Obat Anxietas dan Pengaruh Ketergantungan

Posted on

Berikut ini ada sebuah kutipan tentang penggunaan obat-obatan bagi penderita Anxietas atau Panic Disorder, termasuk saya sendiri yang juga merupakan salah satu penderitanya.  Awalnya saya juga sangat anti dengan obat-obatan karena takut akan efek sampingnya, sehingga saya lebih memilih menghindari hal-hal yang membuat cemas dibandingkan minum obat dokter.  Tetapi ada sebuah tulisan yang sedikit membuat saya tidak khawatir lagi (meski masih takut juga mencobanya), mudah-mudahan bisa bermanfaat.

OBAT : ANTARA STIGMA DAN KETERGANTUNGAN

Seringkali stigma untuk minum obat dari psikiater begitu besar. Masyarakat masih enggan untuk meminum obat. Alasannya takut ketergantungan, dan mengira obat-obatan jiwa adalah penenang.

Apakah betul obat jiwa adalah penenang? Di dalam pengobatan psikiatri tidak ada golongan ‘penenang’.

Berikut adalah beberapa golongan obat psikiatri, yaitu :
1. Anti psikotik
2. Anti depresi
3. Anti cemas
4. Mood stabilizer
5. Anti panik
6. Anti obsesif kompulsif

Setiap golongan memiliki cara kerjanya masing-masing sesuai dengan penyebab dari keluhan. Contohnya obat anti psikotik bekerja di reseptor dopamin, untuk mengatasi keluhan delusi dan halusinasi. Sedangkan obat anti depresi bekerja meningkatkan serotonin, agar pasien kembali bersemangat, lebih ceria dalam melakukan aktivitas, memperbaiki nafsu makan, dsb. Sedangkan obat anti cemas, memiliki efek di reseptor glutamat untuk menghilangkan keluhan dada berdebar, tangan keringat dingin, susah tidur, kuatir berlebihan. Dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa obat-obatan psikiatri memiliki fungsinya masing-masing.

Lalu mengapa ada efek mengantuk, bukankah itu artinya penenang? Kembali kita bertanya, kalau kita minum obat batuk, obat pilek, obat anti mabuk perjalanan kita juga mengantuk. Apakah obat pilek dan obat batuk juga termasuk penenang? Tidak kan. Itu karena mengantuk adalah efek sekunder atau efek samping dari obat-obatan psikiatri. Sedangkan masing-masing jenis obat psikiatri memiliki fungsinya masing-masing seperti yang dijelaskan di atas.

Apakah minum obat jiwa harus terus menerus seumur hidup? Tentunya hal ini tergantung dari jenis gangguan yang dialami dan gejalanya. Biasanya dokter memberi obat sambil mengamati gejala yang dikeluhkan. Apabila keluhan telah berkurang, maka dosis akan diturunkan ke dosis pemeliharaan (maintenance) dan pelan-pelan akan dikurangi.

Ada pula beberapa jenis gangguan jiwa yang membutuhkan pengobatan jangka lama. Contohnya skizofrenia. Mengapa demikian? Karena obat tersebut digunakan untuk mengontrol agar gangguan jiwanya tidak kambuh. Jadi obat tersebut digunakan pada dosis pemeliharaan. Harapannya dengan menjaga agar pasien tidak kambuh, pasien dapat beraktivitas dan hidup dengan optimal.

Ibaratnya seperti obat anti hipertensi dan obat anti diabetes. Bila tidak minum obat, maka tekanan darah akan meningkat dan gula darah akan meningkat. Demikian pula halnya dengan obat jiwa untuk gangguan jiwa tertentu. Bila tidak minum obat, maka keluhan akan kambuh. Namun apakah obat hipertensi, obat anti diabetes, dan obat jiwa membuat ketergantungan? Tidak, karena obat ini digunakan untuk mengontrol gejala yang timbul.

Yang dinamakan dengan ketergantungan adalah ketika orang tersebut awalnya keadaan baik, setelah minum obat jadi memburuk. Contohnya : Narkoba.

Sedangkan pada kasus psikiatri, awalnya memang sudah terdapat keluhan, jadi minum obat ini untuk mengatasi keluhan tersebut.

Yang dinamakan ketergantungan itu ketika dosisnya semakin lama semakin meningkat. Contohnya orang yang menggunakan narkoba semakin lama dosis semakin meningkat.

Sedangkan pada obat psikiatri, psikiater akan mengawasi penggunaan obat, jenis dan dosisnya. Sehingga setelah stabil, maka dosis akan diturunkan.

Jadi? Hilangkan keraguan untuk minum obat. Selama obat anda berada dalam pengawasan dokter, yakinlah bahwa obat ini membantu kesembuhan anda agar hidup anda menjadi optimal.

Dikutip dari Mentis Mental Health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s