Tips Untuk Mendapatkan Gambar Yang Detail Pada Foto Makro

Posted on Updated on

Duh, ternyata dunia makro benar2 mengagumkan.. sejak pertama saya membeli kamera DSLR baru saya langsung jatuh cinta dengan fotografi makro.  Sudah berbagai macam cara saya coba mulai dari Reverse Ring, Filter Close Up, sampe menggunakan Raynox DCR-250 semuanya demi mendapatkan foto makro.

Nah, kali ini saya akan mencoba berbagi tentang tata cara atau teknik fotografi makro meskipun sebenarnya saya belum terlalu menguasai tetapi setidaknya tulisan ini bisa mengingatkan kembali kepada saya agar tidak lupa.  Sebenarnya trik ini saya dapatkan dari belajar dilapangan dan bertanya-tanya kepada para teman sealiran, jadi saya juga sedang terus belajar makro hingga saat ini🙂

Nilai terpenting dari sebuah foto makro ada beberapa hal yakni :

  1. Ketajaman gambar
  2. Komposisi dan tonal yang apik dan bersih
  3. Momentum (momen/kejadian)

Namun sebenarnya berbicara tentang nilai utama foto makro adalah tentang sebuah foto dari objek yang berukuran kecil namun digambarkan secara tajam.  Jadi mau gambar apa saja baik belalang, capung, nyamuk apabila gambar tersebut tajam dan bersih tentu akan bernilai tinggi.  Hanya saja untuk memperoleh gambar yang tajam ini ternyata cukup susah dan harus dicoba berulang kali, jadi biasanya saya perlu memotret sampai puluhan kali untuk mendapatkan satu gambar yang sempurna dimata saya.

Baik langsung aja saya coba paparkan beberapa tips yang saya pelajari tentang cara mendapatkan gambar yang detail pada foto makro.

1.  Pengaturan Kamera (Settingan Kamera)

Ini sangat berpengaruh, apabila settingan kita tidak pas maka hasilnya juga tidak akan baik.  Beberapa settingan yang perlu diperhatikan diantaranya adalah :
Kecepatan (Shutter Speed), perhatikan kondisi cahaya dan angin disekitar lokasi hunting anda apabila angin kencang setidaknya perlu kecepatan antara 1/120″ sampai 200″.  Tetapi bila angin tidak terlalu kencang kecepatan 100″ sudah cukup baik, sesuaikan pula dengan cahaya apabila terang maka gunakan speed tinggi demikian sebaliknya.
Aperture (F), kedalaman (Depth Of Field) dari sensor kamera jg sangat berpengaruh untuk mendapatkan foto makro yang detail.  Kalo menurut saya usahakan F tidak lebih dari 11 karena akan mengakibatkan komposisi yang jelek, maksudnya bukan hanya objeknya yg dapat tetapi juga sama background2 nya sehingga foto terkesan ramai.
ISO, merupakan kepekaan terhadap cahaya apabila cahaya terasa kurang ada baiknya ISO ditinggikan hanya saja jangan terlalu berlebihan karena foto makro adalah komponen foto yang sangat detil sehingga noise sedikit saja akan terlihat jelas.  Menurut pengalaman rata2 pemakaian ISO jangan lebih dari 500.

2.  Alat yang digunakan

Penggunaan alat untuk foto makro sangat berpengaruh sekali, sejauh ini tidak ada yang lebih baik selain menggunakan lensa macro karena lensa tersebut sudah dirancang khusus untuk foto dengan perbandingan jarak yang sangat dekat hingga 1:1.  Untuk itu kualitas hasil foto makro dengan lensa macro tentu jauh lebih baik dibandingkan dengan penggunaan reverse ring, extension tube, atau filter close up misal Raynox DCR-250.  Lensa macro memiliki kemampuan dan area tajam yang jauh lebih luas dibandingkan dengan teknik abal-abal makro lainnya.

Untuk foto ekstrim atau foto makro dengan objek yang lebih kecil atau lebih detail, perlu digunakan kamera dengan kemampuan pembesaran diatas 3x atau anda dapat menggunakan kamera makro yang diberi filter close up.. namun teknik ini memerlukan pencahayaan yang baik agar gambar tertangkap sempurna.

3.  Pencahayaan yang baik

Cahaya yang baik untuk foto makro adalah pagi dan sore hari, untuk pagi hari di mulai pada jam 7 pagi hingga pukul 9 pagi, karena pada saat itu cahaya matahari cukup lembut dan tidak berlebihan.  Untuk sore hari bisa dimulai dari pukul 3 atau 4 sore sampai menjelang maghrib.  Selain itu anda juga bisa mengatasi kekurangan cahaya dengan flash internal maupun external yang diberi tambahan Diffuser.

4.  Angle dan Posisi Saat Memotret

Angle (bukan angel) adalah sudut bidik saat memotret objek.  Memotret makro tidak sama dengan memotret landscape atau model, karena nilai jual dari foto makro ini adalah ketajaman.  Banyak dari para fotografer makro memilih objek serangga sebagai modelnya, itu dikarenakan serangga berukuran relatif kecil dan diperlukan detail yang baik agar terlihat sempurna.

Lantas bagaimanakah angle dan posisi yang baik ? Saya mendapatkan teori ini dari salah seorang teman yang bisa dikatakan punya bakat makro yang luar biasa yaitu Danniel Partogi.  Menurut sang maestro, kita harus mengenali objek dan memahami tekstur tubuhnya agar dapat masuk kedalam area fokus (DOF).  Ketepatan pengukuran area fokus akan membuat objek tampak detail sempurna.  Berikut teorinya (dengan objek serangga) :

  1. Posisi tangan harus menunjang bagi kamera untuk tidak terjadi shake, misal dengan mencari objek yang posisi hinggapnya tidak lebih dari tinggi sepinggang sehingga kita dapat membidiknya dalam keadaan duduk dan tangan menopang di paha atau kaki.  Penggunaan monopod bisa juga dilakukan, namun berdasarkan pengalaman ini malah merepotkan karena kadang kita tidak bebas dalam mencari flat angle.
  2. Gunakan teori Flat Angle : yaitu sudut bidik dimana seluruh bagian serangga tampak datar sehingga seluruh tubuhnya mendapatkan area detail seluruhnya dari ujung kepala sampai ujung ekor.  Pada kasus tertentu teori flat ini tidak digunakan, misal kita hanya ingin mengambil facet serangga.
    Teknik foto makro
    Gambar diatas menunjukkan bahwa bila objek tidak datar maka hanya bagian yang terdekat dari kamera yang akan tampak detail (ini tergantung jarak juga, bila jarak sangat dekat 1:1 teori ini berlaku.. kalo jarak agak jauh ya DOF dapat semua)Teori flat foto makro
    Gambar diatas sudah jelas bukan? bila posisi objek datar maka DOF juga akan ikut merata dan detail nya akan maksimal.Untuk mendapatkan posisi flat ini tentu saja anda yang harus memposisikan diri kalo serangganya ya nanti dia malah terbang kabur haha, artinya anda mesti muter2 sampai objek bisa dapat datar di lensa kamera.
  3. Untuk mendapatkan tone background yang cantik, jangan gunakan flash.. gunakanlah sinar alami (available light) dan posisikan diri anda untuk mendapatkan background yang baik.  Kapan waktu yang baik untuk pencahayaan sudah saya jelaskan diatas.
  4. Gunakan lensa makro, lensa makro adalah lensa khusus untuk makro sehingga tentunya hasilnya akan lebih maksimal.  Penggunaan teknik makro abal-abal memiliki kekurangan yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan lensa makro sesungguhnya.  Tapi bagi anda yang mungkin perlu jual motor untuk dapat lensa itu, jangan kuatir teknik2 ini masih bisa dipake untuk makro abal-abal kok..

Oke, mungkin ini saja yang bisa saya share… yang jelas foto makro itu sangat mengasyikkan dan penuh tantangan.. go macro!!

Contoh gambar yang diambil dengan teori flat dan semuanya dengan available light tanpa flash : (karya sendiri lho)
Klik pada gambar untuk memperbesar, maklum kalo kecil rada kabur..

teknik foto makro
belalang thodak

makro capung

22 thoughts on “Tips Untuk Mendapatkan Gambar Yang Detail Pada Foto Makro

    Bunga Mesa Ananda said:
    13 Maret, 2012 pukul 3:50 pm

    Saya dari dulu kepengen jad photografer. Sayang aja gak pernah kesampean beli kamera. hehe

      fansmaniac responded:
      21 Maret, 2012 pukul 5:30 am

      Pakai kamera biasa jg bisa mb yang penting sisi fotografinya🙂

    Fathur said:
    12 April, 2012 pukul 11:16 pm

    Om, kalau pake Canon EF 100mm Macro USM, hasilnya bisa kayak diatas?

      fansmaniac responded:
      13 April, 2012 pukul 2:51 am

      Tentu saja bisa mas🙂 temen sy juga banyak yang gunakan lensa itu

    aji_rimba said:
    3 Mei, 2012 pukul 3:52 pm

    mlm mz.. q kan pny kamera dslr canon 1000d lensa standar , gmn see cara ambil gambar macro ky yg di atas apa hrs ada tambahan apa pd lensa standarnya???? ty..

    plentiswae said:
    5 Mei, 2012 pukul 5:48 am

    Bagus-bagus fotonya Mas, saya pernah coba bikin foto “makro-makroan” pakai kamera ponsel 2mp dan hasilnya lumayan he he he …. (sudah pernah saya posting juga lho !) thanx🙂

    Andy said:
    10 Mei, 2012 pukul 9:34 am

    klo pake canon 75-300 dgn filter close up bisa g gan

      fansmaniac responded:
      15 Mei, 2012 pukul 7:32 am

      Bisa mas, tapi sygnya bila focal length terlalu tinggi apalagi sampe 75m jarak ke objek menjadi sangat dekat sehingga DOF nya pun smkain sempit

    Yudiana said:
    19 Mei, 2012 pukul 12:43 am

    Mas Irfan, saya lagi belajar foto macro pake riverse ring kameranya nikon d 50, tapi baru pake flash internal kok gak mau ambil gambar, apanya yang salah ya ??, trims

      fansmaniac responded:
      25 Mei, 2012 pukul 6:21 am

      Kalo menggunakan reverse ring dgn flash internal emang agak susah, jd anda harus buat dulu diffuser agar flash bisa tepat berada didepan lensa. Cara ini sebenarnya sgt tidak sy rekomendasikan krn rumit, ada baiknya anda mencoba dgn teknik filter close up.. harganya jg relatif murah ^^

    Macro Photography Tutorial said:
    29 Mei, 2012 pukul 6:13 am

    Foto makro sangat mengagumkan..

    Wawan said:
    28 Juli, 2012 pukul 11:01 pm

    saya suka dengan fotografi makro, walau hanya menggunakan kamera hp+lensa makro, tp hasilnya sungguh memuaskan

    […] Tips Untuk Mendapatkan Gambar Yang Detail Pada Foto Makro […]

    tapakperjalananku said:
    12 November, 2012 pukul 5:36 am

    step by step caranya bisa gak?

    eva said:
    15 Desember, 2012 pukul 3:59 pm

    foto makro yg saya hasilkan ga pernah bisa dpt background dng warna yg halus spt foto mas irfan. pdhal jarak antara objek dan bg cukup jauh. apakah diperlukan olahan fotoshop utk dpt bg yg halus ya mas? mohon pencerahannya🙂

      fansmaniac responded:
      18 Desember, 2012 pukul 12:40 am

      focal length nya mbak, biasanya kalo pake lensa biasa susah sekali mendapatkannya.. sy sarankan gunakan lensa macro dengan focal length diatas 100mm

    dito said:
    14 Maret, 2013 pukul 8:00 am

    kalau pakai lensa kit 18-70 nikon + raynox, pakai zoom maksimal ya? kemudian pengaturannya (SS, A) gmn? mau beli raynox ragu2.. tks

      fansmaniac responded:
      20 Maret, 2013 pukul 2:37 am

      Bisa mas dito, banyak teman2 yg juga menggunakan filter raynox hasilnya jg maksimal

    dito said:
    14 Maret, 2013 pukul 8:00 am

    kalau pakai lensa makro, harga nya di luar budget..

    Deri said:
    17 Maret, 2014 pukul 4:44 pm

    aku pake kamera samsung nx2000 lensa makronya ada ga ya?

      fansmaniac responded:
      22 April, 2014 pukul 3:57 pm

      untuk samsung sy agak kurang paham mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s