Guru di Kalbar Masih Belum Tersebar Rata

Posted on

Pagi ini aku membaca koran, sudah lama rasanya tidak mencari informasi melalui koran.. maklum uda beberapa bulan ini aku sibuk berbagi informasi di blog ku ini dengan postingan2 baru.  Teringat setahun yang lalu ketika menjadi Tim Pengawas Independen (TPI) di Ujian Nasional aku mengawas di daerah pedesaan di tengah2 provinsi Kalbar dan datang kesebuah SMKN satu2nya di daerah itu.. SMKN 1 Sengah Temila Kabupaten Landak Kalbar. Disana guru yang ada dan mengajar mata pelajaran tertentu sangat kurang, anehnya ketika penerimaan CPNS baru mereka justru tidak kebagian guru sama sekali.  Dan selain itu seorang guru andalan mereka yang selama ini diharapkan dapat menjadi PNS di daerah itu justru lulus di kabupaten lain.

Saya pun bertanya, kenapa kok guru itu melamar CPNS di kabupaten lain? bukankah dia sudah lama menjadi honor di sekolah ini?  Tentu saja masalah kepastian kerja, siapa saja tentu lebih memilih peluang lain yang lebih menjanjikan dibandingkan pengabdian yang belum tentu dihargai dengan menjadi PNS di sekolah itu.  Ternyata pada saat penerimaan CPNS, lowongan untuk si guru itu tidak ada di kabupaten ini.. justru yang ada di kabupaten lain, maka ia pun bergegas melamar ke sana dan ternyata lulus.

Akhirnya, sekolah itu menjadi kekurangan guru dan harus kembali mencari honorer baru yang kualitasnya belum tentu sama dengan guru yang selama ini mengabdi di sekolah mereka.

Fakta lain adalah, ternyata tenaga guru di perkotaan kelebihan… sedangkan di pedesaan/daerah sangat kekurangan.  Hal ini disebabkan karena gaya hidup, di kota semuanya serba lengkap dan alasan lain adalah dekat dengan keluarga mereka.  Maka tak heran kebanyakan guru berbondong2 pindah dan menetap di perkotaan, kalo di daerah kebanyakan guru hanya sebentar dan sudah minta pindah.

Masyarakat Daerah kembali Ke Daerah

Sepertinya makna pengabdian masih belum melekat dihati masyarakat kita, guru2 muda saat ini cenderung takut berada di lokasi yang jauh, terpisah dari keluarga atau pasangan mereka.  Tetapi itulah faktanya, hal ini tidak bisa disalahkan karena itu adalah hal lumrah dan pasti dirasakan oleh semua orang.  Saya sendiri juga nggak mau kerja jauh2 meninggalkan keluarga dan anak istri, pengabdian bisa saya buktikan tanpa harus ditempatkan di lokasi yang jauh.

Lalu kalo terus2an seperti ini bagaimana bisa guru tersebar dengan merata?  Langkah yang bisa diambil oleh pemerintah daerah adalah mendata guru honor yang ada dan data guru bidang studi yang kurang didaerahnya masing2.  Sehingga pada saat penerimaan PNS baru guru2 honor dan guru yang berpotensi didaerah tersebut bisa terserap menjadi pegawai tetap.

Artinya…berdayakan putra/putri daerah dan buat lowongan kerja bagi guru honor asli daerah tersebut.  Maka permasalahan kurangnya guru didaerah sedikitnya bisa teratasi, tinggal bagaimana mengantisipasi kekurangan guru didaerah terpencil.  Masalah kualitas? Saya rasa ini tidak bisa dijadikan alasan, guru tersebut masih bisa mengembangkan potensinya lagi dengan sekolah atau kuliah lagi.  Ketika dia masih menjadi guru honor saya rasa ia akan berfikir panjang untuk melanjutkan kuliah karena masalah kepastian dan juga biaya.

Yah itu hanya sekedar pendapat, tetapi apalah daya semua tergantung pemerintah daerah masing-masing.. dan tergantung potensi yang ada didaerah tersebut.. majulah dunia pendidikan Indonesia.

Jumlah Guru Di Kalbar

Guru Negeri                   :  36.375 orang

Guru Honor                   :     3.070 orang

Total Guru :   39.428 orang

Jumlah Ideal Tenaga Guru :  48.160 orang

Kekurangan :     8.898 orang

Guru Honor di Sekolah Negeri :  14.875 orang

Guru Non PNS               :   15.455 orang

Kelebihan Guru di Perkotaan :  9.241 orang

Kebutuhan Guru di Sekolah Swasta :  16.202 orang

Sumber Data : LPMP Prov. Kalbar 2010


21 thoughts on “Guru di Kalbar Masih Belum Tersebar Rata

    Fikar said:
    31 Maret, 2010 pukul 11:10 am

    turut prihatin buat pendidikan di Indonesia. Mudah2an semakin lebih baik. Blog walking sore,,,,, ditunggu di blog awak

      fansmaniac responded:
      31 Maret, 2010 pukul 5:21 pm

      @Fikar : Yo i bro, ntar gw jalan2 kesono he

      maulana15057 said:
      20 November, 2012 pukul 2:03 pm

      boleh jg ne lowongan.. k betulan bru lulus

    d.e.q said:
    31 Maret, 2010 pukul 12:39 pm

    KEDUAXXX ..
    Wah, ayas mau daftar kerja di Kal-Bar. Tapi sayangnya Ayas masih SMA kelas XI. Enaknyo, bisa ngerasain mudik😀

      fansmaniac responded:
      31 Maret, 2010 pukul 5:22 pm

      @deq : Haha yang bener? yang penting belajar yg rajin dan kejar cita2… lowongan kerja selalu siap he

    sawali tuhusetya said:
    31 Maret, 2010 pukul 2:10 pm

    kesenjangan mutu pendidikan yang terjadi antardaerah agaknya disebabkan formasi guru yang tidak seimbang, mas. memang benar, perlu ada upaya serius dari para pengambil kebijakan utk memperhatikan kesenjangan semacam ini.

      fansmaniac responded:
      31 Maret, 2010 pukul 5:23 pm

      @sawali : makasih sarannya pak, yah begitulah pada kenyataannya

    bidansmart said:
    31 Maret, 2010 pukul 11:21 pm

    wah….ribuan jumlah kekuarangan gurunya…miris untuk kemajuan pendidikan generasi di kalbar

      fansmaniac responded:
      1 April, 2010 pukul 5:45 am

      @bidansmart : entahlah bu bidan, tapi begitu kenyataannya

    Rudini Silaban said:
    1 April, 2010 pukul 8:01 am

    setelah membaca berita seperti ini kita akan bertanya dana APBN yang 20 % untuk pendidikan dikemanakan??

    sungguh sangat ironis,kalau kita telusuri bahwa untuk daerah2 yg pedalaman tenaga pengajar sangt minim..
    bagaimana mau cerdas kalau gurunya masih sedikit???

      fansmaniac responded:
      1 April, 2010 pukul 8:21 am

      @Rudini : Begitulah sob, entah saya pun bingung juga..

    Dangstars said:
    1 April, 2010 pukul 9:06 am

    Wah….pindahin aja semua masyarakatnya ke kota …
    He..he..he

    rose said:
    1 April, 2010 pukul 11:16 am

    kebanyakan jarang mau ditempatkan di pedalaman ya?? emang zaman sekarang ini sebuah pengabdian kadang menjadi sesuatu yg langka…😦

    Iman79 said:
    7 April, 2010 pukul 3:48 am

    yang jelas sememnjak otonomi daerah ini penempatan guru terkadang tak sesuai dengan harapan, karena yang memutuskan itu adalah PEMDA, erbeda ketika masih pola terpusat, SK langsung ke sekolah yg bersangkutan tak dapat bergerak ke mana mana.
    rasa pengabdian sseorang guru sudah mulai pudar mungkin motivasi dan daya juang sekarang berbeda, pendikhotomian putra daerah atau bukan terkadang membuat lupa dengan pengabdian yang harus di junjung tinggi seolah olah sekarang ini guru ingin mengajar di tepi rumahnya saja dengan anggapan putra daerah yang sempit

    deni hendrian said:
    25 April, 2010 pukul 1:08 pm

    benar-benar sangat ironis kekurangan guru padahal masih banyak calon guru-guru baru keluar dari perguruan tinggi itu yang siap mengajar termasuk saya juga, saya sangat terharu dengan info seperti ini, kalau saja ada yang membantu saya siap mengabdikan diri menjadi guru walaupun di pedalaman, siapapun yang membutuhkan guru khususnya pendidikan agama islam saya siap mengabdi hub. saya di email denshendrian@yahoo.co.id

      fansmaniac responded:
      26 April, 2010 pukul 5:40 am

      @deni hendrian : smoga pemerintah mendengar semangat rakyatnya yang siap mengabdi…

    Iman79 said:
    23 Agustus, 2010 pukul 12:11 pm

    kalau kita kaji lebih dalam kebutuhan guru di indonesia di kalbar khususnya sampai tahun kapan pun akan terus kurang dan kurang bai secara jumlah maupun sesuai dengan mata pelajaran, terkadang secara jumlah sudah cukup tapi jika di pilah sesuai dengan meta pelajaran masih banyak kekurangan guru, moga data yang di berikan itu tidak hanya perimbangan jumlah sekolah dengan jumlah guru, karena di daerah terpencil akan terus kekurangan guru jika pemerintah daerah tidak memperhatikan guru guru yang ada di daerah terpencil dengan memberikan tunjangan kemahalan dan tunjangan kesehatan serta transportasi. gaji yang sama akan menuntut usul pemindahan guru dari daerah ke kota, belum lagi jika di tuntut dengan jumlah jam sertifikasi bagi guru yang ada di daerah terpencil sampai kapan pun tak akan menikmati gaji sertifikasi, karena yang jelas sekolah di daerah itu hanya sekolah sekolah kecil untuk dapat 24 jam sesuai dengan mata pelajaran yang di ampuh bak panggang jauh dari api. maka dari itu setiap daerah seharusnya menyusun sebuah formulasi agar guru tetap betah mengabdi di daerah daerah terpencil, kalau untuk di kota saya yakin tak akan menemukan kesulitan kekurangan guru bisa di ambil tenaga honorer. tapi yang di daerah dengan tuntutan kualitas pendidikan oleh pemerintah yang sama apa mungkin dapat tercapai

    Jon hasmika said:
    20 November, 2010 pukul 8:15 am

    Wahh saya cukup perihatin juga dengan perkembangan pendidikan di kalbar. kalau saya di butuhkan saya siap menyumbangan tenaga untuk menjadi guru SMKN Kalbar pada daerah terpencil tetapi dengan syarat langsung di angkat jadi CPNS saya sarjana Teknik Mesin memiliki Akta IV untuk lebih jelas bisa hub saya No Hp : 081366488800.

    Wasalam

    Jon Hasmika, ST.

      fansmaniac responded:
      29 November, 2010 pukul 1:04 pm

      @Jon : Pak Jon, trima kasih. kebetulan di Kalbar sedang pembukaan CPNS, silahkan mendaftar segera pak

    ASEP SETIA NUGRAHA,S.PdI said:
    15 Desember, 2010 pukul 9:07 am

    saya asep setia nugraha lulusan S1 PAI akta IV,apabila ada lowongan guru PAI saya siap mengabdi disekolah yang kurang guru hubungi saja ke no HP 081322506504

    Daud hasibuan said:
    3 Januari, 2011 pukul 1:00 pm

    Saya daud hasibuan.S1.SPD.akta IV. Jurusan ips.kalau ada yg membutuhkan guru.saya siap ditempatkan dimana saja.hub.08561826838. jakarta barat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s