Andom, Orgil legendaris Kota Sanggau

Posted on Updated on

Di sebuah terminal bus yang tidak begitu ramai lagi, terlihat sosok lusuh dengan pakaian seragam berwarna coklat lengkap dengan topi seperti yang dikenakan polisi.. Adalah Andom, seorang lelaki tua berkumis tebal dan berjalan terseok-seok yang biasa mondar mandir di terminal Bus Sanggau.  Sesekali tampak ia berbicara sendiri dan kadang tertawa tanpa sebab.

Benar, ia memiliki gangguan jiwa alias “orgil”…. Tetapi ia tidak menganggu orang disekitarnya, tidak telanjang sembarangan, dan tidak membuat ulah yang aneh layaknya orang gila pada umumnya.  Tidak jelas kapan ia mandi dan tidur dimana, asal usulnya juga tidak diketahui… dimana keluarganya dan darimana asalnya.  Andom sudah dikenal masyarakat Sanggau sejak lama, para pemilik ruko disekitar terminal bus Sanggau lah yang seringkali memberinya makan.  Ia rajin memunguti sampah di lingkungan terminal dan terkadang berakting layaknya polisi yang sedang mengatur lalu lintas.

Anak-anak disekolahku seringkali menjadikan nama Andom sebagai bahan ejekan, terlepas dari hal itu nama Andom semakin dikenal masyarakat Sanggau…bukan sebagai politisi, bukan siapa-siapa, tetapi ia dikenal sebagai Orgil yang tidak menganggu dan membersihkan sampah disekitar terminal.  Andom makan dengan teratur, setiap siang ia duduk disalah satu bangku warung disekitar terminal bus sambil membawa sebuah mangkok plastik biru dan sepasang sumpit.  Warga disekitar memberinya mie instan ataupun nasi sebagai sedekah untuknya.

Setiap hari Kamis, nampak Andom selalu mendatangi Mesjid besar yang berada di Kelurahan Beringin… ternyata kedatangannya adalah untuk menunaikan sholat dan mengikuti tarekat Qadriyah Wannaqsabandiyah yang memang rutin dilaksanakan di Mesjid itu waktu dulu.  Anehnya Andom tidak berani masuk dan sholat bersama didalam mesjid, dia hanya duduk didepan pintu mesjid dan sholat disitu.. sepertinya dia sadar bahwa baju dan dirinya kotor.  Bila diajak berbicara ia malah mengoceh aneh dan tidak dimengerti.. ya jelas aja orgil sih.

Tidak diketahui bagaimana sejarahnya ia bisa menjadi kurang waras, erat hubungannya mungkin ia gagal menjadi tentara atau polisi sehingga stress.  Kini, masyarakat Sanggau tinggal mengenang dirinya… karena ia sekarang telah pergi untuk selamanya.  Andom tewas tertabrak sebuah mobil box yang melintas dengan laju disaat ia sedang menyeberangi jalan besar didepan pasar Sentral Sanggau (10/4/2010)

Tidak tahu persis kronologis kejadiannya, menurut saksi mata ia hendak menyeberangi jalan besar tersebut kemudian sebuah motor sedang laju melintas dan berusaha menghindarinya.. selamat dari elakan motor dari arah belakang muncul mobil box yang sudah tidak dapat menghindari langsung melindas tubuhnya.

Tidak ada yang istimewa darinya, tetapi masyarakat Sanggau banyak mengenal nama Andom.  Selamat jalan semoga engkau mendapat tempat yang layak di sisi Nya.

http://www.fansmania.wordpress.com

33 thoughts on “Andom, Orgil legendaris Kota Sanggau

    drummerfan said:
    9 April, 2010 pukul 10:17 pm

    Sanggau tu mana pak?
    sama seperti di kota kelahiran saya dulu di Tulungagung ada orgil bernama Sali yg cukup fenomenal🙂

      fansmaniac responded:
      10 April, 2010 pukul 3:23 am

      @drummerfan : Sanggau itu salah satu kabupaten di Kalimantan Barat sob, kota kecil namun sejuta makna bagi saya hehe… Oh ternyata Orgil emang kadang menjadi sosok yang fenomenal juga ya?

    Amrin Zuraidi Rawansyah said:
    10 April, 2010 pukul 2:24 am

    Innalillahi wa innalillahi rojiun…

    Saya sedang tidak berada di Sanggau. Jadi, perkembangan terkini saya kurang tahu. Khusus tentang alm. Andom, saya baru mengetahui dari blog Bung Irfan.

    Betapapun, sosok almarhum termasuk salah satu inspirasi dalam novel Naga Berkacamata dari Tembok Pasar yang sedang saya garap. Sebagai warga negara kelurahan Beringin, semasa tinggal di Sanggau, tidak ada hari tanpa melihat sosok almarhum. Malah, waktu sekolah, terasa tidak lengkap menjalani hari tanpa melihat sosok almarhum. Menurut saya dan kawan-kawan, boleh saja orang Sanggau tidak mengenal Bupati, anggota DPR Sanggau dan semua pejabat lainnya, namun mereka pasti tahu siapa Andom.

    Terima kasih atas info tentang almarhum. Pekan depan saya ke Sanggau. Saya akan cari tahu lebih persis.

      fansmaniac responded:
      10 April, 2010 pukul 3:24 am

      @Amrin : Iya sob, saya pun persisnya tidak tahu pasti karena saya hanya mendengar cerita adik saya yg kebetulan kerja dekat dengan Tempat Kejadian Perkaranya… saya ingat dulu ia sering datang ke mesjid.. saya pernah memberinya sebuah pisang dan segelas air putih saat sedang mendengar ceramah di mesjid..

    KD said:
    10 April, 2010 pukul 5:22 am

    Mantap nih artikelnya 😛

    Dangstars said:
    10 April, 2010 pukul 5:23 am

    Wah..wahhhh
    Asik juga dinikmati artikelnya

    Dangstars said:
    10 April, 2010 pukul 5:25 am

    Awardnya akan dijemput dalam tahapan berikutnya,,
    thanks again
    Salam sukses selalu
    Dan
    Selamat ulang tahun blognya

      fansmaniac responded:
      10 April, 2010 pukul 12:59 pm

      @Dangstar : Monggo, gpp kok kang.. saya kira kang dadang lupa hehe

    donutz said:
    10 April, 2010 pukul 1:56 pm

    salut bang. ndak nyangka bisa buat postingan ttg andom. hehehehe

    ane juga ada dengar kabar itu dr temen,

    btw, adek abang yg kerja dekat situ tu sape bg ?? irine bkn ?

    Sawali Tuhusetya said:
    10 April, 2010 pukul 2:13 pm

    andom, hmmm … jadi inget waktu kecil dulu di kampung halaman. namanya mbah soma, yang juga dikenal sebagai orgil, yang ndak kuat menanggung derita setelah dia dicap sebagai antek komunis masyarakat di kampungnya sendiri.

    fansmaniac responded:
    10 April, 2010 pukul 2:24 pm

    @Donutz : Iya betul, adik sy namanya irine… kenal ya?
    @Sawali : Sebenarnya orgil adalah contoh bagi kita bahwa hidup ini sangat keras… bila kita tidak dapat mnahan dan sabar maka software kita akan eror sehingga jadi orgil deh😀

    delia4ever said:
    10 April, 2010 pukul 4:28 pm

    Dari seorang orgil kita bisa mengambil suatu makna..
    ketika dia mendatangi mesjid , suatu rutinitas disebalik fungsi otak yg sudah tidak normal…

    Siapakah yang menggerakkan dia ? ….

    teman lia ada yg buat thesis tentang orang gila,, bnyak hal2 menarik yg bisa kita ambil sebenarnya…

    Beliau mendapatkan tempat yang lain disisi Allah SWT

    muhammad zakariah said:
    10 April, 2010 pukul 5:00 pm

    subhanallah.. ternyata walau gak waras dia sholat jg yah.. apalagi dia sholatnya gak didalam masjid dan hanya dkt pintu krn sadar dgn kebersihan.. semoga diterima di sisiNya.. amin.😀

    fansmaniac responded:
    10 April, 2010 pukul 6:31 pm

    @Delia : Iya, makanya orgil yang satu ini cukup fenomenal di kampung halaman saya… dia tidak menganggu dan tidak “nganeh” kayak orgil pada umumnya.. Dia bahkan seperti staff kebersihan sukarela di terminal bus

    @muhammad Zakariah: Ya, mungkin sisi baiknya yang mendorong ia tetap rutin ke mesjid utk sholat

    U-marr said:
    10 April, 2010 pukul 7:32 pm

    wahh, saya jarang nih menemukan orgil seperti andom, kalo disini orgilnya bener-benr kagak waras…

    dan selamat jalan yah andom, semoga diterima disisinya. amien🙂

    Abu Ghalib said:
    10 April, 2010 pukul 11:50 pm

    semoga tenang di sisiNYA

    Siti Fatimah Ahmad said:
    11 April, 2010 pukul 12:11 am

    Assalaamu’alaikum

    Hadir di pagi hari untuk mengucapkan selamat berlibur di hujung minggu dan didoakan sihat juga bahagia selalu.

    Mudahan kita selalu ingat akan setiap perkara yang boleh menjadi ingatan dan pesan buat semua.

    Salam hangat penuh ceria dari saya di Sarikei, Sarawak.

      fansmaniac responded:
      11 April, 2010 pukul 3:51 am

      @Siti Fatimah : Waalaikumsalam Doa yang sama disampaikan pula kepada bunda… semoga selalu sehat dan bugar dalam menjalani aktivitas amiin

    iiN said:
    11 April, 2010 pukul 5:54 am

    wah cerita yang mengharukan..

    sunflo said:
    11 April, 2010 pukul 6:41 am

    aq jga punya tokoh orgil legendaris di desa, fans… di wonogiri sana…. semenjak aku kecil hingga aku dewasa dia masih hidup… ga tau sekarang ini…😦
    org2 menamainya Pekok (gila-dlm bhs jawa) … sebenernya dia baik dan ga suka ganggu org kecuali kalau org2 ganggu dia duluan…

      fansmaniac responded:
      12 April, 2010 pukul 10:51 am

      @sunflo : iya, tiap daerah pasti ada sosok orang seperti ini.. dan kadang menjadi fenomenal

    Fikar said:
    11 April, 2010 pukul 7:13 am

    T_T kasian Andom. Mudah2an sholatnya bisa menolongnya di akhirat kelak, meski sebetulnya kewajiban sholat atas dia udah ga ada lagi.

    Asop said:
    11 April, 2010 pukul 1:42 pm

    Innalillahi wainnailaihi raji’un…😦

    bidansmart said:
    11 April, 2010 pukul 4:59 pm

    postingan yang uniq dan menyentuh…banyak orang yang tidak peduli dengan nasib para tokoh orgil…tapi disini seorang andom menjadi pembahasan utama…mereka adalah manusia layaknya kita dan punya hak yang sama pula…saya sering sedih ngeliat orang-orang gila di jalanan….semoga andom2 berikutnya mendapat rahmat kesembuhan untuk kembali hidup normal

      fansmaniac responded:
      12 April, 2010 pukul 6:50 pm

      @bidansmart : orgil yang satu ini agak istimewa bu bidan dia banyak menolong dan suka ke mesjid

    Free Download Scripts and Source Code said:
    12 April, 2010 pukul 12:30 pm

    wkwkwk..
    ada ada aja ni orgil…

    asal-klik said:
    12 April, 2010 pukul 12:44 pm

    mantab bro…

    aldy said:
    12 April, 2010 pukul 5:38 pm

    Saya pernah beliau ini di depan penginapan Narita Sanggau.

      fansmaniac responded:
      12 April, 2010 pukul 6:23 pm

      @aldy : Oh ya?? berarti mas Aldy juga asal kalbar ya? wah saya gk tahu hehe

    minniemine said:
    24 April, 2010 pukul 7:39 am

    hm orgil teladan🙂

      fansmaniac responded:
      24 April, 2010 pukul 6:20 pm

      @Minniemine : wush masa’ kita harus ikutan jadi orgil? hehe ngerti, maksudnya tingkah lakunya yang perlu kita teladani bukan? betul mbak, orang waras aja belum tentu mau menjaga lingkungannya ya..?

    FANS OF FRANS said:
    18 Agustus, 2010 pukul 7:54 am

    Salam Jumpa Kembali

    ade arya muhardi said:
    12 Februari, 2011 pukul 6:56 am

    keren banget partekelnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s