Umum

Jika Rakyat Marah

Posted on Updated on

akarta, 14 April 2010

Priok Berdarah, begitulah slogan yang ditayangkan di semua televisi yang kutonton seharian hari ini.  Masyarakat disekitar makam Mbah Priok yang merupakan ulama besar penyebar agama Islam di Jakarta “berperang” dengan petugas Sat Pol PP dan Polisi.  Seperti yang telah diberitakan, tanah di sekitar makam Mbah Priok dimenangkan oleh pihak Pelindo II oleh Pengadilan DKI Jakarta.  Tidak terima dengan keputusan tersebut, masyarakat disekitar tanah tersebut melakukan perlawanan saat akan dilakukan eksekusi.

Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung maut

Meskipun sudah di himbau oleh berbagai tokoh masyarakat dan pemuka agama tak terkecuali Ketua FPI Habib Rizieq tidak membuat warga menghentikan aksi anarkisnya.  Ditengarai korban mencapai puluhan orang dan yang paling banyak adalah dari aparat Satpol PP dan Polisi.  Sat Pol PP mengalami korban terbanyak disusul polisi dan warga, mengenai korban tewas masih dalam pendataan.

Salah  Paham Dengan Eksekusi

Pihak Walikota menjelaskan melalui jumpa pers di televisi bahwa terjadi kesalahpahaman oleh warga, eksekusi yang dimaksud adalah untuk menggusur perumahan disekitar makam Mbah Priok.  Sementara makam Mbah Priok rencananya akan dijadikan monumen bersejarah dan akan diperbaiki oleh pihak Pelindo II.  Sehingga dapat dikatakan bahwa terjadi kesalahpahaman oleh warga terhadap peristiwa eksekusi tersebut.

Sekarang yang menjadi masalah adalah, apakah masyarakat disekitar makam tersebut sebenarnya mempertahankan tanah makam, atau mempertahankan rumah yang berdiri ilegal disekitar makam tersebut?  Yang jelas, reaksi ini adalah reaksi kemarahan rakyat kecil… hukum memang telah mengatur segalanya tetapi kebanyakan hukum tidak berpihak pada rakyat kecil dan miskin.  Koruptor miliaran mendapatkan hukuman yang sama dengan maling ayam… anak pejabat dan orang kaya bisa mudah bebas dan lepas dari hukum.

Seorang anggota Sat Pol PP ditemukan tewas

Setelah peristiwa berdarah terjadi dikawasan makam Mbah Priok, malam harinya ditemukan seorang petugas Sat Pol PP ditemukan tewas dengan banyak luka dan telah dikerumuni semut.  Diketahui identitas korban tersebut bernama M. Soepono, untuk sementara mayat tersebut dibiarkan saja oleh masyarakat karena pihak Sat Pol PP tidak diperkenankan masuk ke areal tersebut.

Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung maut

Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok    berujung maut

Pengacara ahli waris Mbah Priok, Yan Juanda Saputra, ketika ditemui di RSUD Koja menyatakan ada dua korban jiwa dari pihak warga. Keduanya diketahui laki-laki masih remaja ditemukan di areal makam setelah insiden penyerangan. “Ada yang meninggal di dalam (rumah sakit), dua. Satu 10 tahun, satu lagi 20-an tahun,” katanya. Sekitar dua ribu aparat Satpol PP dan 600 personel polisi dilaporkan menyerang warga yang berusaha mempertahankan makam. Ribuan petugas Satpol PP bergerak dari arah Pelabuhan Peti Kemas. “Ada yang dipukuli dan dihabisi Satpol PP,” katanya.

Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung maut

Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung maut

Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung maut
Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung maut
Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung maut
Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung maut
Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung maut
Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung maut
Foto-foto tragedi berdarah Priok , mempertahankan makam mbah priok   berujung mautAnggota Satpol PP yang terluka dievakuasi

Satpol PP membrutal dengan mengeroyok seorang warga

Anggota Satpol PP yang ditemukan tewas

Seorang Satpol PP lain juga dikabarkan meninggal dunia setelah 1 jam dirawat dirumah sakit, petugas tersebut bernama Ahmad Tajudin…dalam pesan singkatnya di handphone ia menyatakan permohonan maaf dan mengatakan bahwa ia hanya menjalankan tugas.  Menurut keluarga, ia juga seringkali ziarah ke makam Mbah Priok dan tujuannya dalam peristiwa itu hanyalah menjalankan tugas.

Dari berita ini siapa yang salah siapa yang benar?  Terlepas dari hal tersebut tindakan anarkis baik dari aparat maupun masyarakat tidak dapat dibenarkan.  Selama ini mungkin pemerintah dinilai tidak berpihak dengan rakyat kecil, dan cenderung mendukung mereka yang mempunyai lebih banyak uang.  Akan tetapi saya juga merasa terharu dengan perjuangan Satpol PP yang menjalankan tugas atas perintah dari atasannya, ayah dan om saya adalah seorang Satpol PP tentu saya akan sedih juga bila menjadi korban anarkisme warga yang brutal seperti itu.

Tetapi apapun itu, tindakan anarkis tidak dibenarkan… masih banyak jalan menuju kebenaran…

http://www.fansmania.wordpress.com

fhoto : poto detik

Iklan