wirausaha

Cetak Brosur Murah Pontianak

Posted on Updated on

Anda memerlukan jasa percetakan brosur dengan harga relatif murah ? Mungkin tulisan ini bisa menjadi referensi anda.  Kualitas percetakan brosur dan cara menyebarkannya adalah hal utama yang perlu anda ketahui, silahkan baca tips dan trik menyebarkan brosur.

Malianury Grafiti Digital Printing dapat memberikan solusi bagi anda yang ingin mencetak brosur baik dalam jumlah sedikit maupun jumlah besar.  Berikut daftar harga brosur :

Cetak Brosur Murah Pontianak

Hubungi kami untuk lebih lanjut mengenai desain dan pemesanan :

Telp/SMS/Whatsapp : Suwanto 0897 3430 234

Malianury Grafiti Digital Printing, Jalan Sungai Raya Dalam Kompleks Taman Sui Raya Blok E-14 Pontianak

Lihat Lokasi Kami :

Iklan

Tips dan Trik Menyebarkan Brosur

Posted on

Teknik promosi adalah salah satu peran penting bagi suatu usaha maupun perkantoran untuk memberikan informasi bagi calon konsumennya.  Media promosi yang paling sering digunakan diantaranya adalah Brosur, flyer, pamflet atau poster.  Apa perbedaan brosur dengan flyer atau pamflet ?

  • Brosur, umumnya berukuran A4 atau A5 dengan bentuk cetakan bolak balik atau hanya satu muka dan biasanya berbentuk lipatan, berisi informasi yang cukup lengkap
  • Flyer, ukurannya sedikit lebih kecil bisa A5 atau A4 dibagi tiga berisi informasi yang singkat dan padat
  • Pamflet, hanya dicetak satu sisi dan biasanya di tempel di tembok ukurannya lebih kecil dari poster

Agar promosi dengan brosur/flyer/pamflet lebih efektif anda harus mencetaknya dalam jumlah yang cukup banyak dan diberikan pada sasaran dan di lokasi/event yang tepat.  Berikut tips dan trik dalam menyebarkan brosur :

  1. Sebarkan pada suasana atau event yang tepat, kebanyakan orang menyebarkan brosur dengan meletakkannya di depan pagar rumah, di persimpangan lampu lalu lintas, dan bahkan ada yang berdiri dipinggir jalan dan membagikannya langsung.  Padahal itu hanya akan membuat brosur anda menjadi banyak terbuang karena saat itu orang-orang sedang tidak membutuhkan informasi tentang produk anda.  Kapan waktu dan dimana lokasi yang tepat ? sesuaikan dengan produk yang anda tawarkan, akan lebih tepat bila anda berikan pada konsumen yang bertanya tapi belum bisa memastikan alias masih timbang pilih.
  2. Informasi padat dan jelas, brosur yang terlalu banyak tulisan hanya membuang waktu bagi calon konsumen untuk membacanya mereka cenderung membaca secara sekilas dan mencari point pentingnya saja.
  3. Tulisan yang didukung dengan gambar real, gambar akan membuat calon konsumen bisa melihat dan mendeskripsikan sendiri apalagi ditambah tulisan yang melengkapi gambar tersebut.  Jangan mengambil gambar dari internet, ambillah gambar produk anda secara real/nyata.
  4. Besarkan font untuk point penting anda, alamat dan nomor kontak sangat penting untuk lebih ditonjolkan maka buat kolom khusus di salah satu bagian brosur anda.
  5. Pilih ukuran yang sesuai dengan informasi yang diinginkan, anda bisa memilih ukuran A4 bolak balik bila banyak informasi yang diperlukan atau hanya 1/3 A4 apabila hanya beberapa informasi penting saja.
  6. Sesuaikan budget anda, mencetak brosur biasanya ada minimum kuantiti artinya anda tidak bisa mencetak hanya 10-20 lembar saja. Mencetak banyak justru akan membuat harganya lebih murah.
  7. Mencetak sendiri justru lebih repot dan relatif lebih mahal biayanya, mungkin banyak yang merasa bahwa mereka bisa cetak sendiri menggunakan printer sebenarnya itu tidak masalah karena biaya cetak itu relatif.  Printer inkjet biasa anda tidak di desain untuk mencetak dalam jumlah banyak dan bisa tahan lama, untuk itu anda membutuhkan jasa percetakan untuk jumlah yang banyak dan desain yang menarik.
  8. Pilih jenis kertas yang tepat, jenis kertas ada beberapa macam diantaranya yang kita kenal adalah kertas HVS dan art paper (kuunstruk) yang berbentuk glossy alias licin.  Dari segi kekuatan, art paper lebih lama dan lebih ekslusive namun bukan berarti HVS tidak baik.  Kertas HVS lebih murah namun rentan terhadap air, kertas art paper lebih tahan terhadap air namun harganya cukup mahal dibanding HVS.
  9. Ramah lingkungan, jangan biarkan brosur anda hanya menjadi sampah yang akan merusak pemandangan dan menambah kotor lingkungan, bukankah tujuan anda membagikan informasi ? Untuk itu pastikan target penerima brosur anda sudah tepat dan jangan asal diberikan atau ditempel sembarangan.  Selain hanya akan membuang uang anda orang juga akan risih menerima brosur yang dianggapnya belum perlu.

Demikian beberapa tips bagi anda yang akan mencetak brosur.  Baca juga Cetak Brosur Murah Pontianak bagi anda yang berminat untuk mencetak brosur dan konsultasi seputar masalah brosur.

Bupati Kabupaten Kuburaya : “Saya bisa begini karena Enterpreunership”

Posted on Updated on

Muda Mahendrawan, SH adalah seorang Bupati Kab. Kuburaya Provinsi Kalimantan Barat, ia masih muda dan pribadi yang sederhana.  Sebelummya ia adalah seorang PPAT alias Pejabat Pembuat Akta Tanah atau sebagai Akta Notaris yang membuka usahanya di jalan Sungai Raya Dalam I dekat dengan RSUD Soedarso Pontianak.

Dalam Pilkada tahun 2008 Muda Mahendra menang telak dari beberapa kandidat lainnya yang berasal dari partai politik.  Muda maju sebagai calon Bupati dari pencalonan independen non partai, dan berhasil menjadi kepala daerah di Kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini.

Sebelumnya banyak pasangan calon bupati yang meremehkan sosok Muda Mahendrawan, karena ia tidak punya karier politik dan bukan dari partai.  Kampanye nya pun tergolong sederhana, tidak banyak spanduk dan tidak banyak janji muluk2.  Satu kata yang ia jadikan motto saat kampanye nya yaitu “Mari Lanjutkan Perjuangan…!”

Ya, Muda adalah salah satu pelopor berdirinya Kabupaten Kubu Raya… ia berusaha mengumpulkan elemen tokoh masyarakat dan menyampaikannya ke DPR untuk menyetujui terbentuknya Kabupaten tersebut.  Walhasil, ketika Kubu Raya berhasil dijadikan kabupaten muncullah berbagai macam orang yang berasal dari partai ini dan itu maju mencalonkan diri menjadi Bupati Kubu Raya.  Tetapi Muda tidak gentar, ia tetap maju sebagai calon bupati dengan dukungan lebih dari 10.000 masyarakat Kubu Raya yang memang dari awal tahu akan sepak terjang beliau dalam membentuk Kabupaten baru itu.

Tidak ada kepentingan Politik

Kini, banyak sekali kebijakan dari Muda yang didukung penuh olah masyarakatnya… jelas saja karena Muda tidak memiliki kepentingan politik dalam memimpin, ia hanya ingin memajukan Kubu Raya seperti apa yang ia tekadkan ketika akan membentuknya menjadi sebuah Kabupaten.  Beda dengan banyak pemimpin yang notabene nya hanya mengurus politik dan berada dibawah bendera partainya saja.

Muda bertekad memajukan pertanian di Kubu Raya, ini terbukti dengan program wajib mengkonsumsi beras asli Kubu Raya untuk PNS Kab. Kubu Raya.  Muda pun aktif memantau sektor pertanian yang merupakan produk unggulan di Kubu raya.

Selain itu Muda juga menolak anggaran pembelian mobil dinas baru yang harganya ratusan juta, pada awal masa jabatannya saja Muda sudah menghemat anggaran lebih dari 1 Miliar karena penolakannya terhadap pembelian mobil dinas itu.  Dana tersebut ia alihkan ke bagian pelayanan kemasyarakatan seperti guru, bidan desa, dan penyuluh pertanian.

Mengembangkan Enterpreunership

Kebijakan baru yang digebrak Muda adalah, memberikan modal usaha kepada masyarakat dan memberikan motivasi dalam Enterpreunership atau kewirausahaan.  Muda menganggap bahwa, kesan masyarakat yang cenderung mencari lowongan kerja adalah penyebab mengapa banyaknya pengangguran dan rendahnya tingkat perekonomian masyarakat.

“Saya bisa menjadi Bupati karena saya bukan PNS, dan saya adalah seorang Wiraswasta” begitu kata Muda didepan pidatonya kepada masyarakat.  PNS dan karyawan adalah anak buah, lihat ketika Muda menjadi Bupati ia dapat memerintah aparatur negara tersebut.  Jadi bagi yang menganggap bahwa orang yang punya pekerjaan tetap itu lebih bisa hidup maju itu salah, justru bila anda bisa mengembangkan bakat dan menjadi seorang enterpreunership justru anda menjadi bos nya dan membuka lapangan kerja.

Dengan terpilihnya Muda Mahendrawan sebagai Bupati membantahkan teori bahwa untuk menjadi kepala daerah harus menjadi politisi, punya banyak modal, dan menang pendukung saat kampanye.  Muda mampu tampil dengan segala kesederhanaan, bukan politisi, kampanye sederhana, dan memiliki tekad untuk membangun daerahnya…

Jadi sekarang, anda masih menunggu lowongan kerja datang menghampiri anda atau anda coba membuka usaha sendiri dan mencari peluang didalamnya ?

http://www.fansmania.wordpress.com

Memberantas Kemiskinan dengan Pendidikan dan Wirausaha

Posted on

“Misi kami nanti bila menjadi Pemimpin Negara adalah memberantas kemiskinan, karena biang akar permasalahan kesejahteraan hidup dinegara kita adalah kemiskinan..!!” begitu kata para calon Presiden ketika berorasi saat kampanye PEMILU.

Tapi apa faktanya ? negara kita masih relatif hidup miskin.  Memang perlu diakui untuk mensejahterakan 200juta lebih masyarakat Indonesia bukanlah gampang dan bisa ditempuh dengan satu periode kepemimpinan Presiden saja, mantan presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun saja masih belum bisa mengatasi permasalahan miskin ini.

https://i2.wp.com/www.budibach.com/home/images/stories/gallery/Sekolah%20dan%20Banjir.jpgSelama ini pemerintah hanya memfokuskan pada lapangan kerja dan perekonomian saja, padahal itu hanya akan memperbaiki sedikit kesejahteraan hidup masyarakat kita.  Memang betul, penyebab utama kemiskinan adalah kurangnya pendapatan rakyat untuk mencapai kebutuhan hidupnya.  Tetapi sebenarnya faktor utamanya adalah Pendidikan dan Wirausaha (Enterpreunership) yang dapat mengangkat derajat kemiskinan bangsa kita.

Untuk apa buat lapangan kerja sebanyak-banyaknya bila SDM masyarakat kita masih kurang, dan rata2 pekerjaan yang tidak membutuhkan skill tentunya akan digaji lebih rendah.  Data Departemen Tenaga Kerja menyebutkan masih banyak lowongan kerja yang terbuka namun kosong pelamarnya, karena kualifikasi untuk ke lowongan tersebut sangat minim dan tidak ada.

Penyebab utama kemiskinan di negara kita diantaranya yaitu :

  1. Banyak pengangguran, baik yang sarjana maupun non sarjana
  2. Bekerja ditempat yang tidak sesuai dengan bidangnya,
  3. Pekerjaan tidak tetap, banyak perusahaan yang menggunakan sistem Out Sourching membuat banyak hak pekerja termasuk gaji yang diminimalisir
  4. Pembangunan tidak merata, ini jelas menghambat kemajuan suatu daerah sehingga taraf kehidupannya pun tidak maju-maju terutama pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan pemanfaatan SDA yang ada didaerah itu
  5. Penyebaran masyarakat yang tidak merata, padatnya suatu daerah akan berdampak pada perebutan lapangan kerja, penyempitan peluang usaha bila suatu usaha sudah menjamur, peningkatan kriminalitas, dan banyak dampak lainnya
  6. Kebijakan pemerintah yang tidak tepat, kenaikan tarif dasar listrik akan menaikkan harga produk yang bekerja menggunakan listrik, kenaikan harga BBM akan menaikkan produk yang menggunakan BBM termasuk untuk angkutan produknya,

Pendidikan dapat meningkatkan derajat hidup seseorang, karena pola fikir yang meningkat akan membuatnya berfikir lebih sehat untuk memperbaiki taraf hidupnya.  Mungkin beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah diantaranya :

  1. Mewajibkan dan menggratiskan sekolah, pendidikan adalah tanggung jawab negara sehingga tidak ada alasan untuk tidak menyekolahkan seluruh rakyatnya mulai dari miskin sampai kaya semua wajib sekolah, tidak ada yang mengamen dan menjadi gelandangan di jalan.  Gratis disini dalam artian menyeluruh, dari seragam, buku, hingga tas dan sepatu
  2. Beasiswa tepat sasaran, berikan beasiswa bagi siswa miskin dan siswa berprestasi..
  3. Tunjangan siswa yang miskin, banyak siswa miskin harus berhenti sekolah karena membantu orang tuanya mencari nafkah, di negera maju seperti Malaysia siswa miskin mendapat tunjangan hidup sehingga bisa membantu kebutuhan hidupnya
  4. Sosialisasi kebutuhan pekerjaan, seharusnya pemerintah mensosialisasikan kepada siswa yang akan lulus bahwa kelak mereka perlu sarjana ini dan itu, sehingga para siswa dimotivasi untuk melanjutkan kuliah dibidang itu dan tidak melenceng dari kebutuhan..dengan demikian tidak ada sarjana menganggur gara2 gelar sarjananya tidak ada lowongan
  5. Mendidik masyarakat untuk berwirausaha, mengaktifkan kembali pelatihan2 usaha untuk mendidik masyarakat agar membuka usaha dan tidak bergantung pada lowongan kerja yang terbatas sehingga ia yang justru membuka lapangan kerja
  6. Memberikan modal usaha, banyak masyarakat yang memiliki bakat tetapi tidak memiliki modal, maka pemberian modal dapat dilakukan dengan adanya pengauditan dan pengontrolan… artinya modal tersebut harus tepat guna sehingga penerima modal harus dilatih berwiraswasta, menghitung laba rugi, pembukuan dan teknik perdagangan dan usaha
  7. Pekerjaan melamar pencari pekerjaan, mahasiswa yang berprestasi di perkuliahan dilamar oleh pekerjaan untuk bekerja ditempatnya, di negara maju para pengusaha dan perusahaan berlomba melamar mahasiswa yang sedang wisuda untuk bekerja ditempatnya dengan membagi brosur dan mewawancarainya langsung
  8. Publikasi lowongan kerja yang meluas, jika ada pembukaan lowongan kerja maka wajib disebarluaskan kepada umum.. seharusnya pemerintah memfasilitasi hal ini misal dengan menerbitkan secara gratis di semua koran atau ditempat umum.

http://www.fansmania.wordpress.com