Teknik Dasar Bermain Drone

Posted on Updated on

Drone atau pesawat tanpa awak saat ini menjadi hobby baru yang semakin marak sejak munculnya berbagai macam quadcopter (copter dengan 4 baling-baling).  Selain gampang memainkannya drone juga bisa digunakan sebagai alat fotografi maupun videografi dengan sudut pandang yang berbeda yakni dari atas/udara.  Tetapi benarkah bermain drone itu cukup mudah ? ternyata banyak terjadi kasus hilangnya drone atau rusak akibat jatuh karena menabrak atau kehabisan baterai, dan banyak juga kasus nyemplung ke air.  Akibatnya penghobby drone banyak mundur teratur karena mahalnya biaya untuk mengganti atau memperbaiki.

Teknik dan Tips Bermain Drone yang Aman

Anda sebagai pilot drone harus tahu teknik dasar dalam bermain drone, jangan asal terbang nanti akan menyesal sendiri kalau drone baru anda rusak karena jatuh atau menabrak.  Berikut ini saya ulas beberapa teknik maupun tips dasar agar bermain drone lebih aman :

  1. Mengetahui cara memainkan remote, ini penting karena bila anda tidak paham maka akibatnya drone akan kehilangan kendali dan anda kebingungan sendiri mau belok kemana dan mau gimana mengendalikannya.  Baik, pada dasarnya semua remote kontrol drone memiliki bentuk yang sama yakni ada dua throtle (tuas pengendali) yakni di kanan dan di kiri.
    Tuas (throtle) Kiri : berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan ketinggian
    Tuas Kanan : berfungsi untuk membelokkan ke kanan – ke kiri dan untuk maju – mundur
  2. Mencari tempat terbang dan turun (Helipad) yang tepat, lokasi yang baik adalah di dataran yang luas minimal ada jarak 3 meter yang kosong tidak ada pohon maupun dinding dan bangunan.  bagi anda yang baru belajar ada baiknya anda belajar dilapangan atau halaman yang luas tidak ada tiang, kabel, maupun pohon yang tinggi.  Dan akan lebih baik lagi apabila di tanah yang keras dan datar, karena ini penting agar pendaratan anda lebih aman nantinya.
  3. Belajar take off, sebelum terbang tinggi tentu saja anda harus tahu bagaimana cara melakukan lepas landas atau take off.  Berikut beberapa teknik dasar untuk take off :
    –  Mengetahui dimana “kepala” drone, layaknya pesawat atau helikopter drone juga memiliki kepala.. hal ini penting! karena kalau anda tidak tahu mana kepala akibatnya anda akan bingung sendiri mana kanan mana kiri.  Letakkan drone pada posisi kepala menghadap kedepan sesuai posisi anda sebelum take off.

    – Nyalakan terlebih dahulu kipas (propeller), anda tidak perlu buru-buru langsung mengangkat tuas dan langsung terbang.. biarkan kipas menyala untuk beberapa saat sambil anda melakukan persiapan diri secara psikologis.  Rasakan arah angin perhatikan tujuan anda yang artinya jangan asal terbang tapi sudah tahu akan kemana saja arah terbang anda.
    –  Naikkan drone dengan perlahan dengan tuas di kiri, sambil tangan kanan bersiap mengendalikan arah drone sesuai dengan arah angin yang akan kita lawan agar drone stabil.  Untuk drone tertentu yang menggunakan GPS biasanya lebih stabil sehingga anda lebih nyaman dalam mengendalikan drone tanpa memikirkan arah angin karena dia akan menstabilkan diri sendiri.
    – Pastikan ketinggian drone sudah tepat, sebelum anda bermanuver kanan kiri maju mundur atau melingkar2 ada baiknya anda berada pada ketinggian yang aman.  Biasanya drone akan lebih stabil apabila telah mencapai ketinggian yang cukup, ketinggian aman disini bukan berarti terlalu rendah atau terlalu tinggi tetapi drone akan terasa stabil ketika jumlah angin dan ketinggian terasa cukup.
  4. Latihan terbang, layaknya pilot pesawat anda juga harus memiliki jam terbang yang tinggi sehingga semakin lincah memainkan drone.  Belajarlah untuk terbang membentuk pola seperti pola kotak, zigzag, dan melingkar di lapangan latihan.  Apabila anda sudah cukup lihai dalam hal itu, bolehlah sekarang anda tes-tes untuk terbang pada tempat yang anda ingin kan.
  5. Bermain pada jarak yang aman, ingat drone anda memiliki range terbatas sehingga jangan main terlalu jauh dari pandangan mata anda.  Pada drone/quadcopter tanpa GPS biasanya drone akan langsung jatuh saat kehilangan sinyal dari remote, sementara untuk drone yang dilengkapi GPS ia akan kembali ke posisi Home (Return to Home).  Meski anda bisa melihat kamera drone dari handphone yang terhubung dengan remote bukan berarti anda bisa melihat secara bebas faktor lain seperti kabel atau antena biasanya tidak kelihatan apalagi kalo anda jalan mundur.  Pastikan keadaan sinyal dalam posisi strong, ketika muncul pesan sinyal weak (pada drone dengan GPS misal DJI Phantom) jangan anda paksakan untuk lebih jauh lagi.
  6. Perhatikan ketinggian objek disekitar, drone anda harus lebih tinggi dari objek yang terasa akan menyebabkan penerbangan terganggu misalnya pohon, antena, tiang listrik, bangunan lainnya.
  7. Kepala Drone berada pada posisi yang sama dengan remote/posisi anda, mengapa ini penting ? maklum otak manusia tidak terlatih untuk mengendalikan sesuatu secara terbalik oleh karenanya memajukan mobil lebih mudah dibandingkan memundurkan mobil. Posisi drone yang sama dengan posisi anda membuat kita menjadi nyaman karena kanan drone sama dengan kanan kita demikian pula kiri, depan dan belakangnya.  Bagaimana kalau anda ingin bermanuver atau membelakangi posisi anda berdiri ? ikutilah drone tersebut apabila ia bermanuver kekanan dan membelakangi anda, maka anda juga berbelok dan mengikuti arah posisi drone anda.
  8. Bermain pada cuaca yang baik, jangan bermain pada saat angin kencang fatal apabila drone hilang kendali maka ia akan terbawa angin.  Jika cuaca akan hujan sebaiknya jangan terbang karena perlu waktu untuk mendaratkan drone anda, dan drone anda tidak aman terhadap air.. bisa rusak nanti.
  9. Belajar Landing, kalau sudah terbang pastinya harus turun kan ? Nah landing atau pendaratan ini juga tidak boleh sembarangan agar drone anda tidak terhempas dan rusak.
    – Turun secara perlahan, jangan turun mendadak atau anda menarik tuas turun semaunya, rasakan dan mainkan tuas turun dengan perlahan-lahan sambil tuas kanan bersiap mengendalikan arah turunnya.
    – Diam sesaat sebelum landing, pastikan drone anda stabil dahulu sebelum pendaratan jika masih oleng kendalikan secara perlahan sampai stabil.
    – Daratkan drone dengan sempurna, apabila drone miring kanan atau kiri akan berakibat drone anda terbalik saat landing memang ini masih aman tetapi bagi baling-baling akan berbahaya dan mengakibatkan patah baling-balingnya.
  10. Jangan terlalu percaya dengan automatic controller, bagi anda yang menggunakan DJI Phantom atau drone sekelasnya yang memiliki fitur otomatis sebaiknya jangan terlalu mempercayakan mode auto itu jika kondisi ketinggian tidak aman.  Gunakan semua secara manual, ini akan melatih kemampuan anda dalam bermain.

Demikian beberapa tips dan teknik bermain drone bagi pemula, selanjutnya akan saya bahas pada postingan lain tentang teknik fotografi dan videografi pada drone.  Semoga bermanfaat.

Iklan

2 thoughts on “Teknik Dasar Bermain Drone

    Malianury Grafiti said:
    30 Maret, 2017 pukul 1:30 am

    Ajarin donk mainnya, kayaknya asyik nii terbang haha

    Malianury Grafiti said:
    30 Maret, 2017 pukul 6:17 pm

    Wahhh mulai main drone.. asyiiikk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s