Tawuran Pelajar dan Mahasiswa, Budaya Temurun yang Susah Dihapuskan

Posted on Updated on

Lagi2 tawuran…lagi2 tawuran, apa enaknya para remaja ini melakukan hal tersebut?  Setiap tahun ada saja korban yang mati sia2 gara2 tawuran ini.  Tawuran sudah menyeluruh, hampir disetiap sekolah dan universitas di Indonesia pasti pernah ada kasus tawuran seperti ini.  Hebatnya lagi para siswa ini membawa senjata tajam untuk “berperang” dengan tujuan yang tidak jelas.

Darah muda… darahnya para remaja, begitu kata om Rhoma.. memang benar darah muda masih mencari2 jati diri, masih labil, masih sok jago, masih suka2, dan masih merasa bahwa dirinya jiwa muda yang penuh semangat.  Tetapi kalo kita nggak jaga baik2 maka hancurlah masa depan anak2 Indonesia gara2 budaya tawuran ini.

Turun temurun

Kono katanya tawuran ini disebabkan dendam turun temurun yang berasal dari nenek moyangnya murid sekolah atau universitas dari zaman dulunya, yang akhirnya diturunkan kepada junior2 atau adik2 kelasnya.  Weleh, kalo kayak gini gk ada abisnya donk.. Ya, budaya turun temurun ini tidak memandang sebab, hal sepele bisa jadi pemicu atau bahkan nggak ada apa2 juga bisa memulai aksi tawuran ini.

Bukannya menjelekkan nama institusi pendidikan, tetapi mayoritas remaja yang suka tawuran ini berasal dari sekolah yang cenderung keras cara mendidiknya dan banyak siswa lelakinya misalnya STM.. kalo dikampus misalnya fakultas teknik atau fakultas yang keras didikannya tetapi bukan berarti ini menjadi patokan.  Aksi sok jago ini bisa dimaksudnkan untuk unjuk gigi atau pamer otot bahwa sekolah mereka lebih jago, atau supaya sekolah lainnya takut.

Berdampak pada keresahan

Menurut cerita dari teman yang pernah jadi korban tawuran, dia rela pindah keluar pulau hanya gara2 resah karena ancaman tawuran ini.  Dulu, ia pernah ditelanjangi dan dipukuli hingga akhirnya harus pulang jalan kaki dengan kaos oblong dan celana kolor.  Awalnya ketika ia naik bus kota menuju sekolahnya, ternyata mendadak disuatu jalan ada “razia” dari sekolah lain yang musuh sekolahnya.  Tak ayal lagi kawan saya diperiksa badge sekolahnya… wuih begitu tau ternyata badge nya dari sekolah musuhnya, langsung aja dipukuli ampe diturunkan paksa dari bus.  Ditelanjangi dan diambil dompetnya… apesss

Tawuran Fakultas Teknik Untan dan Fisipol 13 Maret 2010 yang berdampak

pada pembakaran gedung Bengkel Seni Fisipol

Seperti misalnya kasus tawuran mahasiswa fakultas teknik dan fisipol Universitas Tanjungpura yang terjadi 13 Maret 2010 lalu, adalah salah satu potret bahwa tawuran sudah menjadi tradisi dikalangan dunia pendidikan.  Mahasiswa dua fakultas tersebut bentrok kemarin , sekitar pukul 16.30. Tidak hanya saling pukul atau lempar, mereka juga melakukan aksi pembakaran. Yang menjadi korban adalah salah satu gedung FISIP.  Seorang mahasiswa FISIP, Abanus, menjelaskan bahwa tawuran itu sebenarnya berlangsung sejak dua hari terakhir. Pemicunya adalah pemukulan terhadap mahasiswa fakultas teknik pada waktu sebelumnya. Semua saling merasa sok jago dan merasa kuat.. bila seperti ini mau dibawa kemana masa depan bangsa kita? Di jalan mereka berteriak seolah pahlawan bagi rakyat, tetapi di kampus mereka saling melempar batu karena hanya masalah sepele…

Tawuran ini akhirnya berdampak pada keresahan, dan ada yang lebih gila lagi kaum cewek pun bisa jadi ajang pelecehan gara2 tawuran ini. Ck ck ck ini sih sudah tindakan kriminal… tapi tawuran tidak akan pernah selesai, tetapi mungkin bisa selesai apabila :

  • Ada satu generasi/angkatan disekolah yang bertikai menggelar reformasi untuk berdamai sehingga dari satu generasi ini akan meneruskan ke junior dibawahnya sehingga terjadi masa pemutus pertikaian.
  • Mengadakan acara bersama antar sekolah seperti ajang seni dan bakat, atau pelatihan dan seminar bersama, tidak mengadakan kegiatan yang bersifat kompetensi misak tanding sepak bola dsb ini akan memacu perkelahian juga.
  • Dan kegiatan persahabatan lainnya yang bersifat kerjasama, bukan kompetensi.

Masih banyak jalan lainnya, misal dari sekolah memberikan tata tertib bagi siswa yang terlibat tawuran akan dikeluarkan dari sekolah, mengadakan pengawasan yang ketat saat siswa diluar sekolah.  Selain dari itu orang tua juga harus benar2 mengawasi tingkah laku dan pergaulan anaknya.

Ingatlah bahwa kekerasan tidak akan memberi manfaat apapun, tekun belajar dan raih masa depan.. lihat tuh makin banyak pengangguran, hati2 anda bakal jadi listing tambahan untuk pengangguran berikutnya bila tidak belajar dengan benar.

Stop tawuran… stop kekerasan… !!

31 thoughts on “Tawuran Pelajar dan Mahasiswa, Budaya Temurun yang Susah Dihapuskan

    Nurita Putranti said:
    14 Maret, 2010 pukul 11:47 pm

    pelajar n mhs malah menjurus ke premanisme pdhl kan gak ada jurusan itu:mrgreen:

      fansmaniac responded:
      15 Maret, 2010 pukul 7:29 am

      @nurita: iya juga sih gk ada di jurusan, tetapi kalo gk salah ada ekstrakulikulernya tuh di Opspek he

    julianusginting said:
    15 Maret, 2010 pukul 2:16 am

    ya…namanya juga emosi yang masih labil jadi sedikit tersulut langsung emosi….

      fansmaniac responded:
      15 Maret, 2010 pukul 7:44 am

      @julianusginting: ya, itulah… tentunya itu semua ada penyebabnya yaitu budaya kekerasan yang masih ada didunia kampus seperti misalnya Opspek, mengajarkan loyalitas dan kesetiakawanan yang berdampak negatif yaitu salah sedikit main keroyokan..

    lalangsenja said:
    15 Maret, 2010 pukul 4:22 am

    Tapi tawuran model sekarang datang karena provokasi..

    Salam kenal🙂

      fansmaniac responded:
      15 Maret, 2010 pukul 7:46 am

      @lalangsenja: bukan hanya provokasi, tetapi didikan yang tidak baik dari senior2nya, salam kenal juga mbak

    Reza Fauzi said:
    15 Maret, 2010 pukul 5:49 am

    jadi malu nih saya

    andry sianipar said:
    15 Maret, 2010 pukul 7:10 am

    Salam super-
    salam hangat dari Pulau Bali-
    wah,, sebaiknya yang paling bertindak tegas adalah para orang tua ya…

    Blogger Ceria said:
    15 Maret, 2010 pukul 7:40 am

    wah parah banget sampe bakar-bakaran..

    Rudini Silaban said:
    15 Maret, 2010 pukul 8:24 am

    sungguh sangant ironis apabila tawuran dilakukan oleh para kaum intelektual,mahasiwa pada khususnya…

    mau jadi apa negara ini kelak,klo para penerus bangsa doyan tawuran ???

    hehehehe…………

      fansmaniac responded:
      15 Maret, 2010 pukul 4:50 pm

      @rudini: setuju bro, anak sekareang sok jago aja urusannya
      @dadang: pelajar preman kali yang suka tawuran kang hehe
      @vulkanis: semoga saja segera terhapus gk berbekas he

    Dangstars said:
    15 Maret, 2010 pukul 9:28 am

    Pelajar apaan kalo suka tawuran yah ?

    Vulkanis said:
    15 Maret, 2010 pukul 9:29 am

    Semoga budaya itu dapat terhapus

    harikuhariini said:
    15 Maret, 2010 pukul 1:06 pm

    Hehe, jd ingat waktu ospek di ajarin demo..

    Yg namanya budaya memang susah dihapuskan pak.

      fansmaniac responded:
      15 Maret, 2010 pukul 4:52 pm

      @harikuharini: betul, sudah membudaya sangat sulit demikian pula budaya korupsi dan mafia hukum kecuali ada generasi yg mau mereformasi.
      @deq: wahaha betul tiap ari abis bangun dirusakin lagi

    searchthetruth said:
    15 Maret, 2010 pukul 4:11 pm

    kekerasan tidak akan menghasilkan apapun kecuali kerugian…

    d.e.q said:
    15 Maret, 2010 pukul 4:28 pm

    Berarti itu yang perlu dibinasakan adalah ideologi tawurannya. Kasian negara, nambah kacau n rugi. Ga kembali modal *lohh?*

    muhammad zakariah said:
    15 Maret, 2010 pukul 4:55 pm

    sebenarnya sy heran juga dgn mahasiswa2 itu.. yg diajarkan dosen2nya apa sih?? ilmu preman apa ilmu tawuran… aneh bgt.. fasilitas kampus yg dibangun capek2 dgn biaya mahal dirusak jg. gimana nasib generasinnya ntar yg gunain kampus itu??? mahasiswa intelektual kok rusuh.. gimana nanti klo udh jadi pejabat?? hancurlah negara ini dengan kepemimpinan preman.. sekali lagi tawuran gak ada gunanya.. hanya merusak dan melukai diri sendiri.. mending orng2 itu yg masih bermental preman dan pengen tawuran lagi langsung didaaftarkan aja jadi relawan di afganistan buat perang lawan israel.. biar bakatnya tersalurkan..😀

      fansmaniac responded:
      15 Maret, 2010 pukul 7:03 pm

      @muhammad zakariah: sepertinya sudah di doktrin sama senior2nya yang preman tuh

    Yari NK said:
    16 Maret, 2010 pukul 2:37 am

    Yang saya bingung itu… pelajar dan mahasiswa di negeri ini sepertinya banyak yang ahli dalam tawuran, tapi anehnya jikalau disuruh menjadi petarung profesional di gelanggang olahraga jadi nggak becus! Coba deh… mereka yang punya bakat tawuran, bisa nggak tuh membawa pulang nama harum negara dengan membawa pulang medali (kalo bisa emas) di bidang2 olahraga beladiri. Kan jadi positif bukan?? Daripada tawuran di jalan yang nggak jelas… hehehe…

    Mas Ben said:
    17 Maret, 2010 pukul 2:21 am

    Ya akhirnya sebuah kewajaran bila sarjana sekarang sulit mendapatkan lahan kerja. Usernya takut pabriknya diacak-acak sama eks mahasiswa brutal ya hehehhe🙂

    Ulasan yang menarik.

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

    aldy said:
    17 Maret, 2010 pukul 12:09 pm

    Saya malah bingung ini mau sekolah atau mau tawuran ?
    Seharusnya ada pengetatan dari sekolah dan tindakan yang tegas dari aparat keamanan.

    redesya said:
    17 Maret, 2010 pukul 12:12 pm

    di tempat aku sering terjadi tawuran kak…, semoga tawuran tida jadi budaya lagi deh..🙂

    salam kenal🙂

      fansmaniac responded:
      17 Maret, 2010 pukul 12:37 pm

      @redesya: wah budaya yang tidak bagus tuh, susah menghilangkannya kecuali ada generasi baru yang pro damai… salam kenal juga

    sulaiman said:
    22 Maret, 2010 pukul 1:44 am

    Kalau demo dan tawuran tujuannya tidak jelas untuk apa ikut-ikutan. Apakah tidak ada cara/metoda yang lebih baik dan lebih terhormat? Mengapa harus memaksakan pendapat? mengapa harus dengan kekerasan? Bisakah generasi mendatang membina budaya diskusi dan dialog dengan sehat tanpa kekerasan?

    SURYA said:
    15 Juni, 2010 pukul 2:43 am

    yuhk teman-teman mahasiswa, qt tawuran ideologi dan kreativitas.. itu mungkin lebih bermanfaat dan tidak menyakitkan fisik. Apa yang terjadi akan negeri ini jika otot lebih berkuasa daripada otak.

    salam revolusi ideologi.

    manwa http://www.blogger.com/profile/16264212381363156637 said:
    29 Agustus, 2010 pukul 8:30 am

    parah

    munawar said:
    24 Maret, 2011 pukul 12:07 am

    kenapa ini terjadi
    mari kita tanamkan pelajaran karakter dan budaya bangsa

    majesty said:
    15 Agustus, 2011 pukul 1:28 am

    koment kalian semua tu merampot…… sok bijak,kalau kalian dposisi mahasiswa yg bertikai psti ikut jga dlm tawuran….. jgn sok sokan menyalahkan kelompok tertentu…. pikir dirimu sendiri apa yg udah dikasi ke negara……. dkasi pangkat tinggi juga akhirnya2 korup….. \m/

      fansmaniac responded:
      22 Agustus, 2011 pukul 4:09 pm

      Coba tebak gara2 apa bertikainya ? Pastinya urusan ego dan sesuatu yg gk penting dan dibesar2kan. Cuma ingin menunjukkan siapa yg paling kuat dan sok jago.. itu inti utamanya. Anda sendiri apa yg sudah diberikan kepada negara? baik, mgkn kalo kita berada di posisi mahasiswa jg ikut tawuran dan skrg sy balik tanya coba anda di posisi orang yang berpangkat tinggi, sy yakin anda jg ikut korup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s