Simbol Kepangkatan Pegawai Kejaksaan Negeri Indonesia

Posted on Updated on

Sesuai dengan keputusan Menteri/Jaksa Agung Nomor : R/244/Secr-Jag/Kpts/60 tanggal 10 Oktober 1960 tentang ketentuan mengenai pakaian seragam para Jaksa, lengkap dengan tutup kepala (topi), tanda pangkat, dan lambang kejaksaan, ikat pinggang serta sepatu. Pakaian seragam dibagi dua golongan yaitu, Pakaian Seragam Harian (PSH) dan Pakaian Seragam Upacara (PDU). PSH dipakai dalam kegiatan kedinasan sehari-hari sedangkan PDU dibagi lagi dalam pakaian seragam upacara Negara, upacara penting, dan upacara biasa. Dengan Keputusan Menteri/Jaksa Agung Nomor : 019/Kpts/Secr/1962 tanggal 1 Desember 1962, pemakaian seragam diperluas hingga pegawai tata usaha di lingkungan Kejaksaan.

Perbedaan pokok antara pakaian seragam Jaksa dan Tata Usaha terdapat pada atribut yang dipasang pada kedua ujung leher baju. Untuk Jaksa atribut yang dipakai menggunakan lambang Kejaksaan. Sedangkan untuk pegawai Tata Usaha, lambang timbangan dan pedang pada lambang Kejaksaan diganti dengan dua buah bulu pena bersilang. Disamping pakaian seragam, dibuat juga tanda-tanda jabatan untuk Menteri/Jaksa Agung, Wakil Jaksa Agung, Jaksa Agung Muda, Kepala Kejaksaan Tinggi/Negeri, Kepala Direktorat/Biro/Bagian dan sebagainya.

Menurut sejarahnya, ada beberapa kali perubahan bentuk pangkat yakni pada tahun 1960 sampai 1992 pangkat Kejaksaan berasal dari bahan logam dan bentuknya berupa bintang dari Golongan I sampai Golongan IV semua “bintang”. Kemudian pada tahun 1992, bahannya di ubah menjadi dari bahan benang dan pangkatnya pun di bedakan, golongan I garis warna putih, golongan II garis warna kuning, dan golongan III melati warna kuning.

Pada tahun 1998 pangkat untuk golongan I dan II bentuk pangkatnya berupa garis diubah dari melintang menjadi “berdiri” tegak lurus, namun pada tahun 2002 diubah lagi ke “posisi” semula, menjadi melintang, seperti saat ini.

Berikut ini urutan pangkat dan tanda lambang simbol kepangkatan pada Kejaksaan Negeri :

Golongan Nama Sebutan Ciri Bentuk
II/A Yuana Darma/Pengatur Muda Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan 1 Bordir Balok Kuning
II/B Muda Darma/Pengatur Muda Tingkat I Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan 2 Bordir Balok Kuning
II/C Madya Darma/Pengatur Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan 3 Bordir Balok Kuning
II/D Sena Darma/Pengatur Tingkat I Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan 4 Bordir Balok Kuning
III/A Ajun Jaksa Madya / Yuana Wira / Penata Muda Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan 1 Bordir Kuning Melati
III/B Ajun Jaksa / Muda Wira/ Penata Muda Tingkat 1 Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan 2 Bordir Kuning Melati
III/C Jaksa Pratama / Madya Wira / Penata Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan 3 Bordir Kuning Melati
III/D Jaksa Muda / Penata Tingkat 1 Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan 1 Bordir Kuning Melati didalam Kotak Bordir Kuning
IV/A Jaksa Madya / Pembina Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan 2 Bordir Kuning Melati didalam Kotak Bordir Kuning
IV/B Jaksa Utama Pratama / Pembina Tingkat 1 Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan 3 Bordir Kuning Melati didalam Kotak Bordir Kuning
IV/C Jaksa Madya / Pembina Utama Muda Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan terdapat 1 Bintang Besi
IV/D Jaksa Utama Madya / Pembina Utama Madya Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan terdapat 2 Bintang Besi
IV/E Jaksa Utama / Pangkat Pembina Utama Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan terdapat 3 Bintang Besi
Jaksa Agung Jaksa Agung RI Menggunakan lambang Pedang dan Timbangan dengan terdapat 4 Bintang Besi

Gambar Simbol Kepangkatan Kejaksaan Negeri :

Pangkat Kejaksaan Golongan IIGambar Pangkat Golongan II

Simbol Pangkat kejaksaan GOL III

Gambar Pangkat Golongan III

Pangkat Kejaksaan Golongan IV

Gambar Pangkat Golongan IV

Gambar diatas hanya sekedar contoh gambaran, mohon maaf bila tidak terlihat sama persis. Semoga bermanfaat..

 

 

2 thoughts on “Simbol Kepangkatan Pegawai Kejaksaan Negeri Indonesia

    nurhadi said:
    6 Januari, 2016 pukul 11:33 pm

    aparat kejaksaan sebagai bagian dari PNS sekarang ASN adalah aparat sipil yg berdandan mirip aparat militer dengan memakai tanda pangkat beserta tetek bengeknya seperti wing dll supaya kelihatan gagah, tetapi sebenarnya kalau kejaksaan sebagai aparat sipil seharusnya ya memakai seragam sipil saja tidak usah dipaksakan untuk tampil gagah seperti militer agar berwibawa….sebenarnya untuk tampil wibawa tidak melulu dari uniform tetapi yg lebih penting adalah sikap perilaku yg satya adhi wicaksana….

      edie panjaitan said:
      5 Oktober, 2016 pukul 10:33 pm

      Yah, uniform dan kepangkatan hanya militer. Pegawai sipil adalah pelayan masyarakat, yaitu melayani masyarakat. Bukan dilayani masyarakat. Dengan memakai seragam dan tands pangkat, sipil akan bergaya militer. Secara psikologi dgn memakai seragam, masyarakat menjadi segan, sungkan, atau seakan masyarakat sedang menghadapi serang Majikan besar. Mmemakai seragam dgn tanda pangkat bergaya militer sangat tidak tepat bagi sipil. Hampir semua instansi sipil saat ini bergaya militer. Ditinjau dari segi anggaran Negara dan daerah hal itu juga membuat pemborosan uang Rakyat. Biaya yg harus dikeluarkan, untuk pakaian dinas harian, dinas lapangan, dan upacara kebesaran. Dari tanda pangkat saja , anggaran itu biayanya cukup besar, apalagi untuk pakaian. Pemborodan untuk hal yg tidak bersifat substansial sebenarnya dihilangkan/dihapus. Karena fasilitas pegawai Negri berasal dari Uang Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s