Melirik Bisnis Eksportir, Bisnis Tanpa Modal ?

Posted on Updated on

Tertarik dengan sebuah buku yang menceritakan tentang seorang pemuda yang bermodalkan nekat untuk memperbaiki hidupnya dengan trik kepercayaan dan tanpa modal sepeserpun.  Diceritakan bahwa pemuda tersebut tinggal disebuah desa yang rata-rata penduduknya menanam daun tembakau yang dijual kepada pengumpul/agen.  Pemuda ini sebenarnya adalah anak seorang miskin yang bahkan tidak punya kebun tembakau, tidak pernah sekolah dan sehari-hari hanya menjadi buruh angkut.  Setiap harinya selama bertahun-tahun ia selalu mengangkut berkarung-karung daun tembakau kering untuk ditimbang dan dijual kepada pengumpul.

Sampai suatu ketika, ia berfikir tentang nasibnya.. “Sampai kapan aku akan menjadi seperti ini, apakah sampai tua aku akan terus menopang hidupku dengan kuli angkut ?” katanya dalam hati.   Setiap hari pertanyaan ini terus terngiang didalam benaknya, hingga suatu hari ia memutuskan untuk cuti kerja.  Dengan berbekalkan sedikit uang untuk ongkos angkutan umum ia pergi mengikuti dan mengintip si pengumpul daun tembakau membawa hasil timbangannya menuju kota untuk dijual.  Sampai di kota ia melihat tempat dimana semua daun tembakau tersebut dijual oleh pengumpul tersebut.  Ternyata pengumpul tersebut menjualnya kepada salah satu perusahaan yang akan mengirimkan daun tembakau tersebut keluar negeri.  Tak sampai disitu saja, ia pun mengikuti lalu lalang truk pengangkut membawa ber ton-ton tembakau dari perusahaan tersebut menuju pelabuhan.  Matanya terus mengamati proses terjadinya jual beli hingga pengiriman daun tembakau tersebut ke atas kapal, ia pun memutuskan untuk duduk dan tidur disekitar pelabuhan itu untuk mengamati dan mempelajarinya.

Beberapa hari kemudian ia melihat seorang yang menurutnya adalah orang asing yang biasanya mengambil/memesan daun-daun tembakau tersebut.  Ketika orang tersebut beristirahat dan makan di restoran yang tak jauh dari pelabuhan tersebut ia memberanikan diri untuk bertemu dengannya.  “Permisi, izinkan saya untuk berbicara tentang bisnis dengan anda.” dan ia pun dipersilahkan duduk dan berbicara.  Pemuda ini langsung memberikan penawaran kepada orang tersebut, ia mengatakan bahwa daun tembakau di desanya kualitasnya lebih bagus dan harga bersaing.  Orang tersebut pun merasa tertarik dan ia meminta contoh/sampel kepadanya dengan persyaratan tembakau tersebut harus memenuhi kualitas ekspor, ia pun menyanggupinya.

Keesokan harinya ia datang kembali dan bertemu dengan orang tersebut dengan membawa sampel daun tembakaunya, setelah diperiksa ternyata sesuai dengan permintaan.  “Baik, saya akan mencoba mengambil daun tembakau produk anda, saya memerlukan sekitar 100 ton bila hasil memuaskan ke depannya akan saya pesan secara kontinyu.”  Kata orang tersebut.  Orang tersebut pun memerintahkan anak buahnya untuk membuat L/C (Letter of Credit) yaitu suatu cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri, kalo dalam istilah Kaskus itu ya kayak Rekber (Rekening Bersama) gitu lah.

Ia pun bergegas menuju desanya dan bertemu dengan sang agen/pengumpul tadi.. ia mengatakan bahwa ia akan membeli 100 ton daun tembakaunya.  Si pengumpul tersebut sebenarnya kaget dan tidak percaya karena sebelumnya dia adalah kuli angkut disitu, tetapi setelah ia menunjukkan surat tersebut (L/C) ia pun percaya.  Maka diangkutlah 100 ton tembakau tersebut dan dikirimkan ke negera orang asing tersebut.  Setelah barang sampai, ia pun menerima pembayaran dari Bank yang ditunjuk.. seketika itu juga ia mendadak kaya, selanjutnya ia membuka sendiri perusahaan tembakau dan mengirimkannya langsung secara kontinyu ke negara-negara lainnya.

Dari cerita di atas apa yang bisa kita simak ?

  1. Bisnis ini bisa dikatakan tanpa modal, karena sistemnya ada uang ada barang artinya pembeli harus bayar baru barang dikirimkan.  Dalam hal ini L/C dapat mewakili kepercayaan penjual terhadap pembeli sehingga agen pengumpul percaya.  Apabila pemesanan kontinyu biasanya konsumen tidak segan untuk Transfer Tunai (T/T) langsung.
  2. Calon Konsumen, pentingnya mengetahui dan membidik calon konsumen dan keberanian untuk menyanggupi permintaannya
  3. Mengerti akan jalur bisnis, konsep dalam bisnis ekspor ini adalah Petani menjual kepada pengumpul, pengumpul menjual kepada agen/eksportir, eksportir menjual kepada importir.  Petani untuk mendapatkan uang harus menjual produknya pada pengumpul, pengumpul untuk mendapatkan uang harus menjual hasil pengumpulannya kepada eksportir, eksportir akan menjual produknya hanya bila importir telah membayar lunas produknya.  Bayangkan bila petani langsung bertindak sebagai eksportir.

Intinya semua itu butuh pengetahuan, saya rasa hampir semua bisnis pasti ada trik dan celahnya tinggal bagaimana kita mempelajari dan berani melakukannya.  Tapi prakteknya gimana ? kan susah, karena tentunya tidak segampang yang diceritakan.. bagaimana kita bisa menjalanin koneksi dengan pihak asing sementara kita tidak ada jalurnya ? Yang anda pantengin sekarang adalah jalurnya, Internet 🙂

Dimana kita bisa mencari para importir ini ? Klik disini

Iklan

11 thoughts on “Melirik Bisnis Eksportir, Bisnis Tanpa Modal ?

    Jefry said:
    1 Mei, 2012 pukul 11:56 pm

    Keren mas ulasannya
    melalui dunia internet apapun jenis bisnis yang akan kita ambil pasti banyak sekali informasinya di internet…
    Btw Mas Irfan berkeinginan menjadi seorang eksportir ya, semoga rencananya berjalan lancar dan sukses..
    Salam,

    Jefry

      fansmaniac responded:
      2 Mei, 2012 pukul 1:21 am

      Terima kasih ya mas Jefry atas kunjungannya.. iya sy berniat jadi eksportir nih 🙂

    fitriana said:
    4 Mei, 2012 pukul 2:18 pm

    ulasan ini membuat saya terispirasi……
    makasi ya mas

    asep hamdan said:
    19 Juni, 2012 pukul 10:36 am

    muantap nich ulasannya heheh salam knal yach

    imam rifa'i said:
    23 November, 2012 pukul 4:31 am

    mengesankan mas, terencana suatu saat akan sanggup menjual barang keluar negeri

    vika said:
    15 Januari, 2013 pukul 12:43 am

    Amazing. Menginspirasi sekali.
    Ayah saya biasa membeli tembakau dari petani, stulisan ini menginspirasi ayah saya. baru baru ini kesampaian kirim barang ke luar pulau, luar biasa kalo bisa kirim ke luar negeri..
    seksess selauuu mas,,salam kenal

      fansmaniac responded:
      22 April, 2014 pukul 4:03 pm

      salam kenal mbak vika

    AIKO said:
    27 Januari, 2013 pukul 8:02 am

    MAS PENGIN BANGET BISNIS TEMBAKAU TP TDK TAHU CARANYA PADAHAL TEMPATKU GUDANGNYA PABRIK ROKOK…AJARIN DONK MAS.. SEMANGAT !!1

    pulsa said:
    5 Februari, 2013 pukul 3:39 am

    top ulasannya, maknyuss !

    gerry said:
    17 Maret, 2014 pukul 3:48 pm

    Wow very inspiring….. semua yg anda ungkapkan disini adalah semua cara2 yg sedang saya jalankan saat ini…. hmmmm… how wonderfull…

      fansmaniac responded:
      22 April, 2014 pukul 3:56 pm

      josss semangat pak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s