Review Film Gravity : Perjuangan Untuk Kembali ke Bumi

Posted on Updated on

Bagaimana perasaan anda ketika berada jauh diatas bumi dan maut yang siap datang menjemput anda ? Begitulah yang diceritakan pada film ini, Gravity sebuah film yang disutradarai oleh Alfonso Cuaron produksi Warner Bros Picture ini.  Menonton film ini terasa sangat menegangkan, apalagi bila anda menontonnya dengan kacamata 3D tentunya anda akan merasa berada di luar angkasa.  Meskipun film ini banyak menuai kritik dari pengamat dan kalangan astronot tetapi setidaknya bagi kita yang awam akan keadaan di angkasa lepas tetap merasakan film ini sangat menarik dan menegangkan.  Saya akan mencoba untuk bercerita sekaligus mereview film ini dari pengamatan saya sendiri, mudah-mudahan bisa memberikan referensi bagi anda yang belum menonton.

Adalah Dr. Ryan Stone (diperankan oleh Sandra Bullock) seorang ahli dan doktor yang meneliti dan dapat memperbaiki satelit, namun kali ini adalah misi pertama kali baginya memperbaiki satelit di luar angkasa.  Ryan ditemani oleh dua orang kru lainnya dan seorang pilot pesawat ulang alik, salah satu diantaranya adalah seorang astronot veteran Matt Kowalsky (diperankan oleh George Clooney).

Pada awal film tidak diceritakan apa misi mereka keluar angkasa dan seperti apa perjalanan menuju luar angkasa, ketiga astronot ini sudah berada di luar angkasa dan sibuk dengan urusannya masing-masing.. ada yang sedang memperbaiki dan ada yang sedang berkeliling memonitoring keadaan.  Semua tampak santai dan misi berjalan dengan lancar, terlihat bahwa Dr. Ryan sangat merasa tidak nyaman berada diatas bumi.. ia mengeluhkan mual dan sedikit merasa belum terbiasa dengan kondisi tanpa gravitasi ini.  Jangankan Ryan, kita yang menontonnya juga sedikit gemetaran apalagi yang merasa ngeri dengan ketinggian, namun pemandangan yang disajikan begitu indah sekali betapa bumi kita ini adalah planet yang sangat indah.

Mendadak misi dibatalkan, pemantau dari bumi mengatakan bahwa Rusia meledakkan satelitnya sendiri dan ledakan tersebut membentuk serangkaian badai puing satelit di ketinggian mereka saat ini.  Badai puing-puing satelit tersebut terjadi berantai karena mengorbit bumi dengan kecepatan tinggi sehingga menghancurkan setiap satelit yang dilewatinya, dan satelit yang hancur tersebut ikut terseret dan membuat badai puing tersebut menjadi lebih parah.  Dr. Ryan dan Matt harus bergerak cepat meninggalkan satelit yang sedang diperbaiki tersebut dan mencari posisi yang aman, namun terlambat… puing-puing itu menghantam pesawat dan satelit mereka.

review film gravity
Dr. Ryan panik ketika ia berputar dan menjauh dari bumi
GRAVITY
Matt dan Ryan baru mengetahui bahwa hanya mereka yang selamat

Dr. Ryan selamat dari badai puing tersebut, namun ia berputar-putar tanpa henti dan semakin menjauh dari bumi.. menyeramkan!! itu mungkin yang dirasakan ibarat bila kita terseret ombak dan jauh terseret ketengah samudera.  Beruntung Matt astronot veteran tersebut sangat tangkas dan mengerti dunia antariksa sehingga ia terus bertanya kepada Dr. Ryan dimana posisinya dengan berpatokan pada arah satelit didekatnya dan posisi matahari serta bumi.  Dari kesemua astronot hanya Matt yang menggunakan mesin pendorong sehingga ia dapat berjalan di angkasa lepas seperti mengendarai motor dan menyelamatkan Ryan dengan mengikat tali sheingga keduanya dapat berjalan bersama.

film gravity
Matt dan Ryan berusaha menuju satelit ISS kesempatan terakhir untuk selamat

Sayangnya, kedua astronot lain tidak selamat akibat badai puing tadi… sementara Dr. Ryan juga mengalami krisis oksigen akibat kepanikan saat berputar-putar tadi sehingga tersisa hanya 20%.  Kini mereka berdua menghadapi maut di luar angkasa lepas ini tanpa gravitasi, tanpa oksigen dan mungkin mayatnya akan berputar mengikuti orbit bumi sampai kapanpun.  Tapi mereka tidak menyerah, dengan cadangan oksigen yang sangat menipis dan tenaga pendorong yang tersisa hanya sekali dorongan… Ryan dan Matt berusaha menggapai satelit ISS (sebuah satelit penelitian milik Amerika) didalam satelit ini terdapat sekoci yang dapat kembali ke bumi dengan instruksi dari bumi.

Saat dorongan terakhir menuju satelit tersebut keduanya melesat laju dan hanya memiliki satu kesempatan untuk dapat menangkap bagian satelit agar tertahan tetapi ternyata tidak mudah menggapainya tanpa ada gravitasi.  Saat itu saya berfikir mereka berdua akan kembali selamat ke bumi dan menceritakan bagaimana perjuangan untuk pulang, namun sayangnya Matt dan Ryan kesusahan menangkap satelit ini.  Bahkan hingga ujung satelit mereka tak kunjung berhasil menangkap apa saja untuk dapat bertahan, sampai akhirnya Ryan tertahan pada kabel-kabel parasut bekas peluncuran satelit itu.  Sayangnya Matt tak berhasil menggapai apapun namun Ryan berhasil menarik tali penghubung mereka sebelumnya.

nonton gravity
Berusaha menggapai satelit ISS tidak mudah tanpa gravitasi

Seperti cerita tarik menarik saling menyelamatkan antara pendaki gunung, Matt dan Ryan mengalami dilema yang sama… tali parasut yang terbelit di kaki Ryan tidak mampu menahan beban keduanya.  Sehingga Matt memutuskan untuk melepaskan diri dan mati mengorbit diatas bumi agar Ryan dapat selamat.  Namun masalahnya Ryan sama sekali tidak menguasai penerbangan kembali ke bumi, Matt masih bisa berkomunikasi dengan Ryan melalui radio meskipun ia sudah terlepas cukup jauh meninggalkannya sehingga ia masih bisa memberikan beberapa instruksi kepada Ryan seblum akhirnya hilang tanpa jejak.

GRAVITY
Melepaskan satelit ISS untuk menuju satelit China yang akan mendarat ke bumi

Disinilah letak menegangkannya film ini, seperti berjalan dengan mata tertutup Ryan harus berupaya kembali ke bumi dengan kemungkinan terkena badai puing lagi ditambah dengan wawasannya yang minim terhadap penggunaan pesawat sekoci.  Scene berikutnya anda seperti merasa ikut berfikir keras bersama Ryan bagaimana caranya agar kembali ke Bumi.

Sialnya lagi, satelit yang mereka tuju ini tidak bisa melakukan pendaratan ke bumi karena harus melalui instruksi dari bumi sementara komunikasi dengan bumi terputus.  Satu-satunya jalan yang harus ditempuh Ryan adalah menuju satelit China yang berada tidak jauh didekatnya, lalu bagaimana upaya agar menuju satelit itu dengan tanpa daya dorong ?  Tonton ceritanya yaa 😀

Kesimpulannya film ini sangat menarik untuk ditonton (ya iyalah kalo udah sy review berarti menarik), film ini terasa sedikit singkat dan to the point sehingga tidak ada scene yang tidak menegangkan.  Di bagian ending film agak kurang greget karena ketika Ryan sampai di bumi cerita pun berakhir, yaa… to the point kan? intinya nyampe bumi dah beres haha.. Temukan cerita menarik lainnya di Gravity dengan menontonnya di Bioskop kesayangan anda.

di review oleh

Irfan M

2 thoughts on “Review Film Gravity : Perjuangan Untuk Kembali ke Bumi

    plentiswae said:
    15 November, 2013 pukul 3:01 am

    Mantab, boleh juga tuh. Ane belum nonton ni film jadi udah bisa kebayang kayak apa ceritanya. Thanx Gan.

      fansmaniac responded:
      23 Desember, 2013 pukul 4:33 pm

      seruu banget gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s