Trend Facebook di dunia para pelajar

Posted on Updated on

Tren… yah begitulah kira2 yang menjadi persoalan di masyarakat kita terutama para ABG maupun remaja. Dulu zaman tahun 80-an waktu saya masih SD tren yang merebak adalah gimbot atau game watch kalo gk ada gimbot rasanya kurang keren. Naik motor pun baru diizinkan ketika duduk dikelas 1 SMA, dari SD sampe SMP saya selalu naik sepeda. Kalo nggak hobby lagu2 rock itu nggak gaul, kalo nggak ikut gang juga nggak gaul. Kalo pas SMA, kalo gak ngerokok juga nggak gaul… begitulah. Punya Hape juga uda kuliah semester 6, dan paling Cuma sms-an aja.
Itu kan waktu dulu, kalo sekarang tren semakin parah saja… bahkan mungkin budaya asli kita sebagai bangsa Indonesia juga menurun. Anak2 remaja terutama pelajar sekarang lebih peka terhadap tren, namun sayangnya mereka tidak bisa menyaringnya dengan baik. Betapa kagetnya kita ketika melihat banyak video porno anak2 sekolah yang merebak saat ini, sepertinya moral kita pun sudah menurun juga.
Facebook, sebuah media jejaring pertemanan yang paling anyar dan paling tren dikalangan masyarakat kita saat ini terutama pelajar. Sebenarnya, Facebook dibuat agar dapat digunakan untuik berkomunikasi dan menjalin pertemanan dengan lebih mudah. Kalo untuk diharamkan saya rasa belum perlu, karena sebenarnya manfaatnya sangat banyak sekali…tinggal tugas kita untuk dapat mengontrolnya agar tidak menjadi berlebihan.
Seperti kasus Marietta Nova dari Sidoarjo yang katanya diculik atau mungkin lebih tepatnya dibawa kabur oleh pacar mayanya di Facebook, dan kasus seorang gadis yang dibawa kabur oleh seorang pria beristri tiga. Sungguh sangat meresahkan kita bila si anak remaja ini tidak dapat menjaga dirinya dan terpancing lewat media Facebook. Dengan adanya Facebook pertemanan menjadi sangat mudah, siapa saja dapat menjadi teman di dunia maya. Foto2 yang dipampang di Facebook tersebutlah yang memancing seseorang untuk dapat “menikmati” keindahan atau kecantikan penggunanya.

Sebenarnya kasus seperti diatas terjadi bermula dari perkenalan biasa melalui Facebook, mereka akhirnya berkirim pesan atau chatting. Lama2 keduanya sama2 suka dengan bermodalkan melihat foto yang terpajang di account masing2 sehingga akhirnya menetapkan hubungan menjadi sepasang kekasih. Perbedaan jarak membuat mereka menjadi ingin bertemu, akhirnya sang cowok mengajak si cewek untuk bertemu dengannya. Sayangnya, pertemuan ini terkadang tidak meminta izin kepada orang tua alias pergi diam2 karena takut dimarahi bila ketahuan. Pada awalnya mereka Cuma ingin ketemu beberapa hari, tetapi karena orang tua merasa gelisah anaknya tidak pulang2 maka si orang tua anak tersebut langsung melaporkan ke polisi. Akibatnya si cewek menjadi semakin takut untuk pulang, dan sang cowok juga takut menjadi tersangka penculikan..sampai akhirnya Polisi menemukan mereka.
Sekarang siapakah yang salah? Apakah remaja sekarang yang sepenuhnya salah… ternyata kita yang ada disekitarnya juga memiliki peran untuk membentengi hal ini. Mulai dari orang tua dan sekolah, harus lebih ketat mengawasi anak2nya… Seperti tren Facebook, sebaiknya guru dan orang tua juga belajar untuk menyesuaikan dan ikut didalam tren mereka agar mereka dapat menjadi teman dan berbagi cerita dengan mereka. Ikut didalam tren disini maksudnya bertujuan untuk mengawasi, bukan berarti kita juga ikut2an seperti itu ;p
Keberadaan Facebook bukan berarti memberikan dampak negatif terhadap remaja, media ini tentu banyak juga segi positifnya.. hanya saja kita perlu memfilter dan mengawasi anak dan siswa didik kita agar memahami baik buruknya. Untuk dapat mengawasinya, pastikan anda “menggeledah” semua notification dari facebook atau membatasi waktu penggunaannya.
Saya rasa banyak cara yang dapat kita lakukan untuk dapat menjaga dan mengawasi trend Facebook dikalangan pelajar saat ini, tentunya anda bila ada guru murid atau orang tua yang belum mengerti segeralah mencoba untuk menyesuaikan diri agar juga bisa menjadi pengawas para anak2 anda didunia maya.
Semoga bermanfaat.

13 thoughts on “Trend Facebook di dunia para pelajar

    drummerfan said:
    10 Februari, 2010 pukul 7:29 pm

    menurut saya keburukan dari fesbuk yg terbesar adalah wasting time. untuk kasus si Eta ini, emang dianya yg tolol dan orang tuanya ga beres didik anaknya. masa sampe dia yg dateng ke tempat ari power dan ga mau dianter pulang.

    darahbiroe said:
    11 Februari, 2010 pukul 6:07 am

    wah wah wah mantap tuch aku add ahh fb na hehehhe

    berkunjung lagi dan ditunggu kunjungan baliknya lagi makasih😀

    nurita putranti said:
    11 Februari, 2010 pukul 6:07 am

    mendidik skrg menjadi lebih tertantang karena harus bisa memfilter anak dengan perkembangan teknologi yang berkembang cepat🙂

    didtav said:
    11 Februari, 2010 pukul 9:05 am

    facebook gak baik, dari dulu saya gak suka facebook

    agoenk70 said:
    12 Februari, 2010 pukul 5:08 am

    aneh juga c,, lh kho bisa pacaran di dunia maya yah hohoho….
    fesbuk bagai pisau bermata dua

    Dangstars said:
    12 Februari, 2010 pukul 9:00 am

    Harus disikapi atas dasar pendidikan yang kuat dan pembinaan agar tidak gampang tertipu….😛

    Vulkanis said:
    12 Februari, 2010 pukul 9:01 am

    Salam kenal Komandan😛

      fansmaniac responded:
      12 Februari, 2010 pukul 12:41 pm

      @vulkanis: salam kenal juga, sip.. lanjutkan perjuangan

    bluethunderheart said:
    12 Februari, 2010 pukul 11:57 am

    ini post yg baik
    dan pasti bermanfaat
    terimakasih
    salam hangat dari blue

    iiN said:
    12 Februari, 2010 pukul 3:19 pm

    iya bener tuh.. guru-gurunya jg harus ada di friend list FB`ny para pelajar..

    Red said:
    13 Februari, 2010 pukul 6:46 pm

    ortu juga kudu ada di FB buat merhatiin aktifiatas anaknya🙂

    fansmaniac responded:
    13 Februari, 2010 pukul 6:49 pm

    @Red : jangankan ortu tetangga juga harus tu wkwkwk

    Bahaya Facebook said:
    16 Februari, 2010 pukul 7:11 am

    Facebook ibarat pedang bermata dua. Ada manfaat juga ada bahayanya, tinggal tergantung kita bijak mensikapinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s