Fans History

Miming Cathy, Boneka Tersayang Yang Tinggal Kenangan

Posted on Updated on

Miming Cathy begitu cara anakku Irley memanggil boneka kucing kesayangannya… Awalnya boneka kucing ini hanyalah boneka biasa yang ada disekitar anakku, ketika usianya masih 2 bulan pertama kalinya boneka kucing ini diberikan oleh kakak sepupunya Yoana yang dulunya merupakan kado ultah nya.  Boneka ini berwarna kecokelatan dengan baju berwarna pink dan dua kancing.  Pertama kali pada saat masih bagus, boneka ini memiliki bentuk mulut dan kumis selain itu juga bisa bersuara “meong.. meong..” jika di tekan perutnya.

Dicari Boneka Kitten Bisa Bersuara

Miming Cathy dokumen 11 juli 2011

Baca entri selengkapnya »

Kisah 10 Hari di Malaysia

Posted on

Sebenarnya cerita ini sudah lama, tetapi yah sengaja aku tulis agar aku dapat membacanya lagi dan tersimpan sebagai file di blog ini.  Aku mau berbagi cerita pengalamanku selama sepuluh hari di Sarawak Malaysia pada akhir tahun 2009 kemarin.  Apa tujuan ku kesana? Bukan jalan2 bukan juga rekreasi, sayangnya aku kesana bertujuan untuk berobat ke salah satu Hospital terkemuka di Sarawak Malaysia.

Di daerahku Kalbar memang Hospital Malaysia sudah terkenal dan diakui dalam pelayanan dan pemeriksaan kesehatan.  Rata2 hampir tiap hari pasien dari Kalbar maupun dari wilayah lain di Indonesia berdatangan untuk berobat ke Hospital ini.  Tak heran bila di Pontianak sudah ada kantor perwakilannya yang siap memberikan informasi dan pendaftaran sebelum berangkat ke Hospital itu di Sarawak Malaysia.

Sebelum kesana aku mendapatkan banyak saran baik dari rekan2 yang pernah berobat maupun dari ahli pengobatan alternatif langgananku untuk mencoba melakukan pemeriksaan di Hospital itu.  Konon katanya peralatan mereka sangat canggih dan berkelas International.  Memang di negara kita ada yang seperti itu, tetapi pastinya yang paling terkemuka ya di Jakarta.  Dalam keadaanku yang sakit seperti ini aku lebih memilih perjalanan melalui darat, entah mengapa aku merasa takut bila naik pesawat.  Sedangkan Sarawak Malaysia dapat ditempuh dari Kalbar melalui perjalanan darat yang tentunya masih satu pulau Borneo.

Akhirnya kuputuskan untuk meminjam uang dari abang iparku untuk biaya berobat, dan aku meminta Bapak mertuaku untuk mengantarku berobat ke Malaysia.  Sebelumnya istri dan mertuaku telah mendaftar dan berkonsultasi pada kantor perwakilannya di Pontianak. Aku dan Bapak mertua juga sebelumnya membuat paspor di kantor Imigrasi setempat.  Proses pembuatan paspor tidak lama, cukup melampirkan KTP, Kartu Keluarga, dan surat permohonan dari kepala kantor dinas tempatku bekerja.

Perjalanan Menuju Negeri Jiran

Sampailah pada saatnya aku dan Bapak mertuaku menuju ke Sarawak dengan menggunakan bus DAMRI antar negara dengan tiket yang cukup murah tidak sampai 200ribu dengan fasilitas yang lumayan dan menyenangkan.  Aku berangkat malam hari jam 21.00 WIB dan sampai di perbatasan Entikong Kab. Sanggau – Tebedu Sarawak Malaysia pada jam 04.00 dini hari.  Terlihat antrian yang sangat panjang disana, rata2 yang ngantri adalah TKI yang bekerja disana.  Rupanya gerbang perbatasan baru dibuka pada jam 05.00 WIB dan bergegas Bapak mertuaku menuju ke loket pemeriksaan, sementara aku menunggu di bis karena tidak mampu berjalan jauh.

Setelah mengantri cukup lama akhirnya Bapak mertuaku masuk kembali ke Bis dan menunjukkan paspor yang sudah dicap kepadaku, terlihat pada halaman tersebut ada cap Imigrasi Indonesia berwarna biru dan cap imigrasi Malaysia berwarna Ungu.

Perjalanan pun dilanjutkan setelah semua penumpang bis mendapatkan cap di paspornya.  Inilah pertama kalinya aku masuk ke wilayah Malaysia dan pengalaman pertamaku keluar negeri yang walaupun sebenarnya satu pulau.  Jalan mereka sangat mulus, sangat berbeda dengan jalan di Kalbar yang banyak lubang dan tidak rata.  Tampak marka jalan mereka terang dan jelas, kiri dan kanan jalan nampak hutan yang rimbun dan berkabut…sejuk sekali.

Tak satupun rumah kediaman masyarakat berada ditepi jalan, semua masyarakat mendirikan rumah di gang yang jauh dari jalan besar..sementara tepi jalan besar mereka hanya ada sawah dan bangunan publik seperti sekolah maupun kantor.  Jalannya pun terlihat sepi dan cukup lebar, berbeda dengan jalan di daerahku yang sempit dan ramai.  Sekali-sekali terlihat toko2 bertulisan China dipinggiran jalan, dan tentunya adapula yang berbahasa Malaysia.  Kehidupan masyarakat di daerah sana tidak jauh beda dengan masyarakat di Kalbar namun keadaannya tidak terlalu ramai.

Dua jam dari perbatasan sampailah aku di kota Sarawak, kotanya sangat besar… rata2 pengendaranya menggunakan mobil2 kecil yang lincah di jalan, jarang sekali kulihat truk atau sepeda motor melintas.  Mereka jalan dengan teratur dan tidak ugal2an, kecepatan pun dibatasi hanya 80 km/jam dan banyak lampu lalu lintas disetiap persimpangannya.

Akhirnya sampailah bis kami di terminal kota tersebut, sepi dan bersih begitulah pemandangan yang kulihat.  Ketika aku turun dari bis, sudah ada mobil Hospital yang menjemput kami disana sehingga kamipun langsung menaiki mobil jemputan tersebut.  Karena baru pertama kali kesana, aku agak asing mendengar percakapan antara supir angkutan yang menggunakan bahasa Melayu Malaysia.. meskipun sedikit berbeda dengan bahasa Melayu di Kalbar.  “Tunggu sekejap, kita kena tunggu bas berikutnya..” begitu kata supirnya ketika ditanyai kapan mobil ini jalan..

Pelayanan Cepat dan Mantap

Setelah menunggu cukup lama, mobil jemputan tersebut pun melaju menuju Hospital tempat aku akan melakukan pemeriksaan.  Sesampainya disana terlihat sebuah Rumah Sakit besar 4 lantai dengan banyak mobil parkir di sekelilingnya.  Kami pun langsung menuju ke bagian pendaftaran ketika turun dari mobil jemputan tersebut.

Tampak ada seorang wanita berbicara dengan bahasa logat daerah Sambas Kalbar di telponnya dan sekali2 menyebut namaku.  Aku pun terkejut dan menoleh, lalu ia pun menanyai namaku dan ternyata benar aku orang yang dicarinya.  Siapa dia? Ternyata dia adalah bibi dari keluarga istriku, mereka sudah lama menunggu.. aku senang bisa punya keluarga di Malaysia.

Pelayanannya sangat cepat, tidak menunggu beberapa lama kami sudah dipanggil menghadap dokter spesialis bedah otak saraf yaitu dokter yang akan menangani ku.  Berbeda dengan Rumah Sakit di daerahku yang bisa mengantri berjam-jam hanya untuk pemeriksaan.  “you punya keluhan apa ?” begitu kata dokter berwajah china menanyaiku dengan suara yang lantang.  Kujelaskan semua keluhanku dan dia pun tampak sibuk menulis2 berkas pemeriksaan. Setelah itu ia pun berbicara dengan susternya dengan bahasa Inggris yang mantap, wah ternyata disini kesehariannya menggunakan bahasa Inggris.

Akupun dibawa menuju Wad (Kamar Pasien) di lantai 4 gedung itu dan disuruh menggunakan baju seragam untuk pasien.  Tanganku diberi sebuah tali pengikat yang bertuliskan nama dan umur juga nomor kamarku.  Tak berapa lama kemudian datang seorang perawat pria membawa kursi roda menjemputku untuk melakukan pemeriksaan.  Waah pelayanannya cepat sekali, padahal aku baru saja datang dan tak terasa aku langsung menjalani pemeriksaan pada waktu itu juga.

Setelah mengadakan pemeriksaan yang memakan waktu cukup lama itu, aku langsung meminta bapak untuk mengambil makanan dilantai bawah yang gratis untuk 3x makan sehari.  Ternyata makanannya sedap sekali, sangat menggugah selera pasien yang sedang sakit seperti aku.. tak ayal lagi nasi pun ludes kulahap..  Rupanya mereka memiliki koki/chef tersendiri dalam menyajikan masakan sehingga menunya pun seperti restoran.

Malamnya 3 orang dokter datang memberikan hasil analisa secara bergantian ke kamarku.  Tidak ada apa-apa, itu hasil yang kudapatkan dan aku pun bersyukur karena tidak hal yang cukup membahayakan jiwaku meski sedikit bingung apa sebenarnya penyebabnya.  Aku pun menjalani psikoterapi selama 3 hari di Hospital itu.  Setelah hari keempat aku sepakat untuk keluar dari Hospital dan menginap di rumah bibi istriku yang rumahnya tidak jauh.

Sesampai dirumah bibi istriku, kami pun disajikan dengan kue dan minuman.. rumah yang sederhana namun pelayanan istimewa, senang rasanya.  Masyarakat di Sarawak Malaysia suka sekali menonton stasiun TV kita seperti TPI, Indosiar dan ANTV…stasiun TV lain agak susah dapatnya.  Acara TV mereka pun banyak menampilkan sinetron2 Indonesia setiap jam 3 sampai jam 4 sore.

Malam harinya aku pun mencoba membuka radio di HP ku, ternyata lagu2 Indonesia juga sering diputar disana.  Anak bibiku yang masih berumur 5 tahun adalah teman akrabku dirumah ini, ia sering mengajakku bermain suit gajah manusia dan semut 😆  Dan kadang sesekali ia memintaku bernyanyi bersama lagunya Project Pop dan Gita Gutawa.. ternyata lagu ini ngetop disana.

Beberapa hal yang kulihat di sana yaitu kotanya tersusun dengan rapi, perumahan terletak jauh dari jalan besar dan tidak ada rumah dipinggir jalan.  Masyarakatnya sangat menyukai lagu dan film Indonesia, bahkan sepanjang jalan di bis ketika pulang kembali ke Kalbar aku disuguhi lagu2 Indonesia yang diputar dari HP orang Malaysia yang satu bis dengan ku.

Pada saat akan keluar menuju perbatasan Indonesia, mendadak Bis kami berhenti.. ada pemeriksaan dari Polis Diraja Malaysia, satu persatu kami menunjukkan Paspor.  Tiba2 ada seorang TKI dibangku belakangku tidak dapat menunjukkan surat izin dari atasannya.  Ia pun disuruh menelpon atasannya ditempat itu dan Polisi itu berbicara langsung dengan atasan TKI tersebut.  Sangat ketat… berbeda dengan Polisi2 di perbatasan Indonesia yang terlihat biasa saja ketika bis kami lewat.

Pengalaman yang sangat berarti, karena sebelumnya gak pernah keluar negeri sih he 😀

Sepenuh Cinta Untuk Bunda… Istriku Tercinta

Posted on Updated on

8 Tahun yang lalu aku teringat betapa aku tergila2 pada seorang gadis belia yang sangat cantik di kotaku Sanggau.  Parasnya yang cantik dengan tinggi semampai membuat ia menjadi salah satu kembang di kota Sanggau.. Gadis ini sangat dingin dengan cowok, sehingga sangat susah sekali mendekatinya untuk dijadikan pacar.  Saking naksir beratnya, aku sangat mengidolakan dia sehingga namanya selalu kutulis dimana saja, di baju, lemari, meja, apalagi buku tulis… banyak sekali.. bisa dikatakan Fans berat kali ya?

Bermula dari sahabatku yang sangat setia, Ronald namanya.. dia adalah anak baru yang pindah dari kota Pontianak, aku pertama kali menghampirinya ketika ia masih malu untuk bergaul dengan teman2 barunya.  Pada akhirnya kami selalu bersama kemana saja dan selalu ngumpul bersama.. hingga kemudian dia mengajakku bermain dirumahnya waktu itu masih di Kelurahan Bunut.

Tak kusangka itulah pertemuan pertamaku dengan gadis itu, yang ternyata adalah adik kandung sobatku sendiri… sontak aku terkaget melihat kecantikannya saat ia meletakkan sebuah toples yang berisi kue kecil dimeja tamu saat aku datang kerumah sobatku itu.  Sepulang dari rumahnya, aku masih terbayang2 dan merasakan hati ini bergetar… tapi kok bisa ya? Padahal kenal aja nggak.
Waktu terus berlalu dan persahabatanku dengan Ronald tetap berjalan seperti biasanya, seringkali aku main kerumahnya dan bertemu dengan adiknya yang kece itu.  Tetapi kami bertemu seperti teman saja, tidak ada kesan apa2 selain bersenda gurau.  Sampai akhirnya aku tak tahan lagi, aku tak mampu kalo berdiam diri seperti ini.. maka aku putuskan untuk mencoba menembaknya..(pake cinta tentunya)

Kumulai perjuanganku untuk memilikinya ketika aku baru kelas 3 SMP, dan tentunya ini masih lugu2nya tentang yang namanya “Cinta”.  Yang kutahu aku sangat menyukainya dan sangat2 tergila2 padanya.  Pertama kali, aku nyatakan cintaku melalui sebuah surat yang kukirimkan melalui temanku yang juga akrab dengannya.. Sandy namanya.  Berbagai cara kulakukan untuk menarik perhatiannya, namun selalu saja ia tolak dan menjauhiku.

Ketika aku sudah duduk di kelas 1 SMA, aku masih terus memburu cintanya namun selalu saja seperti biasa tetap ditolak.  Perjuanganku terhenti ketika membaca surat yang ia kirimkan kepadaku yang menyatakan ia sudah punya pacar sejak lama, hanya saja ia tidak mau menceritakannya padaku.  Bagai petir tanpa hujan aku terkejut dan stress, aku tidak terima dengan kenyataan itu.  Sampai akhirnya aku memutuskan untuk melupakannya, meski sebenarnya benih cinta ini masih tidak lepas akar2nya.

Tahun demi tahun silih berganti, dan gadis itu pun sudah tidak di Sanggau lagi.. ia pindah ke Singkawang sekarang.  Dan aku juga sudah melupakannya karena pada saat itu aku juga sudah kuliah di Pontianak dan tidak pernah melihatnya lagi.  Namun pertemanan dengan abangnya tetap berlanjut, sehingga pada suatu ketika aku bertemu lagi dengannya di kota Singkawang.. kembali aku tak bisa menahan gejolak cinta.  Ternyata akar2 cinta yang dulu masih ada kembali mencoba untuk tumbuh di hati ini..

Setahun kemudian, kabar gembira yang kudapatkan… ternyata gadis ini kuliah ditempat yang sama dengan tempat aku kuliah sekarang.  Ya Allah… aku berfikir, apa mungkin ini kesempatan yang engkau berikan? Haruskah aku mencoba untuk menggapai cintanya lagi? Haruskah?

Akhirnya karena tidak tahan dengan perasaan cinta ini, kembali aku mencoba untuk mengungkapkan kata “Cinta” didepannya… namun seperti biasa ia tetap saja menolaknya.

Cinta datang karena terbiasa… ya mungkin saja, sejak saat itu aku selalu saja bersamanya.. aku hadir hampir setiap hari dihadapannya, kadang kutraktir makan, kubelikan ini dan itu.. semua kulakukan karena aku cinta.  Namun setiap kunyatakan cinta, ia selalu menjawab tidak untukku… Aku tak boleh patah semangat, cintaku masih menginginkannya menjadi milikku.

14 Februari 2001, sebuah kejutan yang taj terduga untukku.. disaat moment Valentine Day, hari kasih sayang ia menghadiahkanku sebuah kue besar berbentuk love.  Apakah ini artinya ia menerima cintaku? Aku sangat girang dan riang sekali… tak dapat kugambarkan betapa senangnya aku.  Namun ternyata, itu bukanlah pernyataan cinta.. ini hanya sebuah ungkapan sayang karena selama ini aku memperhatikannya. Hatiku luluh bercampur senang, karena meskipun demikian ia telah menunjukkan perasaan sayang padaku.. tak apa2 lah..

Aku terus bersamanya tanpa ada iktan apapun, kami jalan bersama dan seringkali bersama.. namun setiap kutanyakan cinta ia selalu menjawab tidak.  Apakah ini teman tapi mesra? Entahlah, yang jelas aku bisa bersamanya dan bisa melihat wajahnya setiap hari.  Cintaku seperti digantung2.. aku kebingungan, apa sebenarnya yang diinginkannya? Kalo seperti ini terus aku hanya jadi permainan hatinya saja.. aku mulai gundah.  Namun kegundahanku itu selalu saja hilang ketika ia selalu mengatakan “teruslah berjuang..”  Sepertinya ia mencoba untuk mencintaiku, ia mungkin tahu bahwa ia juga menyukaiku tetapi ia ingin memastikan benih cinta dihatinya itu apakah benar untukku.

Setahun telah berlalu, sampailah tepat di moment Valentine Day 14 Februari Tahun 2002.. seminggu sebelumnya ia mengatakan bahwa akan ada jawaban untukku.  Inilah saat2 yang kutunggu, aku tahu ia pasti akan menjawab “Ya”…  Namun ketika kami bertemu, dan saat kutanyakan tentang hal itu.. ia berkata “Maaf, selama ini aku tak jujur padamu.. sebenarnya aku sudah menyukai orang lain.”

Apaa…!!!? Aku marah dan berang saat itu.. aku kesal sekesal kesalnya!! Sampai akhirnya aku merajuk dan tidak mau mendengar kata2nya lagi.  Ia pun terkejut dan mulai pucat, ia memanggil2 ku dan berusaha mencoba mengarahkan pandanganku kepadanya. “Hei… Hei…!! Kau tahu siapa orang itu nggak ?” begitu katanya, tetapi aku tetap tidak mau menoleh.. “Orang itu adalah kau..”

Haaa….???? Aku menjadi luluh.. langsung kupeluk dan kudekap dia.. Ya Allah do’a2ku terkabul.. sebuah perjuangan yang berakhir dengan gembira.. aku senang sangat senang… hari2ku terasa bahagia semenjak ia menyatakan jadi milikku.
Itu adalah cerita 8 tahun yang lalu, cerita yang menjadi simbol dan kata mutiaraku hingga kini.. “Hidup adalah perjuangan, cinta, aral, dan kesungguhan” seperti judul di blog ku ini.. dimana maksudnya adalah untuk menjalani kehidupan ini kita melalui berbagai perjuangan, untuk mendapatkan sebuah cinta kita harus melewati segala aral yang menghalanginya dan tentunya dengan kesungguhan dan keyakinan untuk memilikinya.

Lena… itulah namanya, gadis cantik yang selalu menghiasi hari2ku.. yang ada disetiap mimpi2ku.. Kini kupanggil dia “bunda” sebutan bagi seorang ibu yang telah melahirkan anakku.  Ia kini menjadi istriku, teman hidupku yang akan kucintai selamanya… Yang berada disanpingku ketika aku sakit, yang menemani setiap malam2ku, yang selalu ada disetiap bangun tidurku.

Bunda… kupersembahkan tulisan ini hanya untukmu.. selamat hari jadi kita yang ke 8 tahun.. selamat Valentine Day.. Cinta ayah selalu untukmu..

Mimpi yang terbeli

Posted on Updated on

Setiap orang pasti memiliki mimpinya masing2, dan tentunya yang namanya mimpi selalu aja aneh2 dan kadang kurang masuk akal…  Misalnya pengen jadi orang terkaya didunia, pengen jadi pejabat, pengen jadi artis dan sebagainya.  Sesungguhnya segala sesuatu itu selalu menjadi mungkin, namun seberapa kuat usaha orang tersebut untuk meraih mimpinya adalah indikator untuk tercapainya sebuah mimpi.  Banyak orang menghalalkan segala cara untuk meraih mimpinya, yang pengen jadi kaya terkadang sanggup menjalani pesugihan atau bahkan membuka usaha secara besar2an… Ada juga yang pengen jadi pejabat berusaha untuk suap sana sini untuk mendapatkan jabatannya.  Namun mimpi yang dibeli dengan cara yang tidak baik akan berakhir tidak baik pula, akan tetapi mimpi yang berhasil diraih dengan cara yang halal dan benar pun tidak selamanya berakhir dengan baik pula. So… semuanya bergantung pada nasib dan garis tangan masing2…

Dulu aku terlalu banyak bermimpi, cita2ku waktu kecil adalah ingin jadi manusia super kayak superman atau ultraman jadi bisa nolong banyak orang sekaligus jadi paling hebat.  Sewaktu beranjak remaja aku pingin sekali jadi artis biar banyak duit dan cewek2 juga pada dekatin.  Lain halnya waktu kuliah, aku malah bermimpi ingin jadi pemain gitar dan punya group band paling terkenal sekelas Slank atau PeterPan gitu… haha namanya juga mimpi nggak pandang bulu meskipun kita sudah dewasa.  Dan sekarang mimpiku adalah ingin bahagia bersama keluarga kecilku, hidup sehat dan sejahtera serta menjadi orang yang sukses namun nggak sibuk serta banyak waktu buat nyantai dirumah.  Namun jika disimpulkan ada beberapa mimpi yang sangat ingin kuraih, yakni ingin nikah bersama wanita impianku, kerja kantoran, punya barang2 yang lumayan mahal namun kubeli dengan uangku sendiri, serta ingin jadi pengusaha yang sukses.

Terlalu banyak mimpi membuatku menjadi stress dan sakit2an… aku dulu seorang yang sangat2 agresif dan aktif, semua kegiatan aku ikuti dan semua kegiatan tersebut jarang sekali aku jadi anggota yang sekedar nimbrung… pasti slalu ada jabatannya.  Semua itu membuat aku kurang waktu dan makan tak teratur, akhirnya aku selalu kurang tidur dan kecapean.  Dikampus bahkan aku paling jago tidur namun mata terbuka dan duduk dengan santai kayak orang yang lagi serius mendengarkan penjelasan dosen.  Seiring dengan waktu, ternyata ada sesuatu yang bersemayam ditubuhku dan siap menjadi musuh terberatku saat ini.

Sejak kuliah, aku bertekad untuk menjadi pengusaha sukses…namun ternyata dunia bisnis itu sangat kejam, kita harus mengejar omzet mati2an agar mendapatkan untung serta tidak rugi, belum lagi aksi licik konsumen maupun kompetitor lainnya yang membuat kita harus lolos keluar dari labirin bisnis… bahkan aku pernah berhutang banyak karena salah strategi sehingga aku rugi besar.  Akan tetapi aku tidak lari, sedikit demi sedikit akhirnya hutang itu terlunasi…lolos dari hutang masalah baru pun muncul, wanita impianku yang sudah 6 tahun kupacari harus tugas keluar kabupaten dan membuat kami jauh dan susah untuk bertemu seperti sebelumnya.  Tentu saja resah, betapa tidak pengalaman teman2ku yang pacaran jarak jauh selalu berakhir dengan putus dan akhirnya jalan masing2 dan meninggalkan kekecewaan disebelah pihak.  Bersamaan dengan itu, aku pun lulus kuliah… cukup senang namun terkadang ngiri juga melihat teman2 satu letting sudah pada kerja dikantor2, terkadang mereka datang bersama seragamnya dan hidupnya pun senang serta terlihat makmur… sedangkan aku? penampilan lusuh dan murung sebab kurang tidur karena mengejar omzet dan baju kaos biasa nggak pake seragam. Terdengar lucu, tapi aku rasa pasti ada juga orang yang merasa hal yang sama sepertiku…

Dengan segala upaya aku berhemat sehemat2nya, bahkan lauk makanku sehari2 juga kukurangi agar bisa menabung… segala cara untuk mendapatkan uang kujalani alias serabutan… sedikit demi sedikit kuhimpun uang untuk biaya kawin… karena aku harus segera menikahi wanita impianku agar gak ‘direbut’ orang yang jaraknya lebih dekat dengannya saat ini (karena sekarang jarakku jauh darinya). Ternyata biaya kawin itu sangat besar sekali, mau buat acara kecil2an malu sama orang tua atau bahkan mungkin orang tua akan ngomong “ngapain buru2? kumpulin aja duit yang cukup, baru kawin!”  yang jelas aku sangat takut wanita impianku ‘direbut’ orang selagi aku ngumpulin duit… atau bahkan kami putus gara2 bertengkar atau hal lainnya.

Masalah yang berbeda : Sejenak aku merenung…terdiam, berbulan2 aku terlihat murung dan lemah sekali seperti orang kurang gairah… Semua teman akrabku sudah kerja kantoran semua termasuk wanita impianku, kenapa status kerja saat ini menjadi status sosial sih? terkadang orang malu2 untuk menjawab bahwa dirinya kerja swasta atau serabutan, itu fakta…karena hingga saat ini aku bertanya pada orang yang baru kukenal “mas kerja dimana ?” mereka selalu menjawab pelan ketika mereka menjawab bahwa mereka kerja nggak tetap, kerja swasta (di perusahaan yg nggak bonafid/besar), atau kerja serabutan.  Padahal itu semua adalah jalan untuk mencari rezeki yang halal, kenapa harus malu… bahkan aku dianggap belum punya kerjaan bila hanya sekedar jadi pengusaha ataupun kerja nggak tetap.  Tetapi benar juga sih, terkadang aku kepikiran juga… orang tuaku sudah menyekolahkan aku tinggi2, tetapi hanya jadi seorang pengusaha kecil yang pendapatannya nggak seberapa… bahkan gaji pokokku disebuah toko tempatku kerja pun kurang menunjang bagi mimpiku untuk menjadi ‘terlihat’ makmur…

Akhirnya kuputuskan untuk membulatkan tekad… aku harus lulus tes CPNS kali ini, meskipun berkali2 gagal dan tahu bahwa untuk lulus jadi abdi negara itu harus bersaing dengan ribuan orang tetapi aku harus bertekad… Aku pun berhenti dari toko tempatku bekerja, dan usaha kecil2an yang selama ini kutekuni juga harus kukorbankan… kenapa? karena bila aku sibuk bekerja sudah pasti tidak ada waktu untuk masukin lamaran kerja dan belajar untuk menghadapi tesnya.  Selama 1 bulan aku benar2 tekun belajar tanpa henti meski ketika di WC sekalipun… ;p  Sampai akhirnya saat yang dinanti tiba, tes CPNS… pertarungan yang cukup sengit kuhadapi dan aku tak tahu apa hasilnya.

Waktupun terus berlalu akhirnya biaya nikah yang kukumpulkan sudah cukup untuk meminang gadis impianku, tanpa ragu orang tuaku pun menyetujuinya… Alhamdulillah, perjuanganku nggak sia2.. Sehari sebelum pinangan, mendadak ada telepon masuk ke hape-ku… sebuah kabar gembira yang tak kuduga, ternyata aku lulus tes CPNS kemaren… Alhamdulillah akhirnya mimpiku terbeli sedikit demi sedikit dengan usaha dan perjuangan serta mungkin keberuntungan ? entahlah…

Dan dari pengalaman ini membuatku meraih mimpi sedikit demi sedikit dengan usahaku sendiri dan rezeki dari Allah SWT tentunya, motor baru, hape baru, tanah kavlingan, laptop, desktop, Alhamdulillah sedikit demi sedikit dan sabar semua yang kuinginkan terbeli. Haru bahagia bercampur rasanya…

Disaat semua mimpi hampir terbeli, aku harus terbaring sakit tanpa tahu apa sebab dan obatnya… Jam tidurku yang sehari hanya 3 jam membuat saraf otakku menjadi kacau sehingga aku merasa dunia seolah bergelombang tidak henti2nya selama hampir 2 tahun hingga saat ini.  Jadwal makanku yang tidak teratur membuat perutku kadang2 sakit dan kembung pada saat makan.  Aku terlihat sehat diluar tapi sakit didalam, tidak ada yang mengerti akan yang kurasakan… aku malah dibilang stress, kurang refreshing dan sebagainya.  Banyak yang mengatakan bahwa sakitku hanya perasaan saja, tetapi mengapa yang kurasakan begitu nyata? aku berusaha untuk berpura2 sehat tetapi tidak bisa… badan ini nggak bisa bohong.

Berbagai upaya kulakukan untuk mengobati penyakitku, mulai dari medis maupun non medis… namun satupun tak kurasakan perubahannya, malahan kini aku sudah nggak sanggup menaiki motor baruku lagi, tidur dirumahku sendiri karena aku masih dirawat, dan tidak bisa masuk kerja lagi..  Sekarang penyakit ini sudah menjalar dan semakin memperparah, slalu kupaksa untuk tersenyum didepan anak istri dan orang tuaku, namun hati nggak kan bisa berbohong bahwa ada sesuatu didalam darahku yang kini menjalar dan menyakitiku.

Sekarang aku tak tahu apa aku masih bisa kerja lagi dikantor yang menjadi kebanggaanku saat ini lagi, aku tak tahu apakah aku bisa ‘kelihatan’ makmur dengan penyakit ini, aku tak tahu apakah impianku lagi…

Bagi anda yang punya mimpi, raihlah dengan benar dan dengan cara dan strategi yang baik… jangan lupakan kesehatan karena bila sakit semua akan musnah… yang ingin kukatakan seperti satu lirik dari lagu hitamku Andra & The Backbone : “andai kudapat memutar waktu, semuanya takkan terjadi… kan kuhapus hitamku”

Tumbang Titi Journey

Posted on Updated on

crim0027Sebuah perjalanan yang panjang…tumbang titi, desa kecil di kabupaten Ketapang Kalbar dengan jalan yang penuh lumpur dan lubang..mungkin bisa kukatakan sebagai ‘kubangan yang dijadikan jalan’ . Tak dapat dengan mudah dilalui mobil, maka kendaraan yang cocok adalah sepeda motor yang tentunya siap tempur di medan perjalanannya.

Kenapa harus kesana ?

Desember 2007 hari Kamis tanggal 20, kumulai dengan mengarungi laut dari Pontianak menuju kota Ketapang..sebelumnya aku nggak pernah kekota itu, Dengan menaiki kapal penumpang dan menempuh sekitar 16 jam perjalanan akhirnya esok paginya aku baru tiba dikota itu…”Tanah Kayong” itu julukan kota ini.., ramai, banyak sarang walet..asyik juga.

Kenapa harus kekota ini? harus ngumpul duit, bolos kerja? karena ada seseorang yang harus kutemui, rindunya hati ini membuatku harus datang kekota ini…2 bulan yang lalu ia baru dinyatakan lulus di BRI dan ditempatkan di Tumbang Titi, duh sedihnya hati ini setelah 4 tahun slalu bersama akhirnya terpisahkan jarak seperti ini. Seorang gadis yang kini menjadi istriku…

Jalan berlubang

Siang itu selesai sholat Jumat aku turun dari Ketapang menuju Tumbang Titi dengan seorang Ojeker handal bernama panggilan Andak, gesit dan lincah..motor yang dipacunya melesat seperti berjalan di aspal mulus, padahal medan yang kutempuh adalah tanah kuning dan pasir. Busyeetttt…bukan hanya itu..kubangan!!! wealah…apa itu..lubang yang terisi oleh air setinggi pinggang??? ini sungai ditengah jalan !!?? “Iya bang, ni sekarang lagi banjir, emang biasanya begini..tapi kita bisa lewat meting (jembatan sementara dari kayu)..” begitu kata Andak sang ojeker. “Ini tidak lama, paling sekitar beberapa kubangan lagi..” tambahnya. Namun yang kulewati rasanya lebih dari 10 kubangan besar yang kulalui dalam jarak sekitar 2 km, nggak tau mau berapa lobang lagi di beberapa kilometer kedepan.

Gile bener, saking dalamnya lobang sampai2 saat banjir lobang ini jadi sungai…blub blub blub ngeeeengg mantap benar si Andak melewati kubangan air tanpa mati mesin. Dijalan kami beberapa kali berhenti karena rupanya si Andak ini orang yang baik hati sering membantu orang2 yang mogok dijalan karena motornya kemasukan air..

Hujan Deras Di Tanah Kuning yang Licin

Akhirnya kubangan2 itu sudah kami lalui, dan saatnya jalan lurus… ngeeennggg sang ojeker melaju dengan kecepatan 90 km/jam sementara aku mencengkeram kuat pinggangnya.. Betapa tidak, jalan yang kulalui bukan aspal… tapi pasir!!! meleset sedikit aja sudah pasti terpelanting, ya Allah aku pasrah dan aku percaya dengan sang ojeker yang handal ini. Akhirnya pasir2 ini kami lewati, hatiku sedikit lega..tapi tak berapa lama dari itu jalan yang harus kulalui adalah tanah kuning yang licin…

Byurrr serrrr…hujan lebat mengguyur kami sampai mataku aja susah melihat kearah depan. Tetapi si Andak bukannya malah pelan eh malah disikat ampe kecepatan 100 km/jam aduuuuhhh nyaliku jadi ciut…

Desa kecil di tengah hutan yang rindang

Akhirnya…tepat adzan magrib aku tiba disebuah desa yang kecil…tidak banyak penduduk, sepi, tetapi asyik. Tibalah kami disebuah rumah yang bagus dan besar, sebuah mobil jeep terparkir didepan rumahnya.. Itulah tempat tinggal sang bidadari hatiku.. “Ini rumah Pak Zarkasi, kepala dinas pendidikan disini..” kata Andak. Deg-degan juga akhirnya setelah lebih 2 bulan tak bertemu kini didepan mataku terlihat sosok gadis berkulit putih cantik dan mempesona…dialah kini yang menemani hidupku..Lena, istriku.

crim0002Perjalanan panjang, Tumbang Titi… sebuah kesungguhan cinta, bukti cinta itu ada, ingin kuberkata “Aku tak ingin kau ditempat ini, aku ingin kau bersamaku, dirumahku, dikota kita…Ya Allah, izinkan aku tuk slalu bertemu istriku…”

Penyimpanan Darah tali Pusar

Posted on Updated on

Bunda n ayahTanggal 7 Januari 2009 hari Rabu malam… 21.30 WIB Waktu itu aku dan istriku lagi senda gurau sambil nonton pelem Rambo di TV… Lagi asik2 senda gurau eh tiba2 istri tercintaku ngeluh ada suara seperti pecah ketuban… Langsung aja sambil bergegar aku bawa dia ke RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Pontianak (istriku udah 9 bulan hamil waktu itu)…

Aku kalang kabut banget waktu itu, maklum ini kelahiran anakku yang pertama… “Maaf pak, bayi bapak posisinya sunsang (muter terbalik di perut gitcu..), jadi tindakannya harus operasi caesar” kata perawat di IGD nya. “Iya bu, saya sudah tau..” begitu kataku karena emang sejak umur 7 bulan kandungan istriku posisinya tetap sunsang meski uda diurut ama dukun.

Waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, istriku sudah berada diruang opearsi.. tampak ia udah berbaring dimeja operasi dengan kedua tangan diterlentangkan dan mulutnya ditutup masker oksigen. Pada saat itu aku segera telpon mbak rofika dari Cordlife Indonesia sebuah perusahaan yang sudah 1 bulan terakhir ini sering kuhubungi untuk dapat menyimpan darah tali pusar anakku.
Ya..Bank Darah Tali Pusar.. sekarang sudah ada di Indonesia, aku ketahui secara tidak sengaja waktu aku buka situs yang membahas tentang Leukimia. Konon katanya darah tali pusar ini merupakan sel induk dari tubuh kita yang dapat membentuk jaringan2 tubuh seperti jantung, hati, ginjal, otak, darah, dan sebagainya sewaktu bayi didalam rahim. 1 bulan yang lalu aku telpon kesana kemari untuk mengetahui perusahaan ini, eh akhirnya dapat dan aku menawarkan diri untuk ikut.

Waktu pertama kali ku hubungi, aku langsung dapet kit tentang bank darah tali pusar.. disitu tertera lebih dari 80 penyakit kelainan darah dan beberapa kanker dapat diterapi dengan sel induk ini. Tetapi harganya juga lumayan… 12 juta untuk pengambilannya, untungnya waktu itu lagi diskon awal taon jadi yang kubayar paling 9,5 juta (masih mahal juga yah?!)
Tapi bagiku ini adalah investasi biologis dimasa depan, bisa dipake untuk anakku sendiri (100% cocok), saudara kandungnya (50%-75% cocok) atau untuk ortu (25%-50% cocok). Katanya dimasa depan sel induk ini bisa untuk terapi berbagai penyakit yang berbahaya, bahkan sel induk ini bisa juga untuk bahan kloning (wah bayangin….. !!#@ udah cukup…. jangan lama2 membayangkan, ilernya nanti netes2)

Setuju nggak Setuju
Sebelum aku mengambil keputusan ini aku udah rembukan dengan istriku meski ortu rada nggak setuju karena biayanya selangit dan belum tentu digunakan. Tapi bagiku mana kita tau ya nggak? kayak sekoci dikapal mana kita bisa duga kapan digunakan meski kita berharap gak akan kita pake, tapi kalo pas kapalnya karam kalo gak ada gimana coba? emang kita ikan, bisa berenang lama2 dilaut? Kayak asuransi itu kan cuma duit, tapi ini kan kayak spare part gitu (katanya) ya paling ndak ini genuine partnya lah. Ya begitu deh, intinya tetap aku lakukan meski harus merogoh kocek dalam2 tapi yang penting anak dan keluargaku ada asuransi biologinya.

Aku udah banyak baca cerita tentang manfaat darah tali pusar ini (mau lihat? klik disini atau disini) dan aku sangat2 tertarik, ini sebuah inovasi baru dibidang kesehatan… kita wajib usaha lho meski penyakit itu adalah sebuah takdir atau cobaan, tapi sekali lagi harganya masih belum terjangkau untuk PNS seperti aku ini… untungnya sewaktu kami menikah udah ada tabungan untuk biaya persalinan istriku (untungnya ada askes juga).

Proses pengambilannya sangat singkat, bahkan dokter yang ngoperasi juga nggak terlalu sulit ngikuti instruksinya (kayaknya sih… meski dokternya agak marah2). Besok paginya utusan dari Cordlife datang dari Jakarta untuk ngambil darah tali pusar itu, cuma nyinggah aja nggak diam2 di Pontianak.. Jadi begitu datang dari bandara, naik taksi ke RS, ngambil darah, ngurus administrasi ini itu, langsung deh berangkat lagi ke Jakarta karena harus segera dimasukin ke dalam tempat bersuhu dibawah 0° ya… kira2 -200° gitu… (kalo di kulkas nggak segitu suhunya, belum lagi dikirain sirup…yaa kan berabe)

Sekarang aku udah punya sertifikat penyimpanan darah tali pusar anakku, meski nggak tau apa akan banyak memberi manfaat tapi setidaknya aku uda punya asuransi biologis untuk anakku tercinta. Karena aku yakin dimasa depan, seiring dengan kemajuan teknologi dibidang kedokteran pasti akan ada manfaat yang sangat berarti, terlebih dengan seriusnya Dinas Kesehatan mempromosikan penyimpanan darah tali pusar ini..(karena nomor telp Cordlife aku dapat dari dinas)… Terima kasih ya Allah.. anakku lahir dengan selamat… kuberi nama IRLEY MALIANURY (baca: irli malianuri) buah hatiku, impian dan masa depanku..
Ya Allah lindungilah keluargaku, sehat adalah harta terbesar yang engkau berikan…