Pendidikan

Permasalahan Teknis UKG Online

Posted on Updated on

Saya menemukan artikel penting yang menarik untuk diketahui bagi para teknisi TUK UKG Online, sumber nya saya sebutkan pada akhir postingan ini.

Berikut beberapa masalah yang sering muncul saat pelaksaan UKG Online beserta solusi terbaik dari pakarnya langsung, solusi-solusi Masalah UKG Online terbaik dibawah ini  saya ambil dari group UKG online, jika anda seorang teknisi UKG Online yang kebetulan mendapati masalah-masalah ini, dan belum menemukan jawabanya, bisa mencoba mempraktikan solusi-solusi dibawah ini, semoga berhasil dan bermanfaat.

1. Masalah: Saat peserta melakukan login muncul peringatan “Identitas peserta yang anda masukan tercatat sedang mengikuti Ujian”

Solusi:

1) Masuk ke web pengelola,
2) klik menu “Pengawasan Pelaksanaa”,
3) Cari ID yang tidak bisa login,
4) Klik icon gembok kemudian jawab OK.
Baca entri selengkapnya »

Kumpulan Permasalahan/Kendala Teknis di UKG Online 2015

Posted on Updated on

Kawan2 yang mungkin adalah operator Tempat Uji Kompetensi Guru (TUKG) mungkin menemui beberapa kendala selama pelaksanaan UKG Online 2015, demikian pula ketika saya melakukan pengawasan pada pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015 terkadang terjadi beberapa kendala teknis dilapangan.  Berikut ini saya rangkum beberapa kendala teknis bagi operator TUKG.

  1. Muncul pesan “tidak ada jadwal ujian” pada saat peserta Login muncul tulisan ini.  Penyebab : Server pusat belum membuka jadwal ujian untuk waktu atau hari tersebut.  Solusi : Pastikan memang ada jadwal pada hari tersebut, biasanya server dibuka pada jam 07.45 s.d. pukul 19.00. Solusi lain Konfirmasi ke pihak operator E-Xam pusat
  2. Muncul pesan “Tidak terkoneksi dengan server” pada saat peserta Login. Penyebab : Koneksi antara Client dan Server terputus.  Solusi : Periksa lampu di LAN Card dan HUB/SWITCH bila tidak menyala kencangkan kabel, bila masih tidak menyala ganti kabel jaringannya.  Bila masih muncul pesan padahal lampu koneksi di LANCard dan HUB menyala, pastikan koneksi internet di server terhubung dengan baik.
  3. Proses rekam otomatis berlangsung sangat lama. Penyebab : Terputusnya koneksi antara client dan server. Solusi : Sama dengan point 2 diatas.
  4. Komputer Client nge-hang saat ujian berlangsung. Penyebab : Terjadi error pada koneksi maupun proses rekam otomatis. Solusi : Restart komputer Client kemudian cari nama peserta di bagian Pengawasan Pelaksanaan (Webmin Localhost:8416) kemudian buka gembok pada nama peserta tersebut.  Login kembali seperti biasa.
  5. Muncul pesan “Peserta sedang ujian” pada saat Login. Penyebab : Komputer Client mati mendadak atau terjadi error lainnya dan peserta tersebut sebelumnya sudah Login. Solusi : Sama dengan point 4 diatas.
  6. Nama peserta hilang dari pengawasan pelaksanaan (Localhost:8416) sementara ketika Login peserta muncul pesan “Peserta sedang ujian”.  Penyebab : Terjadi kesalahan pada koneksi.  Solusi : Masuk ke konsol Virtual Box, ketik #ukgtool unlock enter kemudian isi nomor peserta yang akan di reset
  7. Status 0 (nol). Artinya laporan ujian ke server pusat belum tuntas. Penyebab : Hasil ujian belum terunggah ke server pusat padahal ujiannya sudah selesai, dan pada saat ujian berlangsung terjadi pemadaman listrik/internet.  Solusi : Di Virtual box Ketik #ukgtool resetupl kemudian buka gembok (di pengawasan pelaksanaan) atas nama peserta yang bermasalah.
  8. Status 0 (nol) yang terjadi akibat pada saat klik “ikut ujian” belum keluar soal tiba-tiba listrik/internet terputus. Solusi : harus di reset oleh tim pusat

Kumpulan Tools UKG yang mungkin dapat membantu permasalahan (penggunaan di virtual box) :

  • Ukgtool install ukg-3 –> melakukan instalasi paket soal ukg-3
  • Ukgtool repairdb –> memperbaiki seluruh tabel database, apabila terjadi error pada database
  • Ukgtool resetupl –> mereset status unggah hasil ujian
  • Ukgtool update –> memperbaharui versi UKG e-Xam Pengelola
  • ukgtool reauth –> Ketika masuk pada uji coba soal, soal ujian masih muncul “Autentifikasi Pusat…” sementara koneksi internet masih bagus

Demikian untuk sementara beberapa kendala teknis dan solusi bagi Operator TUK UKG 2015, bagi teman-teman yang mempunyai kendala lain atau ada masukan lain silahkan berkomentar dibawah postingan ini. Terima kasih

Linieritas Kualifikasi Akademik Guru Pada PPGJ

Posted on

Sejak akan diberlakukannya Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPGJ) pada tahun 2015 ini, banyak guru yang bertanya-tanya mengenai lineritas  terutama di wilayah Kalimantan Barat tempat saya bertugas.

Bagaimana nasib kami yang tidak linier ijazahnya dengan mata pelajaran (mapel) ? Kami kan sudah punya Akta Mengajar !

Apakah kami harus keluar dari jabatan guru dan menuju jabatan struktural yang sesuai dengan kualifikasi akademik kami ?

Begitulah kebanyakan guru yang bertanya mengenai linieritas ini, kemanakah nasib mereka dan apa yang harus dilakukan.  Sebelumnya memang kebijakan akan peraturan PPG ini telah disosialisasikan oleh Kemdikbud melalui buku pedoman yang dikenal dengan Buku 1, akan tetapi tetap saja menjadi pertanyaan bagaimana bagi guru yang sudah memiliki Akta Mengajar ? bukankah mereka sudah layak karena adanya akta ini ?

Sebagai informasi, bahwa sebenarnya PPG inilah pengganti Akta Mengajar sehingga secara otomatis penggunaan akta sudah tidak diberlakukan lagi.. artinya, tetap saja guru yang tidak linier tidak bisa mengikuti pendidikan keprofesian.  Patut juga kita pertanyakan mengenai kebijakan pemerintah ini, kalau pun memang Akta Mengajar ini sudah tidak diberlakukan lagi seharusnya program PPG ini juga diberlakukan pada saat semua guru yang memiliki Akta karena tidak linear ini dituntaskan melalui pola PLPG.

Akhirnya turunlah kebijakan baru pada akhir bulan april 2015, melalui Rapat Koordinasi yang dilangsungkan di tingkat pusat (Kemdikbud) bahwa tahun 2015 ini PPGJ dibatalkan dan kembali ke pola PLPG karena masih banyak terdapat guru dengan usia 50 tahun dan masa kerja 20 tahun atau yang IV/a belum bersertifikasi.  Alhamdulillah.. akhirnya banyak guru yang kini bernafas lega akan keputusan ini tetapi tidak dengan guru dengan TMT tahun 2006 keatas karena ternyata PLPG ini dikhususkan pada yang TMT tahun 2005 kebawah, mereka masih harus menunggu kepastian apakah tahun 2016 kedepan pola PLPG ini masih berlaku atau sudah ke PPG.  Sementara itu bagi guru yang ikut pola PLPG juga masih tetap harus dituntut linieritas nya, artinya guru tetap harus linier antara program studi kuliahnya dengan mapel yang diampunya.

Kemudian, apakah lineritas itu ?

Linear/Linier artinya adalah Sejajar/Berkesesuaian.  Linieritas adalah kesesuaian program studi ilmu akademik (S1/DIV) seorang guru terhadap mata pelajaran yang diampu dengan tujuan untuk menghasilkan profesi guru yang professional.

Bagaimanakah seorang guru dikatakan linier terhadap mapel/bidang studi sertifikasinya ? Mari kita lihat beberapa acuan berikut :

Menurut Surat Edaran DIKTI Nomor 887/E.E3/MI/2014 tentang linieritas bidang ilmu :

  1. Yang dimaksud dengan linieritas yaitu kesesuaian latar belakang ilmu yang diperoleh dosen pada program Magister atau Doktor dengan ilmu yang akan diajarkan untuk mencapai kompetensi atau capaian pembelajaran lulusannya pada program studi tempat dosen tersebut mengajar.
  2. Linieritas bukan diartikan sebagai latar belakang ilmu dosen, pada program S1 harus sama dengan S2 atau S3

Sedangkan menurut Perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 12 Point 5a :

Mata pelajaran yang diampu oleh guru disebut tidak linier apabila mata pelajaran tersebut tidak termasuk dalam rumpun bidang keilmuan yang dikuasai sesuai dengan kualifikasi akademik yang dimiliki.

Jadi, guru dinyatakan linear apabila mengajar sesuai dengan program studi kualifikasi akademiknya.

Contoh Kasus :

Linieritas Guru

Namun jangan kuatir, khusus untuk peserta PLPG 2015 (TMT 2005 kebawah) :

Bila guru tidak linear namun mengajar secara aktif pada mata pelajaran tersebut selama 5 tahun berturut-turut maka ia dapat menjadi peserta PLPG

 

Cara Verifikasi dan Validasi NUPTK di Aplikasi PADAMU NEGERI Kemdikbud

Posted on Updated on

Tahun 2013 ini Kemdikbud merilis sebuah program aplikasi yang merupakan pusat layanan data terpadu yang bersumber dari/kesistemtransaksional BPSMPK-PMP Kemdikbud lainnya, meliputi: Evaluasi Diri Sekolah (EDS), NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Sertifikasi PTK, danDiklat PTK.

PADAMU NEGERI yang merupakan singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah suatu aplikasi online yang memungkinkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) untuk melakukan pengisian dan penginputan data secara mandiri.  Memang awalnya anda akan merasa sangat ribet karena alur prosesnya begitu panjang dan berbelit, tetapi bila kita telaah lagi sistem ini justru lebih memudahkan PTK untuk mengontrol data pribadinya sendiri sehingga masalah-masalah lama seperti NUPTK tidak keluar, salah nama, salah tanggal lahir, salah data lainnya dapat dihindari karena PTK sendiri yang mengisinya secara langsung.

Perlu diketahui bahwa saat ini NUPTK hanya berlaku bagi para PTK yang memiliki status PNS, NON PNS dengan SK Kepala Daerah atau SK Ketua Yayasan (dibawah yayasan). Lalu bagaimana dengan NON PNS yang diangkat oleh Kepala Sekolah ? Nah disini kita perlu ketahui bahwa untuk PTK yang diakui oleh pemerintah adalah PTK yang masuk melalui jalur dan anggaran yang jelas, artinya PTK tersebut sah diangkat oleh Kepala Daerah atau Ketua Yayasan (bila swasta).  Pengangkatan PTK dengan SK Kepala Sekolah adalah inisiatif dari Kepsek masing-masing melalui dana lainnya (misal BOS) untuk keperluan penambahan personalia di sekolah tersebut memiliki kekuatan yang kurang kuat memngingat tupoksi Kepsek bukanlah mengangkat PTK baru.

Bisakah NON PNS dengan SK Kepala Sekolah melakukan Verval ? Jawabannya Ya.. bisa, PTK tersebut dapat melakukan proses verifikasi dan validasi di sistem aplikasi PADAMU NEGERI ini, hanya saja nantinya proses NUPTK akan ditunda sampai syarat terpenuhi.

PNS dibawah Kemenag juga dapat melakukan proses Verval di PADAMU NEGERI.

Pada sistem ini anda akan memperoleh beberapa Form awal dalam proses verifikasi dan validasinya diantaranya yaitu :

  • Formulir A01 : bagi PTK yang sekolahnya terdaftar dan masih aktif pada sekolah tersebut
  • Formulir A02 : bagi PTK yang datanya masih terdaftar pada sekolah sebelumnya, sehingga harus dikoreksi sekolah tersebut menjadi sekolah tempat bertugas saat ini
  • Formulir A03 : bagi PTK yang keberadaannya pada sekolah belum diverifikasi, sehingga harus ditempatkan pada sekolah tempat bertugas saat ini
  • Formulir A04 : bagi PTK yang menjadi Pengawas Sekolah

Lalu bagaimanakah langkah-langkah bagi kita untuk mulai melakukan verval (verifikasi dan validasi) data kita sebagai PTK ? silahkan download filenya disini :  Download Cara Verval Padamu

Pemutakhiran Data NUPTK Tahun 2012

Posted on

Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau biasa disingkat NUPTK adalah suatu nomor yang terdiri dari 16 digit, namun dibalik dari nomor tersebut memiliki arti penting bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendata Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). NUPTK diolah dan didata didalam suatu program aplikasi yaitu SIMNUPTK yang dijalankan secara offline oleh operator NUPTK di setiap Kabupaten mulai dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2011.

Pada tahun 2012 Bagian Perencanaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP & PMP) Kemdikbud mengeluarkan release terbaru dari aplikasi SIMNUPTK ini yang tidak hanya melibatkan operator di Kabupaten tetapi juga operator di tingkat Kecamatan. Penambahan data PTK yang signifikan setiap tahun didalam database NUPTK merupakan alasan utama dilakukannya pemutakhiran ulang data PTK ini.

“Data PTK selalu melonjak setiap tahun, padahal pengangkatan PNS guru maupun honorer tidak sebanyak yang telah didata. Oleh karenanya kita selalu bingung mengetahui berapa sebenarnya jumlah guru yang ada di Kalbar.” Jelas Drs. Suhartono Arham, M.Si Kepala LPMP Kalbar dalam pembukaan kegiatan Konsolidasi Data PTK dan Sasaran Sertifikasi di Provinsi Kalimantan Barat.

Sasaran pemutakhiran data NUPTK 2012 adalah : (1) Sekolah, (2) PTK yang sudah dan belum memiliki NUPTK baik PNS/CPNS maupun Non PNS, (3) PTK Non PNS yang belum memiliki NUPTK dengan syarat : memiliki masa kerja minimal 2 tahun berturut-turut pada satu satuan pendidikan, bertugas di sekolah negeri dibuktikan dengan SK pengangkatan dari Bupati/walikota, bertugas di sekolah swasta memiliki SK yang ditandatangani oleh ketua yayasan.

Data NUPTK ini erat kaitannya dengan Sertifikasi Guru, karena berdasarkan data inilah diketahui berapa guru yang layak untuk menjadi sasaran sertifikasi nantinya. Oleh karenanya LPMP Provinsi Kalimantan Barat melalui Seksi Program dan Sistem Informasi (sekarang Sistem Informasi) mengadakan beberapa kegiatan secara bertahap yaitu Konsolidasi Data PTK dan Sasaran Sertifikasi, Pembekalan Operator Pendataan PTK Kecamatan, dan Asistensi Pemutakhiran Data PTK Kecamatan.

Berikut ini adalah alur proses pemutakhiran data PTK yang akan dilaksanakan :

Alur Pemutakhiran Data NUPTK 2012

 

 

 

Gemar dan Hobby itu Beda

Posted on Updated on

http://meezie.files.wordpress.com/2009/08/soccer.jpgPada suatu hari di suatu tempat test penerimaan sekolah kedinasan milik pemerintah berkumpul para calon-calon praja yang siap untuk menempuh test lanjutan setelah kemarin mereka telah dilelahkan oleh test tertulis selama 8 jam.

Satu persatu setiap calon praja tersebut dipanggil untuk test lanjutan yaitu test wawancara yang harus bergadapan langsung dengan tim penguji yang memang datang dari kantor pusatnya.  Sebut saja Sumin, seorang anak lulusan SMA yang bertubuh tinggi tegap dan lulus dengan nilai yang cukup untuk standar masuk ke sekolah kedinasan itu.

Setelah kurang lebih selama 5 menit di wawancara tibalah kebagian wawancara mengenai minat dan bakat.

“Baik, sekarang saya ingin menanyakan tentang minat dan bakat anda… Dalam hal olah raga, permainan olah raga apa yang merupakan hobby kamu ?”  Tanya si penguji kepada Sumin

“Sepak bola pak.” Jawab Sumin

Baca entri selengkapnya »

Bagaimana Pendidikan meningkatkan taraf Hidup ?

Posted on Updated on

If you Want To Success Don’t Going To School, begitulah kira2 judul buku salah satu pengusaha sukses dan motivator dunia.  Kalo dilihat profil para motivator dan pengusaha sukses, memang mereka semua rata2 tidak sekolah dan tidak lulus kuliah.  Misal Bill Gates yang kuliahnya tidak kelar kini menjadi orang terkaya didunia.

Tung Desem Waringin juga mengatakan bahwa dulu ia seorang yang cerdas di kampus, juara dalam setiap perlombaan namun yang mengantarkan ia pada kesuksesan bukanlah pendidikan tetapi usaha yang keras dan strategi bisnis yang tepat.  Bahkan ada yang berkata, “saya orang bodoh tetapi saya menggaji orang2 pintar untuk bekerja pada perusahaan saya.”

Hal ini diperburuk lagi misalnya dengan BJ Habibie yang sangat pintar tapi justru didepak oleh bangsa sendiri, baru2 ini kasus Sri Mulyani yang diakui diluar negeri sebagai menteri keuangan yang berprestasi tetapi di negara sendiri justru kena hujat.  Bahkan zaman sekarang tanpa titel dan gelar tinggi pun bisa jadi Menteri bahkan Bupati atau Gubernur.

Lalu bagaimana Pendidikan dapat meningkatkan taraf hidup? Apakah kita berbondong2 memberhentikan anak kita untuk tidak sekolah dan menyuruh mereka untuk menjadi Enterpreuner atau pengusaha?

Lha, gimana sih saya ini kok gk konsisten katanya kemarin di postingan2 sebelumnya nyuruh jadi enterpreuner kok sekarang justru nyuruh sekolah wkwkwk… ya intinya saya hanya ingin mengingatkan bahwa untuk menjadi enterpreuner sukses perlu proses dan dari 100 hanya 1 yang bisa sukses, jadi enterpreuner sukses itu minoritas.  Jadi kalo mau cari aman ya sebaiknya tingkatkan pendidikan dulu baru anda serbu peluang usaha untuk menjadi sukses.

Ada dua cerita tetapi berbeda hasilnya, mungkin ini akan sedikit memberikan anda gambaran bagaimana Pendidikan dapat meningkatkan taraf hidup.

Ada dua orang tua yang berbeda, anggaplah Ortu A dan Ortu B… Ortu A seorang pengusaha dan punya usaha yang lumayan cukup untuk menghidupi keluarganya.  Sedangkan ortu B pengangguran dan hanya menerima upah membersihkan rumah dan kadang pinjam sana sini.  Ortu A menamatkan anak pertamanya di SMK dan begitu lulus langsung dimodali untuk membuka usaha sendiri sedangkan usahanya tetap ia jalankan untuk menghidupi anak2nya yang lain.

Ternyata sang anak yang baru tamat sekolah tersebut juga perlu banyak belajar untuk membuka usaha, pasang surut dan persaingan usaha yang ketat membuat ia harus bertarung untuk bertahan.  Akibatnya berkali2 ia membuka usaha yang berbeda2 dan rata2 belum sempat balik modal sudah harus kandas dulu.  Karena dukungan kuat sang ortu, maka ia terus mendapatkan modal dan terus belajar membuka usaha.

Beda halnya dengan ortu B yang hanya seorang pekerja serabutan, ia berusaha menyekolahkan anak2nya hingga jenjang kuliah meski tak tahu mau jadi apa nantinya.  Akhirnya sang anak berhasil selesai kuliah dengan gelar Diploma Ekonomi, beruntung pada saat yang sama telah dibuka lowongan untuk PNS Departemen Keuangan.  Tanpa hambatan yang berarti ia pun mulus lulus menjadi PNS dan bekerja di pemerintahan.  Karena belum menikah, ia pun bertugas membiayai adik2nya untuk selesai sekolah dan bahkan menguliahkannya.

Seiring dengan waktu anak ortu B ini semakin baik taraf hidupnya dan ia pun mencoba untuk membuka usaha dari tabungan bonus dan tunjangan diluar gajinya dan menggaji orang untuk menjalankan usahanya.  Karena ia mempunyai ilmu bidang Ekonomi tentunya ia banyak tahu tentang ilmu perdagangan dan ekonomi, ditambah lagi ia juga menerima orderan dari kantornya sendiri… usahanyapun lancar meski pelan tapi pasti.

Dari dua contoh diatas dapat dilihat bahwa tidak selamanya pengusaha itu selalu sukses besar bila tidak didukung dengan modal dan jaringan yang kuat.  Dan ini juga bukti bahwa pendidikan itu penting, jadi walaupun anda seorang petani, tukang sayur, tukang bakso, pembantu RT, tetapi anak anda harus sekolah dan bila perlu setinggi2nya.