekarang jarakku jauh darinya). Ternyata biaya kawin itu sangat besar sekali, mau buat acara kecil2an malu sama orang tua atau bahkan mungkin orang tua akan ngomong “ngapain buru2? kumpulin aja duit yang cukup, baru kawin!”  yang jelas aku sangat takut wanita impianku ‘direbut’ orang selagi aku ngumpulin duit… atau bahkan kami putus gara2 bertengkar atau hal lainnya.

Masalah yang berbeda : Sejenak aku merenung…terdiam, berbulan2 aku terlihat murung dan lemah sekali seperti orang kurang gairah… Semua teman akrabku sudah kerja kantoran semua termasuk wanita impianku, kenapa status kerja saat ini menjadi status sosial sih? terkadang orang malu2 untuk menjawab bahwa dirinya kerja swasta atau serabutan, itu fakta…karena hingga saat ini aku bertanya pada orang yang baru kukenal “mas kerja dimana ?” mereka selalu menjawab pelan ketika mereka menjawab bahwa mereka kerja nggak tetap, kerja swasta (di perusahaan yg nggak bonafid/besar), atau kerja serabutan.  Padahal itu semua adalah jalan untuk mencari rezeki yang halal, kenapa harus malu… bahkan aku dianggap belum punya kerjaan bila hanya sekedar jadi pengusaha ataupun kerja nggak tetap.  Tetapi benar juga sih, terkadang aku kepikiran juga… orang tuaku sudah menyekolahkan aku tinggi2, tetapi hanya jadi seorang pengusaha kecil yang pendapatannya nggak seberapa… bahkan gaji pokokku disebuah toko tempatku kerja pun kurang menunjang bagi mimpiku untuk menjadi ‘terlihat’ makmur…

Akhirnya kuputuskan untuk membulatkan tekad… aku harus lulus tes CPNS kali ini, meskipun berkali2 gagal dan tahu bahwa untuk lulus jadi abdi negara itu harus bersaing dengan ribuan orang tetapi aku harus bertekad… Aku pun berhenti dari toko tempatku bekerja, dan usaha kecil2an yang selama ini kutekuni juga harus kukorbankan… kenapa? karena bila aku sibuk bekerja sudah pasti tidak ada waktu untuk masukin lamaran kerja dan belajar untuk menghadapi tesnya.  Selama 1 bulan aku benar2 tekun belajar tanpa henti meski ketika di WC sekalipun… ;p  Sampai akhirnya saat yang dinanti tiba, tes CPNS… pertarungan yang cukup sengit kuhadapi dan aku tak tahu apa hasilnya.

Waktupun terus berlalu akhirnya biaya nikah yang kukumpulkan sudah cukup untuk meminang gadis impianku, tanpa ragu orang tuaku pun menyetujuinya… Alhamdulillah, perjuanganku nggak sia2.. Sehari sebelum pinangan, mendadak ada telepon masuk ke hape-ku… sebuah kabar gembira yang tak kuduga, ternyata aku lulus tes CPNS kemaren… Alhamdulillah akhirnya mimpiku terbeli sedikit demi sedikit dengan usaha dan perjuangan serta mungkin keberuntungan ? entahlah…

Dan dari pengalaman ini membuatku meraih mimpi sedikit demi sedikit dengan usahaku sendiri dan rezeki dari Allah SWT tentunya, motor baru, hape baru, tanah kavlingan, laptop, desktop, Alhamdulillah sedikit demi sedikit dan sabar semua yang kuinginkan terbeli. Haru bahagia bercampur rasanya…

Disaat semua mimpi hampir terbeli, aku harus terbaring sakit tanpa tahu apa sebab dan obatnya… Jam tidurku yang sehari hanya 3 jam membuat saraf otakku menjadi kacau sehingga aku merasa dunia seolah bergelombang tidak henti2nya selama hampir 2 tahun hingga saat ini.  Jadwal makanku yang tidak teratur membuat perutku kadang2 sakit dan kembung pada saat makan.  Aku terlihat sehat diluar tapi sakit didalam, tidak ada yang mengerti akan yang kurasakan… aku malah dibilang stress, kurang refreshing dan sebagainya.  Banyak yang mengatakan bahwa sakitku hanya perasaan saja, tetapi mengapa yang kurasakan begitu nyata? aku berusaha untuk berpura2 sehat tetapi tidak bisa… badan ini nggak bisa bohong.

Berbagai upaya kulakukan untuk mengobati penyakitku, mulai dari medis maupun non medis… namun satupun tak kurasakan perubahannya, malahan kini aku sudah nggak sanggup menaiki motor baruku lagi, tidur dirumahku sendiri karena aku masih dirawat, dan tidak bisa masuk kerja lagi..  Sekarang penyakit ini sudah menjalar dan semakin memperparah, slalu kupaksa untuk tersenyum didepan anak istri dan orang tuaku, namun hati nggak kan bisa berbohong bahwa ada sesuatu didalam darahku yang kini menjalar dan menyakitiku.

Sekarang aku tak tahu apa aku masih bisa kerja lagi dikantor yang menjadi kebanggaanku saat ini lagi, aku tak tahu apakah aku bisa ‘kelihatan’ makmur dengan penyakit ini, aku tak tahu apakah impianku lagi…

Bagi anda yang punya mimpi, raihlah dengan benar dan dengan cara dan strategi yang baik… jangan lupakan kesehatan karena bila sakit semua akan musnah… yang ingin kukatakan seperti satu lirik dari lagu hitamku Andra & The Backbone : “andai kudapat memutar waktu, semuanya takkan terjadi… kan kuhapus hitamku”

One thought on “Mimpi yang terbeli

    Nurita Putranti said:
    14 Januari, 2010 pukul 1:32 am

    huehehehe..irfan..irfan, ternyata gak berubah juga, tetap ambisius demi mimpi😀
    kesehatan itu pentinn n mahal, fan. jadi jaga baik2.
    btw, salah satu mimpi ita telah tercapai. info lebih lanjut di blog ita:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s