Tips Mengoptimalkan DoF dan Fokus Ketajaman Pada Foto Makro

Posted on Updated on

Sebuah foto makro akan bernilai indah apabila disajikan secara detail dan tajam dengan komposisi, background dan tonal yang baik.  Hanya saja sungguh susah untuk mengoptimalkan hal tersebut ketika berada di lapangan terutama bagi anda yang hobby makro natural seperti saya.  Untuk itu anda perlu menyiasatinya dilapangan, berikut ini ada beberapa tips yang saya dapatkan dari belajar dan praktek dilapangan bersama teman2 :

Mendapatkan fokus dan DoF yang merata, tekniknya sebenarnya cukup simpel hanya saja anda perlu banyak praktek untuk mendapatkan hasil yang optimal.

  1. Gunakan manual focus,  jika anda terbiasa dengan autofocus maka anda perlu banyak belajar untuk membiasakan diri dengan manual focus.  Kenapa harus manual ? karena sebenarnya autofocus pada lensa itu mendeteksi perbedaan gelap terang dan jauh dekat posisi objek dari lensa itu sendiri, oleh karenanya akan susah bagi lensa untuk menentukan suatu objek makro karena objek makro adalah objek yang sangat kecil dengan cahaya yang sempit di lensa, jadi biasanya autofocus akan lebih memilih background dibelakangnya ketimbang objek (bila anda menggunakan lensa macro).  Dan jangan heran bila anda susah banget mencet shutter karena lensa belum menemukan titik fokus yang tepat.  So, gunakan manual focus dan anda tidak akan kehilangan momen akibat lensa yang masih muter2 nyari titik fokus.
  2. Temukan sudut datar, hal in sudah saya bahas di artikel Tips Untuk Mendapatkan Gambar Yang Detail Pada Foto Makro. Konsepnya bila anda ingin mendapatkan DoF yang merata maka posisi lensa dan objek harus datar sempurna, dan ini adalah tantangan yang cukup berat karena terkadang terganggu oleh posisi yang tidak baik dan kekuatan tangan kita dalam meminimalisir shake.  Cara mengetahui apakah sudut anda sudah datar atau flat adalah dengan melihat di lubang intip kamera apakah seluruh bagian objek (misal : serangga) sudah fokus dimata anda.  Perlu banyak latihan untuk mendapatkan sudut ini.
  3. Pengaturan kamera yang tepat, settingan kamera yang tepat akan mengoptimalkan hasil.  Saya lebih menyukai setting manual karena ada beberapa konsep dasar dari foto makro yang tidak bisa di auto kan.  Diantaranya seperti shutter speed (kecepatan rana), dalam foto makro ini erat kaitannya dengan ketepatan bidik dan ketajaman, ISO berkaitan dengan noise karena foto makro sangat sensistif dengan noise, dan bukaan aperture yang berkaitan dengan DoF dan bokeh.  Menurut pengalaman shutter speed yang baik antara 1/80″ sampai 1/160″ tergantung kondisi lapangan, aperture antara F. 7,1 sampai F. 11 bila kurang atau lebih dari itu akan susah bagi anda menemukan DoF yang tepat dengan bokeh yang manteb.  Untuk ISO sebaiknya jangan lebih dari 500 jika tidak menggunakan flash (available light).

membuat foto makro tajam

Mendapatkan cahaya dan Bokeh yang bagus

Banyak diantara para fotografer makro menggunakan flash untuk mendapatkan ketajaman yang sempurna, namun sayangnya penggunaan flash ini akan berdampak pada bokeh yang dihasilkan.  Kamera akan menangkap gambar yang bersamaan dengan flash lite yang menerpa objek sehingga background menjadi lebih gelap dari objek yang difokuskan.  Untuk itu saya seringkali menggunakan cahaya alami (available light) yang ada disekitar lapangan, hal ini akan membuat bokeh dan tonal kita menjadi bersih dan baik tergantung jumlah cahaya yang ada dilapangan.  Lokasi hunting yang baik diantaranya di semak terbuka dan hutan dengan jumlah cahaya yang cukup (tidak terlalu gelap).

Faktor pendukung lain yang perlu diingat adalah jarak antara objek dengan background, semakin jauh jaraknya dengan background maka bokeh dan tonal akan semakin bagus.  Saya biasanya membawa gunting saat hunting, sehingga begitu ada momen yang tepat sedangkan kondisi BG tidak mendukung akan saya bersihkan dengan menggunting daun atau ranting yang mengganggu disekitar objek secara perlahan.  Semakin jauh BG dari objek maka tonalnya semakin bersih.

Bagaimana cara mendapatkan bokeh bulat-bulat ? sangat gampang, carilah BG dengan celah cahaya sempit dan berlubang-lubang misal daun-daun pohon atau bulir air seperti embun.

cara buat Bokeh bulat-bulatBokeh bulat-bulat dibelakang karena cahaya yang keluar dari celah dedaunan

bokeh dari airBokeh bulat diperoleh dari pantulan cahaya dari titik-titik air

Jadi, terus latihan untuk mendapatkan hasil terbaik! go macro..!

3 thoughts on “Tips Mengoptimalkan DoF dan Fokus Ketajaman Pada Foto Makro

    sozan said:
    7 Oktober, 2012 pukul 9:34 am

    manteb bang

    Fajar said:
    7 Oktober, 2012 pukul 11:56 am

    Fotonya kurang tajam dan detail tdk kelihatan, foto capung air diatas bkn foto makro, karena magnification lebih kecilmdarim1:1, setaumsaya panjang capung tsb lebih dari 2,2 cm sehingga kalo digunakan pembesaran 1:1 pasti tdk seluruh badan capung terekam.Catatan: utk bodi camera APSC dgn 1:1 hsl yg direkam kamera max 2,2cm, sdgkan utk body full frame biasanya dihindari utk foto makro karena akan merugikan dlm faktor pembesaran, semoga berkenan

    Ferdinando Lase said:
    27 November, 2013 pukul 12:59 am

    Terima kasih buat pencerahannya mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s