Memberantas Kemiskinan dengan Pendidikan dan Wirausaha

Posted on

“Misi kami nanti bila menjadi Pemimpin Negara adalah memberantas kemiskinan, karena biang akar permasalahan kesejahteraan hidup dinegara kita adalah kemiskinan..!!” begitu kata para calon Presiden ketika berorasi saat kampanye PEMILU.

Tapi apa faktanya ? negara kita masih relatif hidup miskin.  Memang perlu diakui untuk mensejahterakan 200juta lebih masyarakat Indonesia bukanlah gampang dan bisa ditempuh dengan satu periode kepemimpinan Presiden saja, mantan presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun saja masih belum bisa mengatasi permasalahan miskin ini.

https://i2.wp.com/www.budibach.com/home/images/stories/gallery/Sekolah%20dan%20Banjir.jpgSelama ini pemerintah hanya memfokuskan pada lapangan kerja dan perekonomian saja, padahal itu hanya akan memperbaiki sedikit kesejahteraan hidup masyarakat kita.  Memang betul, penyebab utama kemiskinan adalah kurangnya pendapatan rakyat untuk mencapai kebutuhan hidupnya.  Tetapi sebenarnya faktor utamanya adalah Pendidikan dan Wirausaha (Enterpreunership) yang dapat mengangkat derajat kemiskinan bangsa kita.

Untuk apa buat lapangan kerja sebanyak-banyaknya bila SDM masyarakat kita masih kurang, dan rata2 pekerjaan yang tidak membutuhkan skill tentunya akan digaji lebih rendah.  Data Departemen Tenaga Kerja menyebutkan masih banyak lowongan kerja yang terbuka namun kosong pelamarnya, karena kualifikasi untuk ke lowongan tersebut sangat minim dan tidak ada.

Penyebab utama kemiskinan di negara kita diantaranya yaitu :

  1. Banyak pengangguran, baik yang sarjana maupun non sarjana
  2. Bekerja ditempat yang tidak sesuai dengan bidangnya,
  3. Pekerjaan tidak tetap, banyak perusahaan yang menggunakan sistem Out Sourching membuat banyak hak pekerja termasuk gaji yang diminimalisir
  4. Pembangunan tidak merata, ini jelas menghambat kemajuan suatu daerah sehingga taraf kehidupannya pun tidak maju-maju terutama pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan pemanfaatan SDA yang ada didaerah itu
  5. Penyebaran masyarakat yang tidak merata, padatnya suatu daerah akan berdampak pada perebutan lapangan kerja, penyempitan peluang usaha bila suatu usaha sudah menjamur, peningkatan kriminalitas, dan banyak dampak lainnya
  6. Kebijakan pemerintah yang tidak tepat, kenaikan tarif dasar listrik akan menaikkan harga produk yang bekerja menggunakan listrik, kenaikan harga BBM akan menaikkan produk yang menggunakan BBM termasuk untuk angkutan produknya,

Pendidikan dapat meningkatkan derajat hidup seseorang, karena pola fikir yang meningkat akan membuatnya berfikir lebih sehat untuk memperbaiki taraf hidupnya.  Mungkin beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah diantaranya :

  1. Mewajibkan dan menggratiskan sekolah, pendidikan adalah tanggung jawab negara sehingga tidak ada alasan untuk tidak menyekolahkan seluruh rakyatnya mulai dari miskin sampai kaya semua wajib sekolah, tidak ada yang mengamen dan menjadi gelandangan di jalan.  Gratis disini dalam artian menyeluruh, dari seragam, buku, hingga tas dan sepatu
  2. Beasiswa tepat sasaran, berikan beasiswa bagi siswa miskin dan siswa berprestasi..
  3. Tunjangan siswa yang miskin, banyak siswa miskin harus berhenti sekolah karena membantu orang tuanya mencari nafkah, di negera maju seperti Malaysia siswa miskin mendapat tunjangan hidup sehingga bisa membantu kebutuhan hidupnya
  4. Sosialisasi kebutuhan pekerjaan, seharusnya pemerintah mensosialisasikan kepada siswa yang akan lulus bahwa kelak mereka perlu sarjana ini dan itu, sehingga para siswa dimotivasi untuk melanjutkan kuliah dibidang itu dan tidak melenceng dari kebutuhan..dengan demikian tidak ada sarjana menganggur gara2 gelar sarjananya tidak ada lowongan
  5. Mendidik masyarakat untuk berwirausaha, mengaktifkan kembali pelatihan2 usaha untuk mendidik masyarakat agar membuka usaha dan tidak bergantung pada lowongan kerja yang terbatas sehingga ia yang justru membuka lapangan kerja
  6. Memberikan modal usaha, banyak masyarakat yang memiliki bakat tetapi tidak memiliki modal, maka pemberian modal dapat dilakukan dengan adanya pengauditan dan pengontrolan… artinya modal tersebut harus tepat guna sehingga penerima modal harus dilatih berwiraswasta, menghitung laba rugi, pembukuan dan teknik perdagangan dan usaha
  7. Pekerjaan melamar pencari pekerjaan, mahasiswa yang berprestasi di perkuliahan dilamar oleh pekerjaan untuk bekerja ditempatnya, di negara maju para pengusaha dan perusahaan berlomba melamar mahasiswa yang sedang wisuda untuk bekerja ditempatnya dengan membagi brosur dan mewawancarainya langsung
  8. Publikasi lowongan kerja yang meluas, jika ada pembukaan lowongan kerja maka wajib disebarluaskan kepada umum.. seharusnya pemerintah memfasilitasi hal ini misal dengan menerbitkan secara gratis di semua koran atau ditempat umum.

http://www.fansmania.wordpress.com

25 thoughts on “Memberantas Kemiskinan dengan Pendidikan dan Wirausaha

    delia4ever said:
    3 Mei, 2010 pukul 11:59 am

    Usaha diatas sudah sangat tepat Mas….. Lia sangat setuju

    namun sayangnya SDM yg dikerahkan tidak semua bekerja sesuai amanah….

    itulah yang terjadi dinegara kita yang terus mendarah daging….😦

    Indonesiaku……

    btw.. anaknya lucu banget mas irfan🙂

      delia4ever said:
      3 Mei, 2010 pukul 11:59 am

      wuihhhhhhh pertamax rupanya.. hehehe

      fansmaniac responded:
      3 Mei, 2010 pukul 12:50 pm

      @delia : Begitulah, kalo saja pemerintah mengedepankan pendidikan maka insa Allah 10 tahun kedepan tentunya kemiskinan akan benar2 diminimalisir amiin

    Aldy said:
    3 Mei, 2010 pukul 3:39 pm

    Mas Franz, saya sendiri bekerja tidak sesuai dengan latar pendidikan saya.
    Tetapi alhamdullilah, saya dapat menjalani, menikmati dan mendapatkan hasil yang baik untuk menafkahi keluarga.😉

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 5:23 am

      @Aldy : Syukurlah mas Aldy, itu sih nggak masalah hanya saja mungkin kedepannya pemerintah kita juga harus memperhatikan masalah pendidikan ini didunia kerjanya sehingga right man in the right place seperti itulah. Tapi saya salut dgn mas Aldy yang terus berkarya untuk membangun daerah, trims mas Aldy

    Yari NK said:
    4 Mei, 2010 pukul 12:08 am

    Ya betul…. berantas kemiskinan dengan pendidikan. Dengan pendidikan kita bisa mendidik para siswa dengan semangat kewirausahaan dan juga profesionalitas (bagi mereka yang akan bekerja). Sehingga kita bisa menciptakan wirausahawan2 tangguh dan mandiri serta pekerja2 profesional yang mempunyai skill yang tinggi yang laku diekspor ke mancanegara ( jangan terus-menerus hanya bisa mengekspor pembantu rumah tangga saja ). Juga bagi mereka yang ingin berwirausaha, sebaiknya juga diberi kemudahan akses permodalan, namun begitu sistem peminjaman modal tetap harus terorganisir secara baik tanpa birokrasi2 yang menghambat dan tidak perlu…

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 4:46 am

      @Yari NK : Wah pak YAri, pendapat anda betul sekali… saya setuju😀

    wiwin9 said:
    4 Mei, 2010 pukul 12:54 am

    Stujaa banget mas, point2 yg di atas itu emang yg mesti di lakukan pemerintah kita dalam upaya memberantas kemiskinan dan juga meningkatkan mutu pendidikan di negara kita sehingga tercipta SDM yang berkualitas.

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 4:47 am

      @Wiwin9 : Sip, Harus begitu donk win… kalo gk begitu payah maju deh kayaknya🙂

    jarwadi said:
    4 Mei, 2010 pukul 1:16 am

    Mendidik menjadi Wira usaha, seeep, saya paling setuju dengan pont itu. Selama ini tiap – tiap sekolah terutama SMK seolah sangat bangga bila dapat menyalurkan lulusan untuk bekerja di Industri, padahal hanya sebagai karyawan kontrak.

    Salam

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 4:53 am

      @Jarwadi : Karyawan kontrak hanya menguntungkan perusahaan tetapi merugikan karyawan

    Asop said:
    4 Mei, 2010 pukul 1:34 am

    Ada yang bilang, jika mnimal 2 % saja dari keseluruhan populasi suatu negara adalah wirausaha, bisa dipastikan negara itu akan makmur.🙂
    hitung aja penduduk indonesia ini 200 juta. Dua persennya berarti 4 juta orang. Kalo tiap orang mampu membuka usaha dengan minimal 10 orang pekerja, maka total tenaga kerja yang mampu diserap adalah 40 juta orang! Bagaimana kalau ada usaha yang besar?🙂

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 5:08 am

      @ASop : Betul Betul Betul, setuju sekali saya sobat

    agung said:
    4 Mei, 2010 pukul 1:51 am

    Sekolah gratis adalah idaman bagi para siswa-siswi yang kurang mampu, bukan karena mereka tidak mau sekolah “biaya untuk bisa sekolah memang beban bagi mereka”

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 5:10 am

      @Agung : Maka dari itu seharusnyalah pemerintah memotivasi rakyat untuk sekolah dengan menggratiskannya

    saung said:
    4 Mei, 2010 pukul 2:08 am

    wah… sekolah gratis…. smp negeri 5 kota bogor sudah gratis!!! dan ternyata dan dana “bos” itu tdk setiap bulan turunnya, dan yg utama perlu diperhatikan adalah kualitas “guru”. jgn salahkan mereka yg “sarjana” nganggur, knp???? hayoooo …. salam sehat selalu

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 5:12 am

      @Saung : Anda betul pak…

    aNis said:
    4 Mei, 2010 pukul 4:04 am

    thanks y artikel’y

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 5:14 am

      @Anis : Makasih atas kunjungannya mbak anis😀

    rose said:
    4 Mei, 2010 pukul 5:00 pm

    iya.. seringnya beasiswa yang diberikan tidak tepat sasaran… sehingga hanya menguntungkan pihak2 tertentu… ^^

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 5:53 pm

      @rose : sangat disesalkan yah bila seperti itu

    rose said:
    4 Mei, 2010 pukul 5:00 pm

    yaaah komenku ketilep aki ya fans…😕

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 5:54 pm

      @rose : Oke segera saya keluarkan dari kerangkeng🙂

    sunflo said:
    4 Mei, 2010 pukul 5:02 pm

    betul fans, zaman sekarang mah wirausaha menjadi salah satu alternatif lapangan usaha yang menggiurkan dan menantang… perlu kusabaran dan keuletan serta ketrampilan ^^

      fansmaniac responded:
      4 Mei, 2010 pukul 5:52 pm

      @sunflo : harus itu.. juga untuk menekan kemiskinan karena kurangnya SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s