Sepenuh Cinta Untuk Bunda… Istriku Tercinta

Posted on Updated on

8 Tahun yang lalu aku teringat betapa aku tergila2 pada seorang gadis belia yang sangat cantik di kotaku Sanggau.  Parasnya yang cantik dengan tinggi semampai membuat ia menjadi salah satu kembang di kota Sanggau.. Gadis ini sangat dingin dengan cowok, sehingga sangat susah sekali mendekatinya untuk dijadikan pacar.  Saking naksir beratnya, aku sangat mengidolakan dia sehingga namanya selalu kutulis dimana saja, di baju, lemari, meja, apalagi buku tulis… banyak sekali.. bisa dikatakan Fans berat kali ya?

Bermula dari sahabatku yang sangat setia, Ronald namanya.. dia adalah anak baru yang pindah dari kota Pontianak, aku pertama kali menghampirinya ketika ia masih malu untuk bergaul dengan teman2 barunya.  Pada akhirnya kami selalu bersama kemana saja dan selalu ngumpul bersama.. hingga kemudian dia mengajakku bermain dirumahnya waktu itu masih di Kelurahan Bunut.

Tak kusangka itulah pertemuan pertamaku dengan gadis itu, yang ternyata adalah adik kandung sobatku sendiri… sontak aku terkaget melihat kecantikannya saat ia meletakkan sebuah toples yang berisi kue kecil dimeja tamu saat aku datang kerumah sobatku itu.  Sepulang dari rumahnya, aku masih terbayang2 dan merasakan hati ini bergetar… tapi kok bisa ya? Padahal kenal aja nggak.
Waktu terus berlalu dan persahabatanku dengan Ronald tetap berjalan seperti biasanya, seringkali aku main kerumahnya dan bertemu dengan adiknya yang kece itu.  Tetapi kami bertemu seperti teman saja, tidak ada kesan apa2 selain bersenda gurau.  Sampai akhirnya aku tak tahan lagi, aku tak mampu kalo berdiam diri seperti ini.. maka aku putuskan untuk mencoba menembaknya..(pake cinta tentunya)

Kumulai perjuanganku untuk memilikinya ketika aku baru kelas 3 SMP, dan tentunya ini masih lugu2nya tentang yang namanya “Cinta”.  Yang kutahu aku sangat menyukainya dan sangat2 tergila2 padanya.  Pertama kali, aku nyatakan cintaku melalui sebuah surat yang kukirimkan melalui temanku yang juga akrab dengannya.. Sandy namanya.  Berbagai cara kulakukan untuk menarik perhatiannya, namun selalu saja ia tolak dan menjauhiku.

Ketika aku sudah duduk di kelas 1 SMA, aku masih terus memburu cintanya namun selalu saja seperti biasa tetap ditolak.  Perjuanganku terhenti ketika membaca surat yang ia kirimkan kepadaku yang menyatakan ia sudah punya pacar sejak lama, hanya saja ia tidak mau menceritakannya padaku.  Bagai petir tanpa hujan aku terkejut dan stress, aku tidak terima dengan kenyataan itu.  Sampai akhirnya aku memutuskan untuk melupakannya, meski sebenarnya benih cinta ini masih tidak lepas akar2nya.

Tahun demi tahun silih berganti, dan gadis itu pun sudah tidak di Sanggau lagi.. ia pindah ke Singkawang sekarang.  Dan aku juga sudah melupakannya karena pada saat itu aku juga sudah kuliah di Pontianak dan tidak pernah melihatnya lagi.  Namun pertemanan dengan abangnya tetap berlanjut, sehingga pada suatu ketika aku bertemu lagi dengannya di kota Singkawang.. kembali aku tak bisa menahan gejolak cinta.  Ternyata akar2 cinta yang dulu masih ada kembali mencoba untuk tumbuh di hati ini..

Setahun kemudian, kabar gembira yang kudapatkan… ternyata gadis ini kuliah ditempat yang sama dengan tempat aku kuliah sekarang.  Ya Allah… aku berfikir, apa mungkin ini kesempatan yang engkau berikan? Haruskah aku mencoba untuk menggapai cintanya lagi? Haruskah?

Akhirnya karena tidak tahan dengan perasaan cinta ini, kembali aku mencoba untuk mengungkapkan kata “Cinta” didepannya… namun seperti biasa ia tetap saja menolaknya.

Cinta datang karena terbiasa… ya mungkin saja, sejak saat itu aku selalu saja bersamanya.. aku hadir hampir setiap hari dihadapannya, kadang kutraktir makan, kubelikan ini dan itu.. semua kulakukan karena aku cinta.  Namun setiap kunyatakan cinta, ia selalu menjawab tidak untukku… Aku tak boleh patah semangat, cintaku masih menginginkannya menjadi milikku.

14 Februari 2001, sebuah kejutan yang taj terduga untukku.. disaat moment Valentine Day, hari kasih sayang ia menghadiahkanku sebuah kue besar berbentuk love.  Apakah ini artinya ia menerima cintaku? Aku sangat girang dan riang sekali… tak dapat kugambarkan betapa senangnya aku.  Namun ternyata, itu bukanlah pernyataan cinta.. ini hanya sebuah ungkapan sayang karena selama ini aku memperhatikannya. Hatiku luluh bercampur senang, karena meskipun demikian ia telah menunjukkan perasaan sayang padaku.. tak apa2 lah..

Aku terus bersamanya tanpa ada iktan apapun, kami jalan bersama dan seringkali bersama.. namun setiap kutanyakan cinta ia selalu menjawab tidak.  Apakah ini teman tapi mesra? Entahlah, yang jelas aku bisa bersamanya dan bisa melihat wajahnya setiap hari.  Cintaku seperti digantung2.. aku kebingungan, apa sebenarnya yang diinginkannya? Kalo seperti ini terus aku hanya jadi permainan hatinya saja.. aku mulai gundah.  Namun kegundahanku itu selalu saja hilang ketika ia selalu mengatakan “teruslah berjuang..”  Sepertinya ia mencoba untuk mencintaiku, ia mungkin tahu bahwa ia juga menyukaiku tetapi ia ingin memastikan benih cinta dihatinya itu apakah benar untukku.

Setahun telah berlalu, sampailah tepat di moment Valentine Day 14 Februari Tahun 2002.. seminggu sebelumnya ia mengatakan bahwa akan ada jawaban untukku.  Inilah saat2 yang kutunggu, aku tahu ia pasti akan menjawab “Ya”…  Namun ketika kami bertemu, dan saat kutanyakan tentang hal itu.. ia berkata “Maaf, selama ini aku tak jujur padamu.. sebenarnya aku sudah menyukai orang lain.”

Apaa…!!!? Aku marah dan berang saat itu.. aku kesal sekesal kesalnya!! Sampai akhirnya aku merajuk dan tidak mau mendengar kata2nya lagi.  Ia pun terkejut dan mulai pucat, ia memanggil2 ku dan berusaha mencoba mengarahkan pandanganku kepadanya. “Hei… Hei…!! Kau tahu siapa orang itu nggak ?” begitu katanya, tetapi aku tetap tidak mau menoleh.. “Orang itu adalah kau..”

Haaa….???? Aku menjadi luluh.. langsung kupeluk dan kudekap dia.. Ya Allah do’a2ku terkabul.. sebuah perjuangan yang berakhir dengan gembira.. aku senang sangat senang… hari2ku terasa bahagia semenjak ia menyatakan jadi milikku.
Itu adalah cerita 8 tahun yang lalu, cerita yang menjadi simbol dan kata mutiaraku hingga kini.. “Hidup adalah perjuangan, cinta, aral, dan kesungguhan” seperti judul di blog ku ini.. dimana maksudnya adalah untuk menjalani kehidupan ini kita melalui berbagai perjuangan, untuk mendapatkan sebuah cinta kita harus melewati segala aral yang menghalanginya dan tentunya dengan kesungguhan dan keyakinan untuk memilikinya.

Lena… itulah namanya, gadis cantik yang selalu menghiasi hari2ku.. yang ada disetiap mimpi2ku.. Kini kupanggil dia “bunda” sebutan bagi seorang ibu yang telah melahirkan anakku.  Ia kini menjadi istriku, teman hidupku yang akan kucintai selamanya… Yang berada disanpingku ketika aku sakit, yang menemani setiap malam2ku, yang selalu ada disetiap bangun tidurku.

Bunda… kupersembahkan tulisan ini hanya untukmu.. selamat hari jadi kita yang ke 8 tahun.. selamat Valentine Day.. Cinta ayah selalu untukmu..

8 thoughts on “Sepenuh Cinta Untuk Bunda… Istriku Tercinta

    bony tillmans said:
    14 Februari, 2010 pukul 7:25 pm

    Terharuu T_T

    iiN said:
    15 Februari, 2010 pukul 9:58 am

    ih so sweet.. PANTANGMENYERAH… keren..🙂

    gadihrantau said:
    9 Maret, 2010 pukul 8:15 am

    🙂

    Bie said:
    7 Februari, 2011 pukul 12:03 am

    Pengalaman yang mengharukan bang..🙂
    Aq pinjam Kata mutiaranya yah Bang..🙂
    Pengalaman abng hampir sama dengan pengalamaanku, aku ngejar cewek 10 tahun.
    N alhamdulillah Desember kemaren baru mendapatkan pengakuan cintanya.
    Tapi masih banyak lagi ternyata yang harus diperjuangkan, begitu banyak perbedaan antara aku n dia. Salah satunya tentang perbedaan aqidah..
    Makasih ya Bang, tulisannya menginspirasiku untuk tetap berjuang..
    “Hidup adalah perjuangan, cinta, aral, dan kesungguhan”

      fansmaniac responded:
      8 Februari, 2011 pukul 4:24 am

      @Bie : Hehe tnyata banyak juga yang bernasib sama ya..😀 teruskan perjuanganmu sobat semoga berhasil. Dengan cinta kita bisa persatukan semua perbedaan🙂

    idham perdameian said:
    30 September, 2011 pukul 1:57 pm

    Wah…wah…wah…. Akhirnya menjadi istri juga dengan penuh perjuangan. Mantap.

    arby nurul said:
    21 Oktober, 2013 pukul 12:27 pm

    masyaallah..
    so sweet banget..
    kisahnya hampir sama dgn yg sedang d alami🙂

    arby nurul said:
    21 Oktober, 2013 pukul 12:31 pm

    masyaallah..
    so sweet banget..
    kisahnya hampir sama dgn yg sedang sya alami🙂
    smoga keluarga abang selalu diberikan kebahagiaan hingga d akhirat kelak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s